Minggu, 01 November 2015

Keluarga Tauladan dalam Al-Qur’an


Bismillaahirrahmaanirrahiim..

“Katakanlah (Muhammad), “Taatilah Allah dan Rasul. Jika kamu berpaling, ketahuilah bahwa Allah tidak menyukai orang-orang kafir.” Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan Keluarga ‘Imran melebihi segala umat (pada masa masing-masing), (sebagai) satu keturunan, sebagiannya adalah (keturunan) dari sebagian yang lain. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (QS.Ali ‘Imran:32-34).

Islam mewajibkan keluarga kita menjadi keluarga teladan. Sebuah keluarga yang sukses (dunia-akhirat) harus diiringi akhlak yang bagus.  Anak bisa durhaka karena didikan keluarganya. Apa yang telah dilakukan Nabi Ibrahim dan Ismail adalah kisah teladan. Seorang ayah menuntun anaknya untuk berbuat baik, termasuk peran serta dalam membangun Ka’bah. Melakukan kebaikan bukan hanya mengajak, namun dengan langsung menuntun. Di dalam Al-Qur’an telah menunjukkan perintah untuk saling melihara diri dan keluarga dari siksa neraka.
Ada seorang ayah datang ke Umar, mengeluh tentang anaknya yang durhaka. Kemudian sang anak dipanggil oleh Umar bin Khaththab.
Sang anak kemudian menanyakan kepada Amirul Mu’minin, “Apakah ada hak anak terhadap bapaknya? “Ya, ada. Pertama adalah mempunyai ibu yang baik (sholekha). Kedua, memberi nama yang baik. Ketiga, memberikan ajaran Al-Qur’an.” Jawab Umar. Sang anak menjawab, “Dari ketiga perbuatan itu, ayahku tak satupun melakukannya.” Umar mengatakan bahwa sang bapak menceritakan anakmu durhaka, namun dia sendiri yang durhaka.
Anak diibaratkan sebuah kanvas. Orang tuanya adalah pelukis. Mau dilukis seperti apa, maka lukisan itu tidak akan hilang. Tokoh Lukman Al-Hakim adalah salah satu tokoh yang diabadikan kisahnya di dalam Al-Qur’an. Ia bukan seorang nabi, tapi apakah keistimewaannya? Keistimewaannya adalah kehandalannya dalam mendidik anaknya. Tanamkan Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun. Syukur kepada Allah tidak akan sempurna jika tidak bersyukur pada orang tua. Nabi bermimpi di surga, beliau mendengar suara mengaji, Siapa dia?. Inilah Haritsah bin Nu’man. Ketika ia hendak meninggalkan rumah, ia selalu menyambangi ibunya. Ibu titip apa? Beliau selalu mengurusi ibunya. Pernahkah kita makan, namun kita menyempatkan untuk membungkuskan orang tua kita? Mobil yang mewah juga dapat membawa ke neraka, disebabkan karena sang anak mengendarai mobil, namun sang ibu dengan peluh berjalan kaki. Uwais Al-Qarni juga salah satu tokoh yang menghormati ibunya.
Airmata ibu dan peluh ayah adalah kesuksesan kita.  Pahala sedekah dapat dihadiahkan pada orang tua yang sudah meninggal. Perintahkan keluargamu untuk sholat dan sabarlah dengan sholat itu. Jaga sholat kita. In syaa Allah kita akan menciptakan generasi Qur’ani.
Langit yang Allah pancangkan sangat kokoh. Tegaklah keseimbangan itu. Alam semesta akan tegak, karena sistem keadilan juga tegak. Rumah tangga akan kokoh jika rumah tangga  adil. Negeri juga akan kokoh jika keadilan selalu dijunjung. Awal kehancuran jika kedzaliman merajalela.
Bagaimana seorang ayah dan ibu adil pada anaknya? Kita harus paham makna adil. Adil artinya mengikuti aturan. Kalau solat subuh dua rekaat, maka solatlah dua rekaat saja. Jangan ditambah meski niat kita baik. Misal adil pada warisan. Bukan karena kita sayang, maka warisan ditambah, karena buruk maka warisan dikurangi. Itu tidak adil. Banyak orang yang tidak ikut aturan Allah. Banyak dibagi rata dengan alasan kesepakatan. Padahal laki-laki mendapat dua kali lipat dari hak dari perempuan. Meskipun sudah sepakat, berarti sepakat melanggar ajaran allah. Adil bukan berarti sama, tapi sesuai ukuran. Jangan sampai orang tua membuat anak membenci karena ketidakadilan. Ini bahaya, akan timbul iri dan dengki.
Membangun keseimbangan anak jangn hanya mengajari jasmani saja, namun juga rohani. Jangan hanya sibuk dengan pelajaran matematika saja, namun melalaikan Al-qur’an. Bersikap sama dalam bermuamalah. Ingat kedzaliman pada Nabi Yusuf karena saudara-saudara beranggapan ayah mereka lebih mencintai nabi Yusuf.
Keluarga teladan karena pendidikan yang baik. Dalam bahasa arab pendidikan adalah at-tarbiyah. “Alhamdulillaahirobbil ‘aalamiin (QS.Al-Fatihah:2). Rabb satu kata dengan tarbiyah yang artinya pendidik. Allah merupakan pendidik. Allah menjadikan anak sebagai ujian, Dan kalau kita diuji berarti kita diminta untuk lakukan yang terbaik. Orang-orang salah paham, jika belajar di luar negeri akan lebih baik. Itu memang benar, namun tidak sepenuhnya benar. Ada yang kembali ke tanah air sudah rusak, karena tidak belajar iman. Berhasil di dalam dunia itu kesalahpahaman. Kesuksesan yang hakiki adalah di akhirat. Pendidikan terbaik artinya memberi pemahaman yang baik kepada anak yaitu sebagai hamba allah dan sebagai penolong Allah.
Mendidik anak memiliki banyak cara. Misal, perbanyaklah bermusyawarah dengan anak. Anak akan merasa diikutsertakan dalam pemecahan masalah sehingga anak menjadi dewasa. Ketika Nabi Ibrahim hendak menyembelih Ismail beliau meminta pendapat Nabi Ismail tentang mimpi dari Allah tersebut. Berdoa agar dikaruniai keluarga yang baik Rabbana hablana min azwajina wa dhurriyatina qurrata a’yun, wajalna lil muttaqina imama. Selanjutnya memanggil dengan sebutan yang berkarakter. Nabi Muhammad memanggil Umar dengan sebutan Al-Faruq yang artinya pembeda (yang baik dan buruk).
Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu mengenalkan anak kepada rabbnya. Pada zaman jahiliyah, anak perempuan dibunuh karena ia tidak bisa diajak untuk berperang. Perempuan dianugerahi perasaan yang lebih daripada laki-laki. Perempuan harus siap haid, hamil, nifas, menyusui. Kalau perempuan dikaruniai lebih banyak akal, maka akan susah. Ia harus siap menjadi pendidik yang baik bagi anak-anaknya kelak. Perempuan yang baik di dalam Al-Qur’an dicontohkan dengan kisah Maryam Puteri Imran. QS. At-Tahrim 12 menyatakan, “Dan Maryam putrid ‘Imran yang memelihara kehormatannya, maka kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) Kami; dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya; dan dia termasuk orang-orang yang taat.”


Senin, 26 Oktober 2015

Rasulullah Tauladan Umat

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Jika ditanya siapakah pemimpin paling hebat maka jawabannya adalah Nabi Muhammad. Jika ditanya siapakah pemimpin paling berani maka Nabi Muhammad adalah orangnya, pemimpin yang paling banyak pengikutnya sampai sekarang,  tidak ada tim sukses ketika menjadi pemimpin, tidak ada dana sosial, maka Nabi Muhammad tetap orangnya. Sampai menjadi suami dan ayah yang hebat bagi keluarga yang handal tetap beiau lah orangnya.

Sampai suatu ketika sahabat nabi penasaran mengapa Rasulullah dapat seperti itu. Kemudian ia bertanya kepada orang terdekat dengan Nabi yaitu Aisyah. Siti Aisyah menyatakan bahwa seluruh tindakan Rasul, akhlak rasul adalah Al-Qur’an, tidur Rasulullah sedikit, waktu malamnya diisi dengan qiyamullail yaitu sholat malam, jika hendak makan jangan tabdir (sia-sia), makanlah ketika lapar dan berhentilah sebelum kenyang. Jika ada permasalahan maka akan diselesaikan dengan musyawarah bersama umat, jika ia merasa benar maka akan dilakukan dengan percaya diri.

Lalu mengapa doa Rasul selalu dikabukan oleh Allah? Ketika Rasul dikepung, maka beliau membaca do’a Nabi Ibrahim hasbunallah wa nikmal wakil (QS.Ali Imran:173), ketika krisis ekonomi maka beliau membaca do’a Nabi Adam Rabbana dholamna anfusana waillam taghfirlana wa tarhamnaa lana kunanna minal khaasiriin (QS.Al-A’raf:73). Bangun lagi, tidur lagi, semua berlandaskan Al-Qur’an yang mulia. Praktik kejawantahan Al-qur’an, tak satupun beliau tinggalkan. Ingin berhasil membina keluarga bacalah Al-Qur’an, kemudian amalkan.

Ketika beliau hendak berdakwah, maka ia membaca kisah dakwah nabi musa, berdo’a dengan do’a Nabi Musa ketika berdakwah Rabbis rohli sodri wayassirlii amri, wahlul uqdatammillisaani yafqahu qouli (QS.Thoha:25) agar tetap lemah lembut. Ketika ingin melunakkan besi yg keras cukup dipanaskan, tanpa harus dipukul. Begitupula manusia punya tabiatnya sendiri-sendiri. Tentu semua ada alasan mengapa ada yang lembut dan ada yang tidak. Rasul bisa disemua bidang karena membaca Al-qur’an dan mengamalkannya, karena yang pernah di lalui rasul terdahulu adalah pilihan Allah yang berhasil.  Ketika Nabi dianggap gila seperti Nabi Nuh, maka beliau membaca doa Nabi Nuh, bacaan kita sehari-hari adalah yang tetrtuang di Al-Qur’an dan Hadist.


Setelah kita yakin manusia yang berhasil seperti Nabi Muhammad, maka ketika ada pemimpin yang ingin berhasil, jadilah seperti Rasulullah, meskipun tidak sesempurna Rasulullah. Jika ingin menjadi suami yang handal, jadilah separti akhak Rasulullah, meskipun tidak sesempurna Rasulullah. Jika ingin menjadi ayah yang baik, maka didiklah anak-anak kita dengan cara Rasul. Jika ingin mustajab doanya, berdoalah seperti Rasulullah. Jadikanlah Al-Qur’an pedoman hidup kita.

Minggu, 25 Oktober 2015

Strategi Syaitan dalam Menyesatkan dan Menjerumuskan Manusia

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Seseorang akan digoda oeh syaitan sesuai dengan kadar keimanannya. Jika seseorang memiliki iman yang tebal, maka syaitan yang akan menggodanya adalah syaitan yang special, paling tidak ia telah mengikuti beberapa kali penataran untuk menggoda manusia yang kuat imannya. Namun apabila seseorang itu memiliki iman yang tipis, maka syaitan yang menggodanya juga biasa saja. Dapat kita ingat sejarah syaitan sampai dilaknat oeh Allah karena melanggar perintah-Nya.
Nabi adam telah dipilih Allah sebagai  khalifah, dibekali ilmu oleh Allah, kemudian seluruh makhluk diperintahkan untuk sujud kepada Adam. Maksud sujud kepada Adam adalah untuk memuliakan ilmu yg dimiliki Nabi Adam. Semua makhluk bersujud kecuali iblis. Ketika iblis tidak mau sujud, Allah bertanya “Hai iblis apa yg menyebabkan kamu membangkang?”  Iblis menjawab, “Ya Allah bagaimana mungkin saya mau menghormati, Adam tercipta dari tanah, sedangkan saya dari api. Api lebih mulia dari tanah.“ Iblis diusir dari surga karena kesombongannya. Maka sejak itulah iblis berikrar,” Ya Allah karena aku telah tersesat, maka aku akan menjerumuskan umat manusia.” Sejak saat itu iblis sangat bersemangat daam menggoda manusia dengan berbagai caranya.
Ada beberapa jenis syaitan. Mereka memiliki tugasnya masing-masing. Ada yang menggoda suami istri agar panas di dalam menjalani kehidupan rumah tangga, menggoda di pasar untuk berbuat kecurangan atau kejahatan, menggoda manusia disaat musibah datang,menggoda untuk lalai terhadap Allah, fitnah, gossip, mengganggu keutuhan rumah tangga, mengganggu dalam melaksanakan ibadah dll.
Syaitan ingin menjadi presiden seumur hidup. Ia menjerumuskan manusia seolah menjadi teman, tapi sebenarnya musuh dalam selimut. Setan menasehati Adam dan Hawa untuk memakan buah yang dilarang untuk mendekatinya, bahkan memakannya untuk mendapatkan kerajaan yang abadi. Ibarat guru syaitan itu guru tanpa tanda jasa, ibarat pejuang syaitan adalah pejuang tanpa bintang biasa. Rasulullah menasihati Abu Dzar, “Wahai Abu Dzar berlindunglah dari godaan setan dan manusia. Apakah dari manusia ada syaitan Ya Rasul ? Jawab Rasul, “Ya ada.”
Lalu bagaimanakah cara proteksi godaan syaitan? Syaitan telah dipersilakan oleh Allah untuk menggelincirkan umat manusia dengan mengerahkan seluruh bala tentaranya. Di akhir zaman syaitan akan menggoda manusia dengan memakai suara, nyanyian. Sekarang ini Yahudi tengah meluncurkan aplikasi yang menggoda manusia. Lagu yang diunggah oleh Yahudi akan membuat kita keracunan kecanduan.
Proteksi untuk menghalau godaan syaitan adalah dengan memperbanyak ucapan Laa Ilaaha illaallah. Kalimat tersebut merupakan benteng Allah, dan siapa yang memasuki benteng Allah maka ia akan aman. Strategi syaitanuntuk menggoda manusia macam-macam. Pada anak muda caranya juga berbeda-beda, kita mafhum, di desa kita sekarang jarang mendengar Al-quran dari rumah-rumah. Berbeda kondisi pada tahun 1970 an, ramai shalawat Nabi Muhammad juga. Kondisi sekarang sudah jauh berbeda, sudah disibukkan dengan game online, gadget. Anjuran agama yang pertama dan utama dengan mohon pertolongan Allah dari godaan syaitan dari berbagai macam caranya, entah dari narkoba, hura-hura, menyia-nyiakan waktu, dsb. Coba terus-menerus menggali ilmu agama dengan berguru. Belajar agama kalau tidak ada guru maka gurunya adalah syaitan. Carilah guru yang tauhidnya murni.
Diri kita juga mempunyai potensi syaitan. Kerajaan kita adalah hati, penasihatnya adalah ulama. Jika kerajaan memiliki penasihat yang salah, maka kerajaannya juga akan hancur. Potensi yang buruk dikalahkan dengan Al-kitab Al-Qur’an, jangan pernah dekat dengan syaitan.


Sabtu, 24 Oktober 2015

Bersama Hingga Maut Menjemput

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

       Apakah maksud dari bersama hingga maut menjemput? Maksud dari pernyataan itu adalah kesetian terus menerus sampai meninggal dunia. Ada cerita tentang sepasang suami istri, memiliki anak, mereka senantiasa berdoa dengan ikhlas agar Allah mengabadikan cinta mereka sampai meninggal dunia. Suatu hari mereka pergi ke luar kota, namun naas terjadilah kecelakaan dan keduanya meninggal dunia.
          Jika kita berdoa berhati-hatilah. Berdoalah yang baik walau kepada orang yang tidak kita sukai. Jibril berkata bahwa doa yg pertama dikabul adalah untuk orang yang berdoa.
Banyak rayuan gombal, misalnya demi cinta semua hidup dan matiku hanya untukmu. Bukan seperti itu yang kita maksud. Yang akan dikabulkan adalah doa. Ada seorang sahabat nabi yaitu Abu Dzar Al-Ghifari tinggal di padang pasir dengan istrinya. Pendek cerita Abu Dzar dan istrinya berdoa baik dan buruk yang menimpa keduanya, “tetap satukan kami ya Allah”. Suatu hari Abu Dzar sakit sehingga terlihat sudah hampir meninggal dunia. Lalu istri Abu Dar menangis. Abu Dzar bertanya kepada istrinya mengapa  ia menangis? Bukankah semua akan mati. Istri Abu Dzar mengatakan “Wahai suamiku kita tidak punya kain kafan, akan minta siapa kita nanti? Abu Dzar teringat nasihat Rasul jika  diantara kalian semua nanti meninggal di padang pasir, jangan kawatir, semua kaum mukmin akan meninggal. Ketika itu Abduah bin Mas’ud lewat di padang pasir bersama rombongannya ketika Abu Dzar meninggal. Kesetiaan jika diniatkan karena Allah, In Syaa Allah akan dikabul oleh Allah, yang penting saling mendoakan.

Sesi Pertanyaan :

Ketika pasangan kita sakaratul maut, yakinlah semua akan meninggal dunia. Mati tidak bisa dimajukan atau dimundurkan. Talqinkan di telinga dua syahadat, jikalau nafas masih panjang. Kalau pendek ucapkanlah lafadz Allah, Allah, Allah. Sakaratul maut ibarat mendaki gunung, panas, penuh onak dan duri, maka iblis akan datang dari kaki. Iblis membawa air, dan ia akan memberikan air tersebut jika ia mengingkari Allah Tuhannya, jika Muhammad itu seorang pendusta, Islam bukan agamamu. Rejeki sudah habis basahin bibirnya ketika sakaratul maut, karena ketika sakaratul maut tidak bisa menelan.

QS.Yunus 49 menyatakan “Katakanlah (Muhammad) “Aku tidak kuasa menolak mudharat maupun mendatangkan manfaat kepada diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki.” Bagi setiap umat memiliki ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.”

Jika suami dan istri ingin bertemu di akhirat harus sama-sama sholeh-sholehah.

Kiat sakaratul maut yaitu dari awal kerjakan sholat, puasa, zakat, haji umrah, beramal shalih, berkata yang baik seperti Alhamdulillah, Astaghfirullah, Subhanallah, semua perlu latihan.

Kewajiban suami kepada istrinya adalah memberikan makanan sebagaimana suami makan, memberikan pakaian sebagaimana suami berpakaian,  tidak boleh memukul, memanggil dengan panggilan yang buruk. Sedangkan kewajiban istri kepada suaminya adalah tidak boleh meninggalkan tempat tidur, menyembunyikan apa-apa yang ada di badannya, taat sepanjang tidak melanggar perintah agama, memohon ijin ketika hendak keluar rumah. Seandainya makhluk boleh sujud kepada makhluk, maka aku perintahkan istri untuk bersujud kepada suaminya. Namun hal itu dilarang, sehingga aku wajibkan istri untuk menghormati suaminya, jika suami itu sangat sayang, dan baik amalnya.

Tujuan pernikahan untuk ketenangan, kalau memiliki suami yang suka KDRT, menikah lagi, lebih baik kita mundur. Kita perempuan memiliki hak gugat, bawa saksi 2 saksi yang baligh dan berakal.

Jika suami suka bersumpah. Sumpah orang yang tidak benar tidak terkabul.

Ketika ditinggal meninggal tiba-tiba yakin semua akan mati. Hadapi dengan iman seperti tertuang dalam QS.At Tagabun:11 : “Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah; niscaya Allah akan member petunjuk kepada hatinya. Dan allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”



Mamah dan Aa’ 25102015

Primus, Pria Mushola Idaman Mertua

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Pria Mushola (Primus) hatinya tertaut pada mushola untuk mengerjakan ibadah termasuk sholat. Sholat yang akan membedakan keimanan seseorang.Jika ia belum melaksanakan sholat maka hatinya akan gelisah, resah, merasa memiliki hutang. Namun jika tidak beriman, maka ia tidak akan resah, “emang gua pikirin”. Sholat merupakan ibadah yang pertama dinilai di hari kiamat. Jika sholat yang kita laksanakan benar, maka keseluruhan ibadah akan benar, begitupula sebaliknya. Sholat adalah hal pokok dibandingkan lainnya. Namun mari kita lihat dimasyarakat kita, ternyata masih banyak yang enggan mengerjakan sholat. Mereka yang tidak melaksanakan sholat, berarti belum merasakan nikmatnya sholat.Jika  hati telah terpaut pada mushola, menyatu dengan hatinya, maka lahir batin, dunia dan akhirat ia selalu yakin Allah selalu melihatnya. Jika kita mengetahui nikmat sholat, maka kita tidak akan melalaikan sholat pernah.
Namun jika kita menengok orang yang tidak beriman, tidak pernah berdzikir, hatinya tidak akan tenang. Dia akan selalu sibuk, memikirkan jabatan, harus ini dan itu, akhirnya membuat ia melalaikan sholat. Ketika berbelanja di mall, pasar, sampai tidak sholat. Ada yang tidak sibuk, namun ia hanya berdiam saja, tidak mengerjakan sholat. Ia hanya menonton tv, ghibah, sehingga ia tidak merasakan kegunaan sholat. Inna sholati wa nusuki wa mahyaaya wa mamaati lillaahi robbi ‘aalamiin.
Ada juga yang berargumen sholat habisin waktu. Pria mushola, hatinya terpaut dimasjid. Kalo anda ortu maka maukah anda pny menantu seperti itu? Pasti iya, Primus-primus yang sholeh, semoga kita semua mendapatkan. Jika kita memilihkan jodoh yang baik maka keuarga akan sakinah mawadah warahmah, sebagai mertua juga akan kecipratan berkah.

Sesi pertanyaan :
Tips agar mendapatkan primus primus telah ada pada Hadist Rasulullah:
Rasul menyatakan nikahilah olehmu orang yang kamu sukai karena kecantikannya, kekayaannya, keturunannya, dan agamanya. Ambillah yang paling baik agamanya. Agama (ilmu agama) saja tidak cukup, namun juga harus diiringi dengan pengamalan agama yang baik. Banyak yang pintar, namun pengamalan agamanya kurang baik. Jadi harus sinkron.

Opini di masyarakat masih salah kalau ibu tiri banyak yang jahat. Namun senyatanya ibu kandung banyak juga yang jahat. Ibu tiri ada yang baik juga.
Ada orang pendiam, ada yang bawel, ada langsung judge. Ketemu suami pendiam, puyeng. Cerewet puyeng. Ada yang pengen romantic tapi semua cewek diromantisin. Berarti kita kurang bersyukur dengan nikmat Allah.

Jika kita mendidik dari kecil bagaikan mengukir di atas batu. Jika sudah dewasa bagaikan mengukir di atas air, akan mudah hilang. Didiklah anak-anak dengan ilmu agama sedari ia kecil.
Sebelum menikah ada yang PDKT ke mushola, setelah menikah tidak pernah  ke mushola lagi. Sebeum nikah lihatlah bibit, bebet, dan bobot. Ketika akan bertemu si doi, mana baju yang paling cantik, ngomong juga diatur gimana manisnya ya. Maka carilah orang ketiga, sahabatnya, keluarganya, kawan dekat. Menyesal setelah menikah, itu salah kita.

Kalau kita ingin mengetahui tabiat seseorang, minimal tiga hari kita tinggal bersama di rumahnya, atau sembilan hari sembilan malam ketika umroh. Yang ini maunya nyuruh, mengeluh, pantang menyerah, berani, dll. Jangankan sembilan hari, tiga hari saja sudah kelihatan.

Tidak sholat tapi akhlaknya baik. Sholat merupakan hal pertama yang akan dihisap. Apabila sholatnya baik, akan baik pula amalnya, begitupula sebaliknya.

Selesai menikah, suami akan membacakan taklik talak yang menyatakan kalau suami tidak memberikan nafkah selama tiga bulan, menyakiti, KDRT maka akan jatuh talak, istri tidak ridho maka bisa mengajukan gugatan cerai dengan membawa dua saksi yang baligh dan berakal.
Itu merupakan syarat istri gugat cerai. Namun belum dinyatakan cerai selama pengadilan belum mengetok palu.
Annisa 35 : Kalau ada pertiakan, datangkanlah wakil untuk mengislahkan keduanya. Dikumpulkan, kalau keduanya niat berdamai, maka Allah akan memberi hidayah.


Mamah Aa’ Beraksi 21102015

Minggu, 30 Agustus 2015

BENTUKLAH PERSONAL BRANDINGMU !

Bismillaahirrahmaanirrahiim..
    Beberapa waktu lalu China mendevaluasi mata uang Yuan untuk menyelamatkan perekonomiannya dari ancaman krisis. Bagaimana tidak, disaat kurs dollar yang kian menguat, agar produk yang dihasilkan tetap laku dipasaran dapat masuk dan mampu bersaing dengan produk dari negara lain. Sebenarnya keadaan ini tak diinginkan karena jika pihak China memiliki hutang dalam bentuk dollar maka pengembaliannya akan jauh lebih besar dari hutang yang sebelumnya. Namun, agar pada neraca transaksi berjalan tidak mengalami defisit, maka ekspor harus jauh lebih besar. Ekspor agar bisa tetap tumbuh, salah satunya dengan kebijakan devaluasi mata uang Yuan oleh pemerintah China tadi.
        Kehidupan yang kita jalani tentunya pernah mengalami krisis seperti sebuah negara tadi. Untuk tetap hidup terkadang kita melakukan perubahan tergantung masalah yang kita alami. Memang tidak mudah hal itu dilakukan, tapi ingatlah bongkahan es raksasa yang terletak di tengah lautan. Jika kita melihat dari kejauhan, maka yang nampak adalah gunung es yang menjulang tinggi ke permukaan, sungguh indah! Namun apakah kita pernah berpikir apa yang ada di balik itu semua? di balik itu semua ada bongkahan es raksasa yang besarnya puluhan bahkan ratusan kali lipat dari bongkahan es yang indah di permukaan tadi.
          Hidup kita sama halnya dengan bongkahan gunung es di lautan. Untuk mencapai keberhasilan dalam hidup maka kita perlu keluar dari zona nyaman kita, terus berusaha, berdoa, untuk menampilkan gunung es yang begitu mempesona. Namun, untuk mencapai kehidupan yang baik kita harus merasakan perihnya perjuangan, rasa terpuruk, gagal, sakit, air mata, daya upaya, kesulitan, adaptasi, belajar, bangkit. Itu semua tidak mudah, tapi jika ada kemauan yang kuat pasti kita bisa melewati ini semua. Teringat kisah seorang pembicara dalam materi Personal Branding oleh eks CEO Schlumberger dalam meraih kesuksesannya. Ketika ia mengikuti penerimaan calon karyawan, ia ditantang oleh perusahaan, ia harus bisa hidup ketika ia ditempatkan di Inggris padahal ia tak bisa berbahasa Inggris.
         Bermula dari naik pesawat, ia baru pertama kali menaiki kendaraan ini. Beliau tidak tahu bagaimana alur menaiki pesawat terbang, ia ingin bertanya tapi bingung bahasa inggrisnya. Ia tetap pede saja, ia mengikuti langkah orang-orang disekitarnya. Benar saja, ia bisa duduk manis di pesawat terbang. Masalah tak berhenti sampai disitu saja. Sepanjang perjalanan ia memikirkan cara bagaimana ia bisa sampai di alamat yang ia tuju di negeri Britania Raya ini. Ia mempersiapkan pertanyaan untuk membantunya di sana. Setelah mendarat di bandara setempat, dengan bahasa inggris seadanya ia memulai aksinya. Meski harus naik-turun kereta api sampai empat kali, namun ia berhasil sampai ke tempat tinggalnya. Sekarang ia menguasai bahasa inggris dengan lancar, dan ketika dia ditugaskan ke beberapa negara seperti Jepang, Thailand, ia jauh lebih pede.
         Terkadang, kita harus keluar dari zona nyaman. Hidup adalah tantangan. Kita tidak bisa berenang, maka belajarlah, maka kita akan berhasil. Kita tidak bisa menulis kaligrafi, belajarlah, maka kita akan berhasil. Diri kita harus kita paksa, lewati kehidupan yang terjal ini. Diri kita dan karakter kita sudah menjadi satu paket dan membentuk personal branding, siapakah kita yang sebenarnya! Bentuklah kisah kita dari sekarang, apakah kita hendak menjadi ekonom, psikolog, advokat, dokter, atau yang lainnya. Jadilah seseorang yang memiliki karakteristik dari lainnya. Jika ingin menjadi ekonom, jadilah seorang ekonom yang memiliki daya analisa yang kuat, mempunyai rekomendasi untuk memperbaiki perekonomian negara, serta didukung dengan softskill lainnya seperti kemampuan leadership yang baik, kemampuan menggunakan alat analisa, serta didukung dengan kemampuan bahasa asing lainnya agar kita menjadi pribadi yang memiliki branding sesuai dengan passion kita masing-masing.
Semoga Allah selalu membantu.. Aamiin..

Kamis, 27 Agustus 2015

NIKAH DULU VS MAPAN DULU?

Bismillaahirrahmaanirrahiim..
       Yang namanya hidup, jangan memakai rasio manusia. Selama kita bertakwa pada Allah maka kita akan diberikan kecukupan oleh Allah. Begitupula dengan nikah. Tak ada kewajiban nikah itu harus mapan, yang penting nikah untuk meraih ridha Allah. Allah akan memberikan rizki dari arah yang tak disaangka-sangka. Seperti firman Allah dalam QS.Huud:6 :
"Dan tidak ada suatu binatang melatapun dibumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhil Mahfudz)."
      Mapan memiliki banyak definisi yang relatif. Ada yang mengatakan mapan itu jika telah memiliki penghasilan 10 juta sebulan, punya mobil, rumah, motor, deposito, dsb. Memang tidak salah semua itu. Namun di dalam Islam mengajarkan bahwa jika seorang pria shalih mendatangi wali seorang perempuan, maka terimalah. Suatu saat Nabi Sulaiman ditanya oleh Allah hendak memilih diberi harta, tahta, atau ilmu. Maka Nabi Sulaiman lebih memilih diberikan ilmu, karena dengan ilmu akan lebih mudah untuk mendapatkan harta dan ilmu dapat menjaga semua itu.
          Suatu ketika ada orang yang menginginkan menikah jika sudah memiliki rumah, mobil. Kita misalkan saja harga rumah Rp 250 juta, harga mobil adalah Rp.150 juta, dengan penghasilan kita misalkan Rp 4 juta per bulan. Dengan demikian kita baru akan menikah setelah 100 bulan bekerja atau dengan kata lain 8 tahun tahun bekerja. Itupun dengan asumsi kita tidak makan, tidak sewa kos, tidak memberikan nafkah pada keluarga. Allah telah menjanjikan rizki bagi orang yang menikah jika ada satu orang yang memiliki satu rizki namun ia ingin menikah karena Allah, maka Allah akan memberikan rizki untuk dua orang (dirinya dan si istri). Jika ia memiliki anak, maka Allah akan memberikan rizkinya untuk tiga orang (dirinya, istri, dan anak).


         Nikah tak sekedar nikah. Pilihlah calon suami karena kita yakin bahwa surga akan mampu kita raih bersamanya. Memang terkadang kita tidak mudah untuk memutuskan ini semua. Bisa saja timbul ketidakcocokan antara pihak yang akan menikah meskipun ia merupakan orang shalih. Ada juga perbedaan pendapat antara orang tua yang menginginkan anaknya mendapat pribadi yang kaya daripada pria yang shalih, begitu pula sebaliknya. Namun, kita harus kembali kepada Allah untuk memutuskan semua itu. Kita memang memiliki rencana yang mungkin menurut kita sempurna, namun kita perlu mengingat ada Allah yang menguasai segalanya. Bisa saja Allah memiliki rencana lain yang awalnya menyakitkan untuk kita namun akan manis diakhirnya.
        Kesimpulannya nikah tak harus menunggu mapan dulu. Dengan menikah, Allah akan memberikan rizki yang tak disangka-sangka, sehingga kita mampu melakukan banyak kebaikan dengan rizki itu. Bukankah akan lebih manis jika kita meraih kesuksesan dengan pasangan dari nol bukan? Wallahu a'lam..

         

Sabtu, 22 Agustus 2015

INDONESIA, KEMBALILAH PADA ISLAM UNTUK BALDATUN THAYYIBATUN

Bismillaahirrahmaanirrahiim..
      Akhir-akhir ini situasi Indonesia terguncang semakin kuat. Berbagai problematika terjadi silih berganti, krisis kepemimpinan, keguncangan perekonomian  ditengah instabilitas politik, ketidakseimbangan pasar, ambruknya rupiah, korupsi, apatis pada negara, dan masih banyak lagi. Sebenarnya apakah yang menyebabkan ini semua terjadi? Bukankah keinginan Indonesia adalah menjadi negeri yang baldatun thayyibatun seperti konsep Islam? Ya, memang Indonesia bukan negara Islam. Itu yang selalu digaungkan ketika terjadi problematika bangsa ini yang yang lebih memperhatikan kesatuan dan kesatuan banga. Itu tidak salah. Tapi, ingatlah wahai Indonesia, sekarang ini belum ada pemecahan untuk mengatasi masalah negara yang sangat krusial. Kiblatmu bukan Islam, tapi Amerika Serikat, dan negara-negara maju lainnya. Hal ini akan menyebabkan kemudharatan pada Indonesia sendiri seperti inflasi, pembengkakan utang negara, kemiskinan, ketidakadilan, karena kau menerapkan prinsip bunga yang jelas-jelas dilarang dalam Islam. Jika kau mempertahankan egomu untuk tetap tidak memilih sistim Islam, selamanya negara ini tidak akan mencapai baldatun thayyibatun seperti yang kau inginkan.
      Islam adalah agama yang sempurna. Allah memberikan pegangan hidup untuk kita berupa Al-Qur'an dan Al-Hadist. Pemecahan semua permasalahan di dunia ini ada di dalamnya. Cocok sekali untuk Indonesia dan seluruh negara di dunia. Dalam Islam menjadi muslim yang kaya (memiliki kemampuan finansial) itu sangat dianjurkan. Kita lihat saja sahabat nabi seperti Abu-Bakar, Umar, Utsman, semua adalah saudagar kaya.  Nabi kita juga merupakan orang yang mampu, dapat tercermin dari mahar Rasulullah yang diberikan pada Ummul Mu'minin Khadijah binti Khuwailid adalah berupa 20 ekor unta ditambah 12,5 ukiyah ons emas. Jika dikonversi dalam mata uang rupiah saat ini jumlahnya hampir Rp 500 juta.


      Indonesia perlu melakukan revolusi mental seperti yang sering digaungkan oleh Bapak Joko Widodo (presiden RI). Indonesia terlalu menelan mitos yang di-cap oleh negara lain. Misal, Indonesia selamanya tak akan maju, Indonesia selamanya menjadi negara agraris, 'Indonesia ini, Indonesia itu'. Jika mental itu tidak dirubah, Indonesia akan sulit untuk menjadi bangsa yang merdeka yang sesungguhnya. Bukan tidak membutuhkan negara lain dalam hidupnya, tapi kita perlu mengurangi ketergantungan kita pada negara lain sedikit demi sedikit. Tanamkanlah keyakinan dalam hati, Indonesia pasti bisa. Ditengah kekayaam alam, kelimpahan sumber daya manusia, didukung kemauan yang kuat, negara baldatun thayyibatun in syaa Allah akan menunggu di depan mata.
      Revolusi mental yang baik akan menciptakan psikologis kenegaraan yang baik pula. Namun saat ini keadaan psikologis kenegaraan Indonesia tengah goncang. Kita dapat melihat tandanya yaitu tak menyukai pemakaian produk dalam negeri, sindrom selebritis yang lebih condong peduli keranah keartisan dibanding permasalahan negara, dan yang paling menyeramkan adalah mistifikasi bangsa. Mistifikasi adalah masalah negara kita yang  menelan mentah-mentah mitos ketidakmampuan negara yang sebenarnya bisa teratasi. Ini merupakan konsep yang salah.
       Pada masa pemerintahan Nabi Yusuf di Mesir juga pernah dilanda krisis kepemimpinan bangsa, krisis ekonomi, krisis kepedulian, instabilitas politik. Hampir sama seperti keadaan Indonesia sekarang. Pertama yang dilakukan Nabi Yusuf adalah merubah konsep/pola berpikir. Mesir kembali menata kepemimpinannya, menegakkan keadilan, memberantas korupsi, memulai usaha, dan penghematan. Mesir pada masa yang akan datang akan mengalami krisis pangan, maka Nabi Yusuf yang kala itu menjadi bendahara negara (kalau di Indonesia Bappenas, Bulog) memerintahkan untuk melakukan produksi pangan selama tujuh tahun berturut-turut, tidak mengambil impor. Nah, ketika produktivitas mereka mengalami keuntungan maka akan ditambahkan ke modal negara untuk dijadikan modal produktivitas kembali. Bukankah itu semua cocok jika diterapkan di Indonesia? Menata ulang pemerintahan (memakai sistim Islam), revolusi pemikiran, memberantas kedzaliman, korupsi, menegakkan keadilan, mengurangi ketergantungan Indonesia pada negara lain (mengurangi dan bahkan mandiri dari impor), bukan tidak mungkin Indonesia akan damai dan makmur. Memang tidak gampang, perlu penanaman nilai agama ke saluruh lini masyarakat.
      Pada masa hijrah Rasul juga mengalami ketidakstabilan ekonomi. Orang-orang yang mengikuti nabi dari Mekkah ke Madinah mengalami ketidakstabilan ekonomi, penuh dengan ujian. Mereka juga melakukan perubahan yaitu dengan memulai bisnis di Madinah, sedikit demi sedikit mereka mampu mencapai kebebasan finansial. Selama ada kemauan, di situ pasti terdapat jalan. Nabi Muhammad memulai berdagang (berwirausaha) dengan pamannya (Abu Thalib) sejak usia 12 tahun. Jiwa kewirausahaan telah ditumbuhkan sejak dini hingga usia beliau mencapai kira-kira 27 tahun. Dari usia 27 tahun sampai menjelang 40 tahun merupakan perjalanan spiritual nabi. Pada usia 40 tahun sampai 63 tahun merupakan usia nabi untuk mendakwahkan ajaran Allah diseluruh muka bumi. 
       Islam juga mengajarkan umatnya untuk berbagi dengan mukmin lainnya. Jika seorang mukmin telah memiliki kemampuan finansial, maka ia wajib mengeluarkan zakat. Dalam Islam tidak ada istilah yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin (kedzaliman), namun yang ada adalah keadilan yang menciptakan kesejahteraan. Dari zakat yang terkumpul tersebut, disalurkan kepada pihak yang membutuhkannya (delapan asnaf) menjadi zakat konsumtif dan zakat produktif. Zakat konsumtif digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti pemenuhan pangan. Sedangkan zakat produktif merupakan zakat yang diberikan untuk memulai suatu usaha, sehingga tidak langsung habis. Jika usaha yang dilaksanakan berhasil, ia akan mampu dalam segi finansial, maka ia tak akan menjadi mustahiq zakat lagi, tapi sudah menjadi seorang muzakki yang siap menolong saudaranya. Konsep Islam begitu hebat, handal, sistematis, dengan tidak meninggalkan kepedulian terhadap orang lain di sekitarnya. Wallahu a'lam..

Jumat, 14 Agustus 2015

PELEMAHAN EKONOMI, SIAPKAH INDONESIA SONGSONG MEA?

Bismillaahirrahmaanirrahiim..
       Suatu negara tentunya memiliki kewibawaan masing-masing, konomi menjadi salah satu tolak ukur kewibawaan negara tersebut. Seperti yang kita tahu, Indonesia dalam beberapa waktu terakhir ini mengalami penurunan kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi terkesan masih lesu, harga-harga barang yang tidak stabil, daya beli masyarakat rendah, kinerja pasar modal tidak stabil, rupiah melemah, ketidakseimbangan neraca pembayaran, dan lain sebagainya. Pelambatan ekonomi Indonesia dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi Amerika Serikat dengan kebijakan moneternya disertai perbaikan keadaan ekonomi negara-negara Eropa. 
       Kita dapat mengambil contoh masalah pelemahan rupiah akibat perbaikan ekonomi negara maju seperti Amerika Serikat. Jika keadaan ini terus berlanjut, maka hutang luar negeri Indonesia akan terus membengkak yang mengakibatkan defisit pada neraca pembayaran. Ditambah lagi dengan devaluasi mata uang Yuan beberapa waktu lalu yang dilakukan oleh pemerintah China untuk meredam situasi ekonomi yang sulit untuk terus menggenjot ekspor China. Dilansir dari http://swa.co.id/business-strategy diperlukan evaluasi APBN  karena penggunaan APBN tidak mendukung sektor-sektor yang menyangkut hidup orang banyak ungkap. Selain itu, perjanjian multilateral harus dikaji ulang karena dinilai tidak berpihak pada kepentingan Indonesia. Indonesia hanya berperan sebagai fasilitator perdagangan bebas antar negara. Namun, tidak berpihak kepada kedaulatan Indonesia sendiri.
      Menurunnya perekonomian juga dipengaruhi ekspor Indonesia dan anjloknya konsumsi domestik. Seperti kita tahu, China rela men-devaluasi mata uangnya demi menggenjot pertumbuhan ekonomi dengan mempertahankan ekspornya.  Hal ini menyebabkan ambruknya nilai tukar rupiah karena adanya hubungan bisnis yang cukup kuat antara Indonesia dan China. Rupiah melemah menjadi Rp13.541 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp13.536 per dolar AS. (Antara)
     Fokus pemerintah Indonesia saat ini adalah perbaikan infrastruktur. Namun apakah ada yang salah? sebenarnya tidak, hal itu sah-sah saja karena visi dan misi yang diusung oleh setiap presiden tentunya berbeda-beda. Jika dinilai dengan keadaan Indonesia yang rasio pajaknya  kecil, yaitu sekitar 11 % dari PDB tentunya ini akan berdampak berat jika Indonesia terus-menerus menggenjot perbaikan infrastruktur. Infrastruktur merupakan hal penting untuk menunjang keberhasilan ekonomi suatu negara, namun karena dana APBN yang tersedia jumlahnya terbatas, maka pemerintah harus memilih skala prioritas yang mana yang harus didahulukan.


      Melihat masalah ekonomi diatas, ditambah dengan situasi politik yang kurang stabil akibat adanya perubahan susunan kabinet beberapa waktu lalu menambah sederet masalah yang dapat menurunkan kewibawaan pemerintah Indonesia. Sedangkan akhir tahun 2015 ini Indonesia harus siap dengan tantangan baru yaitu menyongsong era baru Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dengan keadaan yang masih belum stabil. Pada tanggal 7-11 Agustus lalu diadakan International Symposium di Singapura. Ahmad Almaududy Amri demisoner Koordinator Persatuan Pelajar Indonesia Dunia (PPI Dunia) periode 2014-2015 menjelaskan, untuk dapat bersaing dengan Negara ASEAN lainnya, Indonesia perlu memperbaiki tata kelola pemerintahan. Deklarasi ini dibagi dalam empat bagian, di antara fokus yang disepakati ialah bidang kewirausahaan, diaspora, kepemudaan, dan pendidikan.
        Butir kewirausahaan menjadi butir pertama dalam deklarasi ini yang menekankan kepada upaya pemerintah untuk fokus membenahi prosedur perizinan dalam mendirikan usaha di Indonesia yang selama ini terkesan mempersulit pebisnis, sehingga memakan waktu yang jauh lebih lama dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Butir ke dua dalam deklarasi Singapura terkait Diaspora, pemerintah perlu lebih mendayagunakan sumber daya manusia dari Diaspora Indonesia sebagai motor penggerak kehidupan bangsa Indonesia. Butir ke tiga membahas persoalan pendidikan, PPI Dunia meminta agar pemerintah dapat menyusun dan menerapkan kurikulum berstandar internasional dengan tujuan menghasilkan lulusan yang berkompeten dan mampu berkompetisi di tingkat ASEAN.

Sumber :
http://ppidunia.org/?p=656
http://swa.co.id/business-strategy/tahun-2014-ekonomi-indonesia-dinilai-terus-memburuk
http://www.eramuslim.com/berita/analisa/australia-ekonomi-indonesia-akan-terus-memburuk.htm









Minggu, 24 Mei 2015

KEBIJAKAN FISKAL, BEDA NEGARA BEDA SOLUSI

Bismillaahirrahmaanirrahiim
       Salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan makroekonomi suatu negara adalah dengan kebijakan fiskal. Kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah dalam bidang pengeluaran dan pendapatannya dengan tujuan untuk menciptakan tingkat kesempatan kerja yang tinggi tanpa inflasi. Artinya, didalam bidang pengeluaran dapat diupayakan dengan penambahan atau pengurangan belanja agregat untuk sektor pemerintah (government) yang merangsang perekonomian negara, serta pengalokasian pendapatan pajak (tax) untuk sektor-sektor yang berkembang.

        Dalam kebijakan fiskal ada dua cara. Pertama, untuk mengatasi inflasi adalah dengan menaikkan pajak (tax), dengan demikian pendapatan yang dapat dibelanjakan (disposable income) akan menurun, sehingga tingkat konsumsi juga menurun. Cara kedua untuk mengatasi inflasi yaitu dengan menurunkan belanja pemerintah, sehingga anggaran belanja pemerintah naik. Hal tersebut mengakibatkan pengeluaran masyarakat menurun, sehingga inflasi dapat teratasi. Nah, apabila yang terjadi adalah deflasi, maka hal yang dilakukan adalah sebaliknya dari sisi pajak dan pengeluaran pemerintahnya.
      Permasalahan makroekonomi yang tidak dapat disepelekan adalah pengangguran (unemployment). Di negara berkembang, permasalahan ini sulit diatasi. Pengangguran tidak dapat diselesaikan dengan menurunkan pajak dan menaikkan belanja pemerintah. Negara berkembang cenderung memiliki tenaga kerja yang berlebih sedangkan modalnya terbatas. Oleh karena itu, jika belanja pemerintah dinaikkan, termasuk penanaman modal, konsumsi rumah tangga, maka hal tersebut malah akan menimbulkan inflasi.
       Mengatasi inflasi, beda negara beda solusi. Jika di negara maju inflasi disebabkan karena full employment, sedangkan di negara berkembang inflasi disebabkan karena pengangguran luas, pajak cenderung rendah, sehingga gairah industri menjadi rendah, tanam modal rendah, dan akhirnya pengangguran akan meningkat. Kalaupun menerapkan pajak tak langsung, maka hal itu akan menaikkan harga barang, akhirnya menimbulkan inflasi juga. Kebijakan fiskal di negara berkembang dengan cara menyeimbangkan pengeluaran pemerintah, dengan demikian akan mengurangi spend berlebih. Hal tersebut akan mengurangi inflasi. Untuk mempengaruhi corak sumber daya, belanja pemerintah ditempatkan disuatu sektor yang dianggap menguntungkan. Galakkan tanam modal di sektor tersebut, namun pajak juga harus diatur besarnya agar tidak menurunkan gairah industri di sektor tersebut.
       Terakhir dengan memberikan perangsang fiskal. Misalkan dengan memberikan pinjaman modal yang bersyarat ringan, pembebasan sementara untuk membayar pajak, mempercepat depresiasi barang-barang modal, mengurangi pajak impor barang modal dan barang mentah yang digunakan. Akhirnya kebijakan fiskal dapat digunakan untuk menaikkan tanam modal, meninggikan pajak disektor-sektor tertentu asalkan tidak menurunkan perangsang untuk menaikkan produksi.
      

Sabtu, 23 Mei 2015

IBADAH BERBALUT BELENGGU SYAITAN

Bismillaahirrahmaanirrahiim
      Syaitan, ia adalah makhluk Allah yang tercipta dari api dan sangat tangguh untuk menghasud manusia agar menjauh dari Allah. Ia memiliki tipu muslihat yang jitu, buluhnya tipis, samar, dan hampir tidak terdeteksi oleh hati. Bagaimana tidak? ia selalu menyertai hati manusia, merong-rong,  menaburkan perasaan was-was, takut, hasad, riya', sum'ah, dan masih banyak lagi. Namun, jika kita berlindung kepada Allah In Syaa Allah kita akan terminimalisir dari gangguan syaitan.

       Manusia diperintahkan untuk selalu ber fastabiqul khairat, yaitu berlomba-lomba dalam kebaikan. Sebelum kita beramal tentunya didahului dengan niat yang tulus karena Allah. Namun siapa sangka, niat yang lurus tersebut bisa saja melenceng dari yang seharusnya. Niat itu ibarat sebuah alamat dalam sebuah surat, jika alamat itu salah, maka surat tidak akan pernah sampai. Misalkan berniat untuk membantu orang karena Allah, tapi setelah dilihat oleh orang lain ia akan lebih senang atau bangga karena ia akan dianggap orang baik. Kemudian waktu seorang imam melantunkan bacaan sholat, ketika imam tersebut tahu bahwa ada yang mendengarkannya, ia melebih-lebihkan dalam membaca bacaan shalat. Inilah yang ditakutkan, ibadah berbalut belenggu syaitan.
        Allah memiliki kuasa membolak-balikkan hati manusia. Hanya kepada-Nya hati kita disandarkan. Kita hendaknya senantiasa memohon hati yang dilindungi dari bahaya yang selalu mengintai selama kita masih hidup agar memiliki ketetapan iman. Siapa sangka, orang yang ahli ibadah dapat selamat hingga ajal menjemput, dan siapa pula yang dapat memastikan bahwa orang keji tidak dapat bertaubat dan mendapat syurga Allah? Wallahu'alam.
         Allah telah memberikan solusi untuk mengatasi belenggu syaitan. Dalam QS.Al-A'raf:200 disebutkan, "Dan jika syaitan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui."  Dalam surat lain juga disebutkan yaitu QS.An-Nahl:99, "Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Allah. 
          Allah adalah Tuhan yang senantiasa menyayangi kita. Salah satu buktinya adalah ia menyertai kita dengan dua malaikat mulia yang mencatat setiap amal kita yaitu Malaikat Raqib dan Atid. Apabila kita hendak melakukan tindakan buruk seperti menggantikan cinta kita kepada Allah dengan yang selainnya, ingatlah hal itu akan tercatat dalam kitab catatan amal burukmu. Relakah kamu menggantikan Allah yang telah memberikan sepenuh hati-Nya, cinta-Nya yang melebihi kasih kedua orang tuamu dengan yang lainnya? Kita telah diberikan berbagai nikmat sehat, udara yang cuma-cuma, senyuman, dan termasuk kesedihan itu juga tanda cinta-Nya kepada kita. Kita akan lebih menghargai hidup, karena seseorang belum dikatakan beriman, sebelum kita diuji terlebih dahulu seperti umat terdahulu. Jika kita lulus akan ujian Allah, kita akan dinaikkan derajatnya oleh Allah. "Maka ni'mat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS.Ar-Rahmaan:55).
     

Jumat, 22 Mei 2015

INVESTASI MODAL MANUSIA

Bismillaahirrahmaanirrahiim    
        Seseorang yang menginginkan kehidupan yang lebih layak maka ia memerlukan investasi modal manusia. Tak banyak orang menyadari hal ini. Investasi modal manusia adalah modal yang dibutuhkan manusia berupa kemampuan, ketrampilan, dan pendidikan agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik dimasa depan. Keinginan untuk melakukan investasi ini tentunya bukan hal yang mudah, kita akan dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang menggiurkan.
        Tidak dapat dipungkiri, didalam perolehan investasi modal manusia akan memerlukan biaya (jika biaya pendidikan tersebut ditanggung pribadi) ataupun tidak mengeluarkan biaya (beasiswa), namun ia akan tetap kehilangan kesempatan (opportunity cost) untuk memperoleh pekerjaan (karena waktunya digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke strata lebih tinggi, S1, S2, atau S3). Didalam investasi modal manusia dikenal human capital concept, yaitu konsep yang dipakai untuk menghitung untung rugi menambah kemampuan, ketrampilan, atau pendidikan, apakah kita akan lebih menguntungkan jika bekerja atau melanjutkan pendidikan lagi.

        Islam adalah agama yang sempurna. Segala sesuatunya ada aturannya, termasuk investasi modal manusia ini. ”Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan” (Al-Hadist). Pendidikan sangat diperlukan, untuk itu kita diwajibkan untuk memperolehnya. Namun disini terdapat perbedaan orientasi didalam investasi modal manusia. Jika dinilai dari sisi ekonomi, maka investasi modal manusia akan berorientasi pada perolehan pendapatan yang lebih tinggi dari sebelumnya maka ia akan dapat memenuhi keinginan konsumsinya yang pada periode sebelumnya tidak terbeli (tidak dapat diperolehnya) karena tingkat pendapatan yang masih belum setinggi sekarang (Feriyanto, 2014). Hal itu tidak  salah, karena dalam ibadah juga diperlukan materi untuk menunjang ibadah tersebut menjadi lebih baik. Namun, jika dinilai dari pandangan  Islam, maka investasi modal manusia (dalam memperoleh pendidikan untuk bekal kehidupan) semata-mata untuk mencari ridha Allah Subhanahuwata'ala.
        Orientasi perilaku kita akan menentukan warna kehidupan kita. Hal tersebut ditentukan oleh niat. Jika tindakan atau perilaku yang kita lakukan semata-mata untuk memperoleh kekayaan materi saja, maka yang akan kita peroleh hanya sebatas uang saja dan tidak akan memperoleh keberkahan hidup. Namun, jika investasi modal manusia (pendidikan) yang kita lakukan untuk meraih ridha Allah, maka yang kita dapat tak sekedar materi saja, namun yang utama adalah keberkahan dalam menuntut ilmu tersebut. Apakah ilmu yang kita miliki memilki manfaat untuk orang lain. Bukankah didalam Islam menyebutkan sebaik-baik manusia adalah yang mempelajari dan mengajarkan Al-Qur'an?

Minggu, 11 Januari 2015

HANYA UNTUK 70 RIBU...

Bismillaahirrahmaanirrahiim..
      Dituturkan dari Ibn 'Abbas, r.a. (yang) berkata (bahwasanya) Rasulullah Sallallahu'alaihi Wasallam bersabda,
"Telah diperlihatkan kepadaku umat-umat terdahulu. Aku melihat ada seseorang nabi yang disertai rombongan kecil. Ada seorang nabi yang disertai satu dua orang saja. Malah, ada seorang nabi yang tidak mempunyai pengikut seorangpun. Kemudian terlihat olehku satu rombongan besar yang kusangka mereka adalah umatku. Namun, dikatakan kepadaku, 'Ini adalah Musa dan kaumnya. Tetapi lihatlah di ufuk sana .' Ketika ufuk itu kulihat, dan tiba-tiba tampak olehku satu rombongan besar. Lantas dikatakan kepadaku, 'Lihatlah ke ufuk yang lain. 'Di sana, kulihat satu rombongan besar. Kemudian dikatakan kepadaku, 'Itu adalah umatmu.' Di dalamnya ada tujuh puluh ribu orang yang akan masuk surga tanpa dihisab dan tanpa disiksa terlebih dahulu."
     Beliau lalu bangkit dan masuk ke dalam rumah. Orang-orang pun ramai membicarakan masalah orang-orang yang akan msuk surga tanpa dihisab dan tanpa dihisab terlebih dahulu. Ucap salah seorang diantara mereka, "Barangkali mereka adalah sahabat Rasulullah Sallallahu'alaihi Wasallam." Ada pula yang berkata, "Barangkali mereka adalah orang-orang yang dilahirkan dalam keadaan Islam, kemudian mereka tidak mempersekutukan Allah." Mereka pun mengemukakan berbagai perkiraan.
      Kemudian Rasulullah Sallallahu'alaihi Wasallam keluar dan bertanya kepada mreka, "Apa yang kalian bicarakan?" Kemudian mereka menceritakannya kepada Rasulullah. Beliaupun bersabda, "Mereka adalah orang-orang yang tidak menjampi, tidak pernah minta dijampi, dan tidak meramal. Hanya kepada Tuhan sajalah mereka bertawakal."
      Kemudian 'Ukkasyah bin Mihshan berkata, "Wahai Rasulullah, doakanlah kepada Allah agar saya termasuk golongan mereka." Jawab beliau, "Engkau termasuk golongan mereka."
      Lantas seseorang lain berdiri seraya berkata, "Wahai Rasulullah, doakan kepada Allah agar saya termasuk golongan mereka." Jawab beliau, "Engkau telah didahului Ukkasyah."

(HR.Bukhari-Muslim)

Jumat, 09 Januari 2015

UNTUK SIAPA AMALMU?


        Bismillaahirrahmaanirrahiim..
     Allah Subhanahuwata'ala berfirman, Padahal mereka tidak disuruh kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan kataatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan agar mereka menegakkan shalat dan menunaikan zakat (QS. Al-Bayyinah [98]: 5). Lalu pernahkah kalian beramal? tentunya setiap hari kita beramal. Tapi tunggu dulu, untuk siapakah ama-amal yang kita lakukan? Apakah sudah benar ditujukan kepada Allah semata?
     Berbicara amal, maka tak akan lepas dari niat. Niat adalah hal kecil (sepele), namun menentukan diterima atau tidaknya sebuah amal. Dalam beramal, maka balasannya akan sesuai dengan apa yang ia niatkan, seperti sabda Rasulullah, "Sungguh, semua amal perbuatan bergantung niatnya dan sesuatu yang diperoleh seseorang adalah selaras dengan apa yang dia niatkan. Karena itu, barang siapa hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya tersebut akan diterima Allah dan Rasul-Nya. Dan, barang siapa hijrahnya karena memburu dunia atau karena perempuan yang akan dia nikahi, maka hijrahnya tersebut hanya meraih sesuatu (yang selaras dengan) yang diniatkannya dalam hijrah tersebut."
      Niat letaknya ada didalam hati. Hanya Allah dan yang bersangkutan yang mengetahui. Niat didalam hati dapat kita ibaratkan seperti sebuah botol, apabila botol itu berisi madu murni maka harganya akan sangat mahal. Bandingkan jika sebuah botol itu diisi dengan air limbah, tentu botol itu akan dibuang bukan? Sama seperti hati, apabila niat kita untuk beribadah semata karena Allah, maka kita akan meraih ridha-Nya, namun apabila kita niat  beribadah karena selain Allah, maka kita hanya akan dapat apa yang kita inginkan itu.
      Memang tidak mudah menata niat. Kita harus berperang dengan hawa nafsu kita, terkadang sikap riya', takabur, ingin didengar, melapisi amal yang kita kerjakan. Itulah perjuangan meraih ridha Allah. Jika kita meniatkan semua karena Allah, maka tidak akan ada kekecewaan. Semua yang kita kerjakan akan bernilai dimata Allah. Begitu baiknya Allah, disaat kita berniat melakukan suatu kebaikan, namun kita belum bisa merealisasikannya, Allah pun akan mencatatnya. Sekecil apapun amal yang kita kerjakan, maka akan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah, meskipun hanya menyingkirkan krikil di jalan.
     Allah telah memberikan kita begitu banyak ni'mat jasmani maupun rohani. Ia telah mengaruniakan kepada kita mata yang sehat, pendengaran yang baik, hati untuk merasakan, bibir untuk berbicara, tangan untuk menggenggam, dan kaki untuk melangkah, dan masih banyak lagi. Dalam QS.Ar-Rahman [55]: 55) Allah berfirman, "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"  Nikmat itu akan dimintai pertanggungjawaban di yaumul akhir nanti, untuk apa nikmat-nikmat tersebut kita gunakan? akan menjawab apakah kita kelak? untuk apakah kekayaan kita, waktu kita, kesehatan kita?
         Kita diberi kesempatan oleh Allah hidup di dunia ini hanyalah sementara. Hidup kita ibarat pergantian malam ke siang, atau pergantian siang ke malam, sangat singkat. Gunakan lima kesempatan sebelum datangnya lima waktu yaitu sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, muda sebelum tua, lapang sebelum sempit, hidup sebelum mati. Kita tidak perlu menunda kebaikan selama masih diberi kesempatan yang lebih baik oleh Allah.
     Senangkah kita jika kita dicintai oleh seseorang? tentunya ya bukan? sama seperti Allah, jika seorang manusia mencintai Allah, maka Allah akan senang terhadap kita. Jika Allah sudah mencintai kita, maka tidak hanya penduduk bumi saja yang mencintai kita, bahkan penduduk langitpun akan mencintai kita pula, alangkah indahnya. Bandingkan jika kita melakukan ibadah karena selain Allah, misalkan dengan orang yang kita sukai, maka kita akan sekedar mendapatkan apa yang kita inginkan itu. Namun jika kita melakukan segala hal dari yang kecil dan yang paling besar sekalipun hany semata karena Allah, maka kita akan dicintai Allah, penduduk langit, dan penduduk bumi. Apakah sebanding? Tentu tidak. Dengan demikian, cobalah melakukan segala sesuatu hanya karena Allah, bukan yang lain, maka kita akan mendapatkan ketenangan dan keberkahan hidup, serta tentunya kasih sayang yang tiada putus-putusnya dari Allah. I Love Allah :)

Sabtu, 03 Januari 2015

HIDUP ADALAH KESEMPATAN

Oleh : Ika Devi Silviana
      Pernahkah kalian mendengar seseorang yang mati bunuh diri karena suatu permasalahan? Kasus ini sering terjadi di tengah masyarakat, bisa karena permasalahan perekonomian, atau bahkan karena cinta buta. Memang jalan pikir manusia sulit ditebak, hanya Allah lah yang tahu. Bunuh diri merupakan tindakan yang amat berdosa karena mendahului takdir yang telah Allah tetapkan. Ancamannya pun tak main-main, yaitu neraka. Alangkah menyesalnya mereka, karena anggapan mereka yang menginginkan kematian untuk mengakhiri masalah justru menimbulkan masalah baru yang sangat besar.
     Allah memberikan nikmat kita untuk hidup. Selama manusia hidup, maka pintu rizki akan selalu terbuka, contoh kecilnya kita dapat bernafas tanpa harus membayar tagihannya. Allah juga memberikan rizki kepada kita berupa suara agar kita mempergunakannya di jalan kebaikan dengan menyebutkan hal-hal yang bermanfaat. Alangkah mulianya apabila setiap kata yang terucap adalah kalimat mutiara, kalimat yang terpuji, kalimat yang disukai oleh Allah. Nikmat hidup adalah kesempatan untuk manusia menjadi insan yang sukses di dunia maupun di akhirat.
      Apabila kita melewati kuburan, maka yang terbesit didalam benak kita adalah kematian. Kematian adalah pemutus amal-amal kita. Banyak orang yang telah meninggal, ingin kembali hidup di dunia untuk kembali beribadah kepada Allah. Allah telah menunjukkan kekuasaannya kepada orang-orang yang mati suri. Mereka telah sakitnya kematian, kemudian mengunjungi alam kubur, sehingga mereka mengetahui apa saja yang ada disana termasuk nikmat dan siksa kubur itu sendiri. Banyak orang yang telah mengalami mati suri mereka kembali ke jalan Allah serta menasihati saudara-saudaranya yang masih diberi kesempatan untuk hidup di dunia untuk senantiasa beribadah dan taat kepada Allah. Mengapa kita tidak mengambil pelajaran dari kuasa Allah tersebut.
      Kembali pada kasus bunuh diri diatas. Orang-orang yang telah memilih jalan mereka untuk bunuh diri, berarti mereka belum mengerti apakah tujuan hidup di dunia. Manusia diciptakan oleh Allah bukan tanpa tujuan yaitu sebagai khalifah untuk kemakmuran bumi (QS.Al-Baqarah:30), beribadah kepada Allah (Adz-Dzariyaat:56), kemudian sebagai penyeru kebaikan/dai untuk sesama manusia (QS.Ali Imron:104). Jika kita tahu apakah maksud Allah menciptakan manusia, tentunya mereka akan berpikir ulang untuk bunuh diri. Tugas manusia sungguh berat, kita pengemban amanah dari Allah.
      Manusia diciptakan Allah bermacam-macam, ada yang selalu berfastabiqul khairat, biasa-biasa saja, atau bahkan membangkang perintah Allah. Semua ada perhitungannya dimata Allah. Orang yang selalu berfastabiqul khairat atau orang yang senantiasa berbuat kebaikan akan menuai nikmat yang sangat besar di akhirat kelak, begitupula dengan orang yang biasa-biasa saja, atau bahkan membangkang perintah Allah, semua ada balasannya. Bisa kita bayangkan apabila kita beramal biasa-biasa saja, maka Allah juga akan memperlakukan kita biasa-biasa saja. Relakah jika teman kita yang mendapatkan perlakuan yang lebih istimewa dari Allah karena ia senantiasa berfastabiqul khairat dibandingkan dengan diri kita sendiri yang biasa-biasa saja? tentu tidak bukan? Mari senantiasa perbaiki diri agar menjadi insan yang disayangi tidak hanya oleh penduduk bumi, tapi juga oleh seluruh penduduk langit. Alangkah bahagianya diri ini, jika seluruh kesempatan yang Allah berikan berupa nikmat-nikmat tersebut dapat kita pergunakan untuk meraih kasih sayang dari Allah.