Syaitan, ia adalah makhluk Allah yang tercipta dari api dan sangat tangguh untuk menghasud manusia agar menjauh dari Allah. Ia memiliki tipu muslihat yang jitu, buluhnya tipis, samar, dan hampir tidak terdeteksi oleh hati. Bagaimana tidak? ia selalu menyertai hati manusia, merong-rong, menaburkan perasaan was-was, takut, hasad, riya', sum'ah, dan masih banyak lagi. Namun, jika kita berlindung kepada Allah In Syaa Allah kita akan terminimalisir dari gangguan syaitan.
Manusia diperintahkan untuk selalu ber fastabiqul khairat, yaitu berlomba-lomba dalam kebaikan. Sebelum kita beramal tentunya didahului dengan niat yang tulus karena Allah. Namun siapa sangka, niat yang lurus tersebut bisa saja melenceng dari yang seharusnya. Niat itu ibarat sebuah alamat dalam sebuah surat, jika alamat itu salah, maka surat tidak akan pernah sampai. Misalkan berniat untuk membantu orang karena Allah, tapi setelah dilihat oleh orang lain ia akan lebih senang atau bangga karena ia akan dianggap orang baik. Kemudian waktu seorang imam melantunkan bacaan sholat, ketika imam tersebut tahu bahwa ada yang mendengarkannya, ia melebih-lebihkan dalam membaca bacaan shalat. Inilah yang ditakutkan, ibadah berbalut belenggu syaitan.
Allah memiliki kuasa membolak-balikkan hati manusia. Hanya kepada-Nya hati kita disandarkan. Kita hendaknya senantiasa memohon hati yang dilindungi dari bahaya yang selalu mengintai selama kita masih hidup agar memiliki ketetapan iman. Siapa sangka, orang yang ahli ibadah dapat selamat hingga ajal menjemput, dan siapa pula yang dapat memastikan bahwa orang keji tidak dapat bertaubat dan mendapat syurga Allah? Wallahu'alam.
Allah telah memberikan solusi untuk mengatasi belenggu syaitan. Dalam QS.Al-A'raf:200 disebutkan, "Dan jika syaitan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui." Dalam surat lain juga disebutkan yaitu QS.An-Nahl:99, "Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Allah.
Allah adalah Tuhan yang senantiasa menyayangi kita. Salah satu buktinya adalah ia menyertai kita dengan dua malaikat mulia yang mencatat setiap amal kita yaitu Malaikat Raqib dan Atid. Apabila kita hendak melakukan tindakan buruk seperti menggantikan cinta kita kepada Allah dengan yang selainnya, ingatlah hal itu akan tercatat dalam kitab catatan amal burukmu. Relakah kamu menggantikan Allah yang telah memberikan sepenuh hati-Nya, cinta-Nya yang melebihi kasih kedua orang tuamu dengan yang lainnya? Kita telah diberikan berbagai nikmat sehat, udara yang cuma-cuma, senyuman, dan termasuk kesedihan itu juga tanda cinta-Nya kepada kita. Kita akan lebih menghargai hidup, karena seseorang belum dikatakan beriman, sebelum kita diuji terlebih dahulu seperti umat terdahulu. Jika kita lulus akan ujian Allah, kita akan dinaikkan derajatnya oleh Allah. "Maka ni'mat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS.Ar-Rahmaan:55).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar