Bismillaahirrahmaanirrahiim..
Apakah maksud dari bersama hingga maut menjemput?
Maksud dari pernyataan itu adalah kesetian terus menerus sampai meninggal
dunia. Ada cerita tentang sepasang suami istri, memiliki anak, mereka
senantiasa berdoa dengan ikhlas agar Allah mengabadikan cinta mereka sampai
meninggal dunia. Suatu hari mereka pergi ke luar kota, namun naas terjadilah kecelakaan
dan keduanya meninggal dunia.
Jika kita berdoa berhati-hatilah. Berdoalah yang
baik walau kepada orang yang tidak kita sukai. Jibril berkata bahwa doa yg
pertama dikabul adalah untuk orang yang berdoa.
Banyak rayuan gombal, misalnya demi cinta semua hidup dan matiku hanya untukmu. Bukan seperti itu
yang kita maksud. Yang akan dikabulkan adalah doa. Ada seorang sahabat nabi yaitu
Abu Dzar Al-Ghifari tinggal di padang pasir dengan istrinya. Pendek cerita Abu
Dzar dan istrinya berdoa baik dan buruk yang menimpa keduanya, “tetap satukan
kami ya Allah”. Suatu hari Abu Dzar sakit sehingga terlihat sudah hampir
meninggal dunia. Lalu istri Abu Dar menangis. Abu Dzar bertanya kepada istrinya
mengapa ia menangis? Bukankah semua akan
mati. Istri Abu Dzar mengatakan “Wahai suamiku kita tidak punya kain kafan,
akan minta siapa kita nanti? Abu Dzar teringat nasihat Rasul jika diantara kalian semua nanti meninggal di
padang pasir, jangan kawatir, semua kaum mukmin akan meninggal. Ketika itu
Abduah bin Mas’ud lewat di padang pasir bersama rombongannya ketika Abu Dzar
meninggal. Kesetiaan jika diniatkan karena Allah, In Syaa Allah akan dikabul
oleh Allah, yang penting saling mendoakan.
Sesi Pertanyaan :
Ketika pasangan kita sakaratul maut, yakinlah semua
akan meninggal dunia. Mati tidak bisa dimajukan atau dimundurkan. Talqinkan di
telinga dua syahadat, jikalau nafas masih panjang. Kalau pendek ucapkanlah
lafadz Allah, Allah, Allah. Sakaratul maut ibarat mendaki gunung, panas, penuh
onak dan duri, maka iblis akan datang dari kaki. Iblis membawa air, dan ia akan
memberikan air tersebut jika ia mengingkari Allah Tuhannya, jika Muhammad itu
seorang pendusta, Islam bukan agamamu. Rejeki sudah habis basahin bibirnya
ketika sakaratul maut, karena ketika sakaratul maut tidak bisa menelan.
QS.Yunus 49 menyatakan “Katakanlah (Muhammad) “Aku
tidak kuasa menolak mudharat maupun mendatangkan manfaat kepada diriku, kecuali
apa yang Allah kehendaki.” Bagi setiap umat memiliki ajal (batas waktu).
Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan
sesaat pun.”
Jika suami dan istri ingin bertemu di akhirat harus
sama-sama sholeh-sholehah.
Kiat sakaratul maut yaitu dari awal kerjakan sholat,
puasa, zakat, haji umrah, beramal shalih, berkata yang baik seperti Alhamdulillah,
Astaghfirullah, Subhanallah, semua perlu latihan.
Kewajiban suami kepada istrinya adalah memberikan
makanan sebagaimana suami makan, memberikan pakaian sebagaimana suami
berpakaian, tidak boleh memukul,
memanggil dengan panggilan yang buruk. Sedangkan kewajiban istri kepada
suaminya adalah tidak boleh meninggalkan tempat tidur, menyembunyikan apa-apa yang
ada di badannya, taat sepanjang tidak melanggar perintah agama, memohon ijin
ketika hendak keluar rumah. Seandainya makhluk boleh sujud kepada makhluk, maka
aku perintahkan istri untuk bersujud kepada suaminya. Namun hal itu dilarang,
sehingga aku wajibkan istri untuk menghormati suaminya, jika suami itu sangat
sayang, dan baik amalnya.
Tujuan pernikahan untuk ketenangan, kalau memiliki
suami yang suka KDRT, menikah lagi, lebih baik kita mundur. Kita perempuan
memiliki hak gugat, bawa saksi 2 saksi yang baligh dan berakal.
Jika suami suka bersumpah. Sumpah orang yang tidak
benar tidak terkabul.
Ketika ditinggal meninggal tiba-tiba yakin semua
akan mati. Hadapi dengan iman seperti tertuang dalam QS.At Tagabun:11 : “Tidak
ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan ijin Allah; dan
barangsiapa beriman kepada Allah; niscaya Allah akan member petunjuk kepada
hatinya. Dan allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
Mamah dan Aa’ 25102015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar