Minggu, 27 Mei 2018

Diujung Pencarian, Kutemukan Manhaj Salaf



Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Assalaamu’alaykum everyone.. kali ini saya akan menulis tentang pertemuan saya dengan Manhaj Salaf yang setelah sekian lama membuat saya semakin haus akan ilmu pengetahuannya yang asyiiik.. Apalagi ditambah postingan-postingan yang sangat memprihatinkan terkait Wahabi, Wahabi, yang sebenernya salah paham kalo disematkan pada manhaj salaf..

Oke kita mulai kisahnya..

Kisah bermula ketika saya menjadi perantara ta’aruf teman saya.. kisahnya adalah, teman saya berkeinginan ta’aruf dengan seorang ikhwan. Awalnya saya agak canggung, takut, deg-degan, karena ini menyangkut kehidupan teman saya untuk selamanya.. Tapi malah dari sini hidup saya berbalik 180 derajat.. to the point!

 Temanku suka sama kamu, dia ingin berta’aruf denganmu.. Sumpah demi Allah, demi Rasulullah” kataku sambil memberi isyarat bersaksi.

Ia spontan mengatakan..

Sumpah hanya ada satu saja, yaitu hanya demi Allah.. Jika kita mengatakan demi Rasulullah juga, maka kita jatuh pada kesyirikan..” katanya.

Aku menyambungnya lagi..

Temanku sungguh menginginkanmu menjadi suaminya kelak, ia sampai menyimpan fotomu di foldernya..” kataku lagi

Satu ilmu lagi yang kudapat darinya, ia lantas mengatakan..

Tak ada rasa cinta, sebelum pernikahan dikumandangkan.”

Dieeeer!!! Aku seperti tersambar petir!! Apa kabar denganku kala itu?? Aku tak tahu jika seperti itu..
Dan ternyata, ikhwan tersebut telah mengkhitbah wanita shalihah yang insyaAllah dijaga oleh Allah..

********

Berawal dari sini, aku mengenal manhaj salaf. Apa sih manhaj salaf itu, mulai kucari tahu apakah itu? Yang lain bilang wahabi-wahabi, tapi sesungguhnya ini adalah kesalahpahaman.

Memang benar, faktor terpenting orang sulit menerima kebenaran adalah karena “Kebenaran itu menghantam keras pada apa yang kita yakini selama ini sebagai kebenaran..”

Tapi ada satu hal yang penting, yaitu campakkan pengetahuan kita jika ternyata berbenturan dengan Al-Qur’an dan sunnah!!

Dahulu bener-bener suka acara maulud nabi, siapa sih yang ga suka? Lagunya bagus-bagus, banyak temen-temennya juga lagi, rame, seru! ikutan shalawat bersama, shalawat kubra, yasinan, tahlilan, selamatan ini itu, haul, ulang tahun, musik di kampus, semuanya ternyata ndak ada nash yang shahih yang memperkuat itu dilakukan..

Just simple sebenernyaa..

Kerjakan apa yang diperintahkan, tinggalkan yang ga diperintah. Sulit?? Iya emang sulit!! Keluarga? Pasti iya menentang. Dianggap aliran sesat? Hmmm..

Kalau kita tahu itu semua yang harus kita tinggalkan, hanyalah segelintir kecil dibandingkan dengan sunnah-sunnah Rasulullah yang belum kita lakukan!! Bener-bener ga ada apa-apanya!! Kitab apa yang sudah kita baca? Berasa kecil, ga ada apa-apanya, tugas kita sebenernya belajar pada orang  yang benar-benar bisa mengatakan sumber dalil apa yang ia sampaikan. Kita perlu tahu track recordnya baik ato tidak? Rekomendasi dari ustad lainnya gimana.. Baik aja ga cukup, tapi ada dasarnya,  ada dalilnya tidak?

Ada quote bagus nih,

“Tanda kita mulai perhatian pada agama kita adalah ketika kita mulai menanyakan adakah dalilnya terhadap ibadah yang kita lakukan?”

ingaaat, ibadah ya, yang ibadah.. karena hukum dasar ibadah itu dilarang, sampai datang dalil yang membolehkan.. jangan sampai bilang Facebook, AC, mobil, bid’ah! salah konsep itu.. karena itu semua bukan termasuk ibadah.. jadi ga boleh asal-asalan yang penting baik. Percaya deh, kalo kita mengamalkan sesuatu sesuai anjuran Rasulullah, maka akan jauh lebih tenang, setidaknya waktu besok kita ditanyain di akhirat, bisa jawab. Dan yang kedua, kita berasa lebih dekat dengan Rasulullah..

Back to the topic..

Bagaimana bisa kita mengatakan Wahabi pada bangsa Arab? Nabi kita berasal dari Arab, Al-Qur’an berbahasa Arab, Kiblat shalat kita juga ke Ka’bah, di Arab, pingin Umroh ato Haji juga di Arab, Rasulullah berdakwah di Mekkah 13 tahun, dan di Madinah 10 tahun, Rasulullah wafat juga di Arab. Apa kita akan mengatakan kita lebih baik dari bangsa Arab? Allah itu lebih tahu, ga mungkin Nabi terakhir dipilih dari bangsa Arab, kalo ga ada hikmah pembelajaran yang sangat besar disana!! Mekkah kota suci itu berada di Arab, disana tidak boleh menumpahkan darah, membunuh, memang di jaga oleh Malaikat hingga akhir zaman..

*********

Wahabi sebenarnya muncul di abad ke 2 Hijraiyah yang dibawa oleh Abdul Wahhab bin Rustum. Seorang Khawarij yang mengkafirkan kaum Muslimin. Pemikirannya memang menyesatkan. Jadi penamaan Wahabi itu dengan yang di klaim katanya “pentolan dakwah Wahabi itu (adalah) Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab’ maka ini adalah suatu sejarah yang aneh sekali. Sedangkan beliau ini lahir pada tahun 1115 Hijriyah.

Referensi bagus biar ga salah paham : Kitabut Tauhid karya Muhammad bin Abdul Wahhab..

Dan lagi, nama beliau adalah Muhammad bin Abdul Wahhab, secara penisbatannya saja sudah salah.

“Wahabi” = penisbatan pada Wahhab

Nama beliau “Muhammad” = penisbatan seharusnya Muhammadiyah

Salah paham yang harus diluruskan yaitu, selama ini klaim Wahabi yang sudah salah sejak dari akarnya ditambah tuduhan membenci Nabi Muhammad karena tidak maulid, memusuhi para wali, mengingkari karamah, berdzikir, melarang orang berziarah kubur, dan melarang shalawat, sama sekali tidak benar!! Jika kita tahu apa yang diajarkan didalamnya, niscaya kita akan meleleh karenanya.. eaaakkk.. :D :D

Dalam ajaran Rasulullah, kita juga dianjurkan untuk bershalawat (dengan ketentuan shalawat yang diajarkan Nabi, karena ini merupakan ibadah), berziarah kubur hanya untuk mengingat kematian, bukan untuk meminta ini itu, karamah juga memang ada dalam Islam tapi perlu dikaji yang bagaimana dulu sih? Kita harus ilmiah, jelas asal-usulnya.. ini baru TOP hehe..

Ada catatan faedah kajian Kitab Ar-Risalah, kitab siapa ini? Pasti tahu dong yaa.. ini Kitab Imam Syafi’I disampaikan oleh Ust.Muhtarom..

Antum pernah merasa ragu? Terombang ambing? Didepan antum ada dua jalan, satu kekiri, satu kekanan, antum tidak tahu, tidak ada orang yang bisa ditanya. Tujuan antum satu, antum tidak tahu ini yang benar kekiri atau kekanan?

Tidak ada petunjuk, tidak ada peta. Saya kira antum akan berhenti disitu. Kekiri tidak berani, kekanan tidak berani. Antum mau untung-untungan? Kalau ga kanan pasti kiri, kalau ga kiri pasti kanan? Tentu tidak. Antum rela menunggu berjam-jam sampai ada orang atau petunjuk yang bisa ditanya.

Karena Ragu itu Siksaan, karena antum tidak tahu ilmunya yang benar kekiri atau kekanan. Antum tidak mau tersesat, tidak mau sudah kekanan belasan kilo lalu kembali lagi tentu antum tidak mau. Ini contoh sederhana keraguan itu mendatangkan musibah. Kenapa ragu? Karena antum tidak berilmu, tidak tahu ilmunya. Ini contoh sederhana ketika di dunia, bagaimana nanti di akhirat? Kalau tadi kita bisa kembali lagi, lalu apakah akhirat bisa kembali lagi? Tidak bisa..

Mengerikan sekali kesalahan dalam beragama ini, kesalahan dunia masih bisa bangkit kembali dan dijadikan pelajaran untuk semakin baik, namun menjadi berbahaya dan musibah jika kesalahan akhirat seperti tahlilan, maulidan, manaqiban, yasinan, dzikir bersama, sholawatan bid’ah, mereka mengira ini mendatangkan ridho Allah menuju surga, tidak tahunya dosa dan mereka tahu disaat sudah tidak bisa mengulang lagi.

Betapa mengerikannya kesalahan dalam beragama ini, maka hati-hati tutup telinga kita, tutup mata kita, jangan sampai mendengarkan dan melihat syubhat lalu kita ikuti karena kita terkecoh karena kita tertipu. Karena syubhat itu luar biasa..

Para ulama mengatakan bahwa sifat syubhat itu kuat dan sifat hati itu lemah. Hati kita ini lemah sekali dan bagaimana bisa melawan syubhat yang kuat tersebut? Maka tanpa ilmu mustahil kita selamat dari syubhat. Bagaimana dengan saudara-saudara kita yang begitu mudahnya ngaji dimana saja, duduk di majlis ta’lim mana saja, yang penting Islam, yang penting Al-Qur’an, yang penting hadits, kan yang dibahas bukan Injil, bukan Taurat. Tidak bisa seperti itu. Sekali masuk syubhat akan sulit keluar walaupun sudah taubat.

Antum bisa lihat hari ini sebagian orang yang mengaku kami rujuk manhaj salaf, kami rujuk manhaj salaf tapi belasan tahun puluhan tahun di hizbi, di haroqi, di sufi, sekali waktu akan muncul hizbi-nya, muncul haroqi-nya, muncul sufi-nya. Kenapa? Itulah bahaya syubhat..

Lihat Imam Ahmad ketika semua orang tahu bahwa Abu Tsaur dan Husein Al-Karobisi ini sudah bertaubat dari ilmu kalam di hadapan Imam Syafi’i, dan terdengar berita ini di kalangan pelajar, tholabul ilmi, tapi Imam Ahmad tidak mau duduk di majelis Abu Tsaur atau Husein Al Karobisi, bukan berarti menjelek-jelekkan dan antipasti, tapi memang tidak mau dan itu tidak masalah bukan? Tanpa harus cacian makian, tidak masalah..

Karena Syubhat Kuat dan Hati Kita Lemah, maka duduklah di majelis yang aman. Jangan menantang syubhat..

Say Alhamdulillaah :D















Tidak ada komentar:

Posting Komentar