Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Oktober 2018

Shufiyyah; Hubb?


Bismillaahirrahmaanirrahiim..



Assalaamu'alaykum everyone..


Kali ini saya akan menulis tentang sebuah catatan, yang sebenarnya sangat ingin saya sampaikan kepada seseorang. Saya telah mengenalnya sejak masih SMA.. Karena ini sangat mengganjal, saya ingin paparkan dalam sebuah tulisan dibawah ini. 

Sebenarnya dia adalah orang baik. Hanya saja, sangat sulit.. sulit untuk membuka bahwa itu harus diluruskan, begitupula sebaliknya, ia selalu mencoba menjelaskan bahwa sebenarnya Shufi itu..

.
.
.
Baik
.
.
.

Saya memang belum sempat menyampaikan ini kepadanya, namun setidaknya tulisan ini akan memiliki manfaat untuk yang lainnya, insyaAllah..

Kutipan yang sering saya dengar dari Shufiyyah..


"Saya beribadah kepada Allah bukan karena menginginkan Surga tidak pula karena takut dengan Neraka." (Shufi)


Nah, saya ingin menyampaikan beberapa hal terkait Shufiyyah


Kata-kata shufiyyah diambil dari akar kata Yunani yaitu sophia artinya adalah hikmah. Ada pula yang mengatakan bahwa kata itu dinisbatkan kepada pakaian shuuf (wol) - dan inilah makna yang paling dekat dengan kebenaran (Al-haq) - dan pendapat inilah yang dianggap kuat oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, sebab beliau melihat langsung orang-orang shufi memakai pakaian dari shuuf (wol) dengan anggapan bahwa pakaian itu melambangkan kezuhudan.

Penamaan Tashawwuf dan Shufi tidak dikenal pada awal Islam. Penamaan ini terkenal (ada) setelah itu, atau masuk ke dalam Islam dari ajaran agama dan keyakinan selain Islam. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menyebutkan bahwa awal munculnya shufiyah adalah dari Bashrah di Irak. Di Basrah terjadi sikap berlebih-lebihan dalam kezuhudan dan ibadah yang tidak pernah terjadi di seluruh negeri.

Dr.Shabir Tha'imah memberi komentar dalam kitabnya, ash-Shuufiyyah Mu'taqadan wa Maslakan, "Jelas bahwa Tashawwuf dipengaruhi oleh kehidupan para pendeta Nasrani, mereka suka memakai pakaian dari bulu domba dan berdiam di biara-biara, dan ini banyak sekali. Islam memutuskan kebiasaan ini ketika ia membebaskan setiap negeri dengan tauhid. Islam memberikan pengaruh yang baik terhadap kehidupan dan memperbaiki tata cara ibadah yang salah dari orang-orang sebelum Islam."

Syaikh Dr.Ihsan Ilahi Zahir rahimahullah (wafat tahun 1407 hijriyyah) berkata di dalam bukunya at-Tashawwuf al-Mansya' wal Mashaadir, "Apabila kita memperhatikan dengan teliti tentang ajaran Shufi yang pertama dan terakhir (belakangan) serta pendapat-pendapat yang dinukil dan diakui oleh mereka di dalam kitab-kitab Shufi, baik yang lama maupun yang baru, maka kita akan melihat dengan jelas perbedaan yang jauh antara Shufi dengan ajaran Al-Qur'an dan As-Sunnah. Begitu juga kita tidak pernah melihat adanya bibit-bibit Shufi di dalam perjalanan hidup Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam dan para sahabat beliau, yang mereka adalah (sebaik-baik) pilihan Allah Ta'ala dari para hamba-Nya (setelah para nabi dan rasul). Sebaliknya kita bisa melihat bahwa ajaran Tashawwuf diambil dari para pendeta Kristen, Brahmana, Hindu, Yahudi, serta kezuhudan Budha, konsep Asy-Syu'ubi di Iran yang merupakan Majusi di periode awal kaum Shufi, Ghanusiyah, Yunani, dan pemikiran Neo-Platoisme, yang dilakukan oleh orang-orang Shufi belakangan."

Ajarannya dinamakan tashawwuf, sedang orang yang menganut dan memeluknya dinamakan Shufi. Thasawwuf dan pemeluknya termasuk ahlul bid'ah yang sesat dan menyesatkan. Tashawwuf dibina atas dasar kebodohan diatas kebodohan, sebab hakikat ajaran Tashawwuf adalah kebodohan. Imam Asy-Syafi'i rahimahullah berkata, "Kalau seorang belajar Tashawwuf di pagi hari maka pada waktu siang dia telah menjadi orang yang paling dungu."

Recommended book for you 📚📚


Bid'ah dalam tashawwuf sangat banyak sekali, diantaranya :

1. Mereka membatasi serta membangun ibadah-ibadah mereka atas dasar rasa cinta saja dan tidak mempedulikan rasa takut dan harap, sebagaimana dikatakan oleh sebagian mereka, "Saya beribadah kepada Allah bukan karena menginginkan Surga tidak pula karena takut dengan Neraka."

2. Mereka menjadikan kubur-kubur wali, orang shalih atau yang lainnya sebagai tempat ibadah. Mereka mengajak manusia untuk menyembah kubur (walau dia sempat mengatakan tidak semua Shufi seperti ini, tapi banyak sekali keganjilan Shufi yang lainnya.. point 3..)

3. Secara umum, dalam beragama dan beribadah mereka tidak merujuk kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah serta tidak mencontoh Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam. Yang menjadi rujukan mereka adalah perasaan mereka, ajaran guru-guru mereka berupa tarekat-tarekat yang bid'ah, berbagai dzikir dan wirid yang bid'ah, bahkan mereka juga berdalil dengan cerita-cerita, mimpi-mimpi, dan hadits-hadits palsu untuk membenarkan ajarannya. Itu semua sebagai ganti dari berdalil dengan Al-Qur'an dan as-Sunnah.

4. Mereka melazimi (terus-menerus mengamalkan) dzikir dan wirid yang dibuat oleh guru mereka sehingga menjadi terikat dengannya, beribadah dengan membacanya, bahkan bisa jadi mereka lebih mengutamakan dzikir dan wirid itu daripada membaca Al-Qur'anul Kariim. Dan mereka menamakannya dengan "dzikir khusus."

Adapun dzikir yang berasal dari al-Qur'an dan As-Sunnah mereka namakan dengan "dzikir umum." Maka kalimat Laa ilaaha illallah menurut mereka adalah dzikir umum. Adapun dzikir khusus adalah bentuk kata tunggal, yaitu "Allah", sedang dzikir yang lebih khusus lagi (khashshatul khashshah) ialah kata "Huwa (Dia)."

5. Mereka berlebih-lebihan terhadap para wali dan guru-guru mereka. Ini bertentangan dengan akidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

Sebagian mereka mengatakan, "Maqam (kedudukan/derajat) kenabian di alam barzakh berada sedikit di atas Rasul dan berada di bawah wali."

6. Mereka bertaqarrub kepada Allah melalui nyanyian, tarian, memukul rebana, dan tepuk tangan. Mereka menganggap hal ini sebagai bentuk ibadah kepada Allah.

7. Membagi manusia menjadi empat tingkatan : syari'at, tarekat, hakikat, dan ma'rifat. Menurut mereka, apabila seseorang telah mencapau derajat ma'rifat maka orang itu bebas dari kewajiban syari'at dan tidak perlu lagi shalat, puasa, dan lainnya atau tidak perlu lagi menjauhi larangan seperti zina, minum khamr, dan lain-lain.

8. Membuat-buat dan menetapkan berbagai macam ibadah bid'ah seperti shalat, dzikir, dan lainnya yang tidak ada asal-usulnya dalam agama Islam.

9. Berdzikir jama'ah dengan suara keras dan dengan satu suara.

10. Berdzikir dengan lafadz "Allah, Allah, Allah..." atau "Huwa, Huwa, Huwa..." atau "Hu, Hu, Hu..."

11. Adanya ajaran bai'at.

12. Ghuluw kepada guru-guru mereka sampai mereka sujud dan menyembah guru-guru mereka yang telah mati.

13. Mereka mengatakan adanya ilmu batin dan ilmu lahir. Dan menurut mereka ilmu yang mereka dapatkan itu terkadang langsung dari Allah, terkadang melalui Malaikat, terkadang mengambil dari Nabi Khidzir, terkadang dari mimpi, bahkan terkadang mereka menyangka bahwa mereka mengambil ilmu dari Lauhul Mahfuudz.

14. Kalangan yang ekstrim dari mereka mengatakan bahwa Allah menitis ke makhluk-Nya, dan meyakini bahwa Allah adalah makhluk dan makhluk adalah Allah.

Ada beberapa tarekat Shufi yang terkenal, diantaranya: Rifa'iyyah, Syadziliyah, Qadiriyah, at-Tijaniyyah, dan lainnya..

May Allah bless us with Sunnah..

(Disadur dari buku Mulia dengan Manhaj Salaf oleh Ust.Yazid bin Qadir Jawas)






Rabu, 12 September 2018

Jannati

Bismillaahirrahmaanirrahiim


"Mewaqafkan diri untuk Allah adalah usaha tertinggi. Termasuk hati, cinta, dan segala apapun yang dimiliki.."



Buku ini adalah hadiah teman saya Ika Wijayanti ketika diawal saya berhijrah.. Jazakillah khair ya sayaaang 🍁🍁
Aku kangeeeen kamu 😢😢😢
BTW makasih pake bangeeet



Berikut ini adalah kiat membangun rumah di Surga
disadur dari buku karangan Ust.Syafiq Riza Basalamah

-Rumahku Masih Ngontrak-


Bunga-bunga di tamannya tidak pernah layu. Bentuknya tidak pernah membosankan. Bangunannya disusun dari batu bata emas dan perak. Bahan pelekatnya adalah minyak kesturi. Kerikilnya dari mutiara dan permata. Debunya adalah Za'faron (Komkoma). Kebunnya tidak pernah putus berbuah. Sungai-sungai mengalir di bawahnya. Kekal dan abadi tidak seperti rumah di dunia. Yang memasukinya tidak akan pernah tertimpa duka dan kesedihan..

Lewat coretan ini saya ingin menawarkan rumah, mirip dengan yang dimiliki Khadijah, hampir sama dengan yang dipinta oleh istri Fir'aun. Tidak pandang bulu dan tidak perlu berhutang.. Ada beberapa cara untuk mencicilnya, silakan dipilih yang manapun..

1. Shalat Sunnah 12 Rekaat dalam Sehari Semalam

Rasulullah bersabda:
"Tidaklah seorang muslim melaksanakan shalat sunnah untuk Allah pada setiap harinya sebanyak 12 rekaat selain shalat fardhunya, melainkan Allah akan membangunkan baginya rumah di surga."
(H.R.Muslim juz 1 hal.502)

**

2. Membangun Masjid

Rasulullah bersabda:
"Barangsiapa yang membangunkan bagi Allah sebuah masjid, niscaya Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga."
(H.R.Bukhari-Muslim)

**

3. Membaca Surat Al-Ikhlas 10 Kali

Rasulullah bersabda: 
"Barangsiapa yang membaca surat ( Qul Huwallahu Ahad) sebanyak 10 kali, niscaya Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga."
(H.R.Ahmad)

**

4. Bersabar dan Memuji Allah Tatkala Mendapat Musibah Meninggalnya Buah Hati (Anak)

Rasulullah bersabda:

"Jika anak dari seorang hamba Allah meninggal dunia, Allah berfirman kepada para malaikat-Nya: 

 'Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?' 
Maka mereka berkata: 'Iya, benar.'

Kemudian Allah berkata: 'Kalian telah mengambil buah hatinya?'
Maka para malaikat berkata: 'Iya, benar.'

Allah bertanya lagi: 'Apa yang dikatakan hamba-Ku?'
'Dia memuji-Mu dan berkata "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raji'un" (Sesungguhnya kami ini milik Allah, dan sesungguhnya kepada-Nya kami akan kembali), jawab para malaikat.

Allah-pun berfirman: 'Dirikanlah sebuah rumah untuk hamba-Ku di surga, dan namakan rumah itu; "RUMAH PUJIAN."
(H.R.Tirmidzi, dihasankan Albani)

**

5. Membaca Do'a Tatkala Masuk Pasar

Rasulullah bersabda:

"Barangsiapa yang masuk ke pasar dan berkata:

Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku, wa lahul hamdu, yuhyi wa yumiitu, wa huwa hayyun laa yamuutu, biyadihil khair, wa huwa 'alaa kulli syaiin qodiir

Terjemah: 
Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan hanya Allah yang esa, yang tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan, bagi-Nya segala pujian, Dia yang menghidupkan dan Dia yang mematikan, dan Dia Maha Hidup, tidak mati, di tangan-Nya segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Maka Allah akan menuliskan baginya seribu dikali seribu kebaikan, dihapudkan darinya seribu kali seribu dosa, dan diangkat untuknya seribu kali seribu derajat (yakni satu juta), dan Allah akan membangunkan baginya rumah di surga."
(H.R.Ahmad, Tirmidzi)

**

6. Tinggalkan Kebiasaan Berdusta, Walaupun Hanya Bergurau

Rasulullah bersabda:
"Aku menjamin sebuah rumah di tengah-tengah surga, bagi yang meninggalkan dusta, walaupun hanya bergurau."
(H.R.Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah)

**

7. Meninggalkan Perdebatan Walaupun Merasa Pendapatnya adalah Benar

Rasulullah bersabda:
"Aku menjaminkan sebuah rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan pertengkaran walaupun ia di pihak yang benar."
( H.R.Tirmidzi, Ibnu Majah)

**

8. Menutup Celah Diantara Shaf Shalat

Rasulullah bersabda:
"Barangsiapa yang menutup celah di shaf niscaya Allah akan mengangkat baginya satu derajat dan membangunkan untuknya rumah di surga."
(H.R.Thabrani, disahihkan Albani)

**

9. Berhijrah

Rasulullah bersabda:
"Aku menjaminkan sebuah rumah di bagian pinggiran surga, di tengah surga di yang tertinggi dari kamar-kamar surga bagi yang beriman kepadaku, dan masuk Islam serta berhijrah."
(H.R.Nasa'i)

Berhijrah artinya berpindah dari negeri kafir ke negeri Islam, dari tempat yang tidak bisa ditegakkan syiar-syiar Islam, dan hijrah adalah suatu kewajiban yang berlanjut sampai hari kiamat.

**

10. Berjihad Di Jalan Allah

Rasulullah bersabda:
"Aku menjaminkan bagi yang beriman kepadaku, aku menjaminkan bagi yang beriman kepadaku, dia memeluk Islam dan berjihad di jalan Allah, dengan sebuah rumah di pinggiran surga, satu rumah di tengah surga, dan satu buah rumah di surga tertinggi."
(H.R.Nasa'i)

**

11. Khusnul Khuluq

Rasulullah bersabda:
"Aku menjaminkan rumah di surga tertinggi bagi siapa yang akhlaknya baik."
(H.R.Tirmidzi, Ibnu Majah)

**

Itulah beberapa cara untuk memiliki rumah di surga, supaya kita tidak mengontrak terus. Kemudian kapan kita bisa menempati rumah ini?

InsyaAllah, tatkala kita melewati sirath di atas neraka Jahannam kita akan mendapati yang abadinya telah menanti kita. Aamiin 😊

Semoga bermanfaat 😊😊




Selasa, 11 September 2018

Perfect


Bismillaahirrahmaanirrahiim..

"Ya Allah jujurkanlah hatiku pada-Mu, hilangkanlah rasa takjub pada diri, dan jika aku alfa maka maafkanlah aku, jangan Engkau siksa aku, dan berikanlah aku ilham untuk menyadari dan menjauhinya (kesalahan itu) lagi.Sesungguhnya dunia sangat berat. Ya, sungguh berat!

Dunia, oh dunia..
banyak harta, banyak paras, banyak tahta,
Dunia yang melenakan,
Milikilah sekedarnya saja hai diri

Taubat dari kesalahan kedua itu lebih berat. Karena kita sudah lelah dengan perjuangan taubat yang pertama, dan juga masih ada bekasnya.

***

Kiatnya, jelas yang pertama adalah do'a (Yaa muqollibal qulub, tsabbit qalbi 'alaa diinik). Kedua, jujurlah pada Allah, perbaiki amalan hati. Karena kita hanya sibuk memoles tampilan luaran saja.  Jika kita jujur pada Allah, maka Allah akan wujudkan cita-cita kita (HR.Nasa'i). Jujur pada Allah dalam bertaubat, menuntut ilmu, beribadah, maka Allah akan wujudkan keistiqomahan seperti yang kita inginkan. Ketiga, bergaullah dengan orang shalih, dan jika bisa malah lebih shalih dibandingkan kita. Seseorang diatas agama temannya. Pemuda biasanya mudah terpeleset akibat pertemanan yang salah. Dan terakhir, jangan jauh-jauh dari majelis 'ilmu.

(Tips istiqomah Anak Moeda
 oleh Ust.Nuzul Dzikri)




***


Dari Aisyah Radhiyallahu'anha beliau mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda,

"Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta'ala adalah amalan yang kontinyu walaupun itu sedikit." 'Aisyahpun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya.
(HR.Muslim no 783)

***

Al Hasan Al Basri mengatakan, 
"Wahai kaum muslimin, rutinlah dalam beramal. Ingatlah! Allah tidak menjadikan akhir dari seseorang beramal selain kematiannya."

Beliau juga mengatakan, 
"Jika syaitan melihatmu kontinyu dalam melakukan amalan keta'atan, dia pun akan menjauhimu. Namun jika syaitan melihatmu beramal kemudian engkau meninggalkannya setelah itu, malah melakukannya sesekali saja, maka syaitan pun akan semakin tamak untuk menggodamu."
(Al Mahjah fii Sayrid Duljah, Ibnu Rajab, hal.71)

***

An Nawawi rahimahullah mengatakan, 
"Ketauhilah bahwa amalan yang sedikit namun rutin dilakukan, itu lebih baik dari amalan banyak namun cuma sesekali saja dilakukan. Ingatlah bahwa amalan sedikit yang rutin dilakukan akan melanggengkan amalan keta'atan, dzikir, pendekatan diri pada Allah, niat dan keikhlasan dalam beramal, juga akan membuat amalan tersebut diterima oleh Sang Kholiq Subhanahu wa Ta'ala. Amalan yang sedikit namun rutin dilakukan akan memberikan ganjaran yang besar dan berlipat dibandingkan dengan amalan yang banyak namun sesekali saja dilakukan."
(Syarh Muslim)

***

Ketika ajal menjemput, barulah amalan seseorang berakhir.

***

"Al Hasan Al Basri mengatakan, 
"Sesungguhnya Allah Ta'ala tidaklah menjadikan ajal (waktu akhir) untuk amalan seorang mukmin selain kematiannya."

Lalu Al Hasan membaca firman Allah, 
"Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu al yaqin (yakni ajal)."
(Q.S.Al-Hijr:99)

***

Ibnu Abbas, Mujahid dan mayoritas ulama mengatakan bahwa "al-yaqin" adalah kematian. Dinamakan demikian karena kematian itu sesatu yang diyakini pasti terjadi. Az Zujaaj mengatakan bahwa makna ayat ini adalah sembahlah Allah selamanya. Ahli tafsir lainnya mengatakan, makna ayat tersebut adalah perintah untuk beribadah kepada Allah selamanya, sepanjang hidup.

***

Alhamdulillaahilladzi bi ni'matihi tatimmush sholihaat
Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna..



Source: Syaikh Sa'id bin Ali Wahf Al Qahthani
Semoga menjadi amal jariyah beliau, aamiin
Semoga bermanfaat.. ☺


Minggu, 18 Desember 2016

Tabuk dan Sahabat



Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Beberapa waktu lalu saya sempat membaca tentang Al-Rajhi Bank di Saudi Arabia. Tahukah anda? Al-Rajhi merupakan bank Islam terbesar di dunia yang benar-benar bebas dari sistem ribawi. Sempat merasa takjub dan bangga lho kawan hehe..

Namun, anda perlu tahu juga, ternyata dibalik “raksasa”nya Al-Rajhi Bank ada seseorang yang menurut saya patut “diacungi jempol” Siapakah dia? Taraaa.. Beliau adalah Sulaiman Al-Rajhi, Ia pernah dikisahkan telah memiskinkan dirinya dengan menyerahkan semua kekayaan pada ahli waris dan program-program wakaf. Kisahnya yang membalas berkali-kali lipat kebaikan gurunya waktu kecil, sangat menginspirasi kaum muslimin di dunia.

Ia tidak meletakkan kekayaan di hatinya. Di masa tuanya kini ia telah membagi sekitar 6,7 trilyun hartanya kepada ahli waris dan kerabatnya serta fakir miskin hingga diibaratkan hanya memilih pakaian yang melekat di badan dan asset bisnis yang dikelola para professional yang hasilnya untuk amal sosial dakwah. Ia menegaskan telah lahir tanpa membawa apa-apa dan siap tidak tergantung pada harta sebelum meninggal dunia.

Yang itu ada di zaman sekarang kawan, nah mari kita sedikit bernostalgia dengan orang yang “Tak akan terganti” untuk kejayaan Islam di masa lampau. Mari kita simak kesungguhan hati para sahabat Rasulullah yang merelakan seluruh yang ia miliki untuk Islam, ya.. untuk Islam..

Tahukan anda tentang perang Tabuk? Pernah denger sii mbaak hehe..
Tabuk adalah suatu wilayah yang terletak sekitar 1000 km dari kota Madinah.. Jauh yaa.. Kalo di Indonesia mungkin dari Anyer sampai Panarukan kali yaa hehe..

Ketika perang Tabuk, Islam sangat membutuhkan infaq untuk bekal peperangan. Memang generasi disekeliling Rasulullah tidak diragukan lagi keimanan mereka. Kita lihat kesungguhan mereka untuk menyumbangkan apa yang mereka miliki. Semoga kita dapat meneladaninya.. Aamiin..

Muhammad bin Maslamah (semoga bener ejaannya), beliau menyumbangkan 200 uqiyah perak (Ust.Khalid Basalamah)
1 uqiyah perak = 119 gram perak x 200 uqiyah = 23.800 gram perak.
Kalau dikonversikan, begini kawan..
5 uqiyah perak = 595 gram perak (nisab zakat)
5 uqiyah perak = 85 gram emas
200 uqiyah perak = kira-kira 3400 gram emas x est. Rp.500.000,- = Rp 1,7 M weeewww :)

Ashim bin Adi, beliau menyumbangkan 90 wasaq kurma (Ust.Khalid Basalamah)
1 wasaq = 60 sha’
1 sha’= 4 mud (kira-kira 3 kg) ---> (sumber Rumaysho)
1 mud = 2 telapak tangan penuh dari pria sedang
Jadi, 60 sha’x 3 kg x 90 wasaq kurma = 16.200 kg x (est.kurma @kg Rp.30.000) = Rp  486 jutaa weeewww :)

Ibu-ibu juga tidak mau kalah, Ummu Sinan (semoga bener ejaannya) melihat selembar kain dibentangkan di rumah Aisyah Radhiyallahu’anha berisi gelang kaki, gelang bahu, anting, cincin, dll, untuk persiapan jihad ketika perang Tabuk. Perang Tabuk merupakan perang yang membutuhkan bekal yang besar karena jarak yang jauh dan terik, partisipan yang cukup besar approximately 30.000 pasukan woooww. Tolok ukur bukan jumlah ratusan atau miliar yang di sumbangkan, namun lebih kepada upaya yang dikeluarkan.

Abu Aqil, ia tidak memiliki pekerjaan tetap atau kebun. Kemudian ia pergi ke rumah muslimin untuk mengisi tandon air mereka yang kosong. Ia bekerja semalam suntuk, kemudian dibayar 2 sha’ kurma. 1 sha’ ia sumbangkan untuk jihad di jalan Allah, 1 sha’ untuk keluarganya. Maa syaa Allah :)

Utsman bin Affan melihat orang-orang berinfaq, kemudian ia menyumbangkan 1000 dinar di kantongnya. (Ust.Khalid Basalamah)
1 dinar = 4,25 gram emas
4,25 gram emas x 1000 dinar x est.emas@gram Rp 500 ribu = Rp 2,125 M

Kemudian, bekal masih kurang juga untuk persiapan perang Tabuk ini. Lalu Rasulullah menanyakan siapakah yang ingin berinfaq lagi? Utsman bin Affan kemudian menyerahkan 10.000 dinar (approximately 21 M). Rasulullah seperti tidak percayaa :(

Kemudian, bekal masih kurang juga untuk persiapan perang Tabuk ini. Lalu Utsman bin Affan menyerahkan 700 uqiyah emas. 1 uqiyah emas = 17 gram emas. Berarti, 17 gram emas x 700 uqiyah x est.Rp 500 ribu = Rp 5,950 M :( terharu saya..

Kemudian, bekal masih kurang juga untuk persiapan perang Tabuk ini. Lalu Utsman bin Affan menyerahkan 940 kuda, disempurnakan dengan 60 unta. Ada yang meriwayatkan sebaliknya (940 unta, dan disempurnakan 60 kuda) ---> Ust.Khalid Basalamah

Kuda yang digunakan pada masa lampau mungkin jika itu adalah kuda yang sekarang, merupakan kuda yang sudah terlatih handal (estimasi 1 M/ekor kuda). Unta yang digunakan pada masa lampau pun juga bukan unta sembarangan, namun juga sudah terlatih (estimasi 10 ribu-15 ribu real atau kalo di rupiahkan sekitar 40-50 juta/ekor unta) :( Speechless

Speechless, ketika Utsman mengatakan ia sudah tidak memiliki apa-apa lagi. Rasulullah bersabda, Wahai Utsman, semoga Allah mengampunimu yang engkau sembunyikan dan engkau tampakkan. Kiamat tidak akan membahayakanmu.. (Aamiin.. :) )
Mereka semua memang tak akan terganti..

Tulisan diatas tidak bermaksud untuk mengungkit infaq para sahabat Rasulullah kawan, namun tulisan ini semata untuk menambah rasa cinta pada Allah, Islam, Rasulullah, dan para sahabat-sahabatnya. Semoga ridho Allah selalu menyertai mereka. Serta tak lupa, tulisan ini juga untuk menambah semangat untuk giat mencari rizki yang halal dan berkah, untuk ummat dan dakwah Islam, tentunya tidak meninggalkan ibadah kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Kalau bukan kita, siapa lagi kawan? Sermoga bermanfaat :)



Jumat, 24 Juni 2016

High Class Love


Bismillaahirrahmaanirrahiim..

“Salah satu diantara mereka yang mendapatkan naungan Allah Subhanahuwata’ala di hari kiamat adalah orang yang saling mencintai karena Allah, mereka berkumpul karena Allah, berpisahpun karena Allah.”

Let’s check it out!

Hari kiamat. Hari kiamat, Ya! Hari kiamat. Penjelasan mengenai hari kiamat sudah sangat sering kita dengar. Ingatkah anda di tahun 2012 lalu? Sebuah ramalan yang menggemparkan Indonesia, bahkan sampai “melancong” ke luar negeri. Filmnya pun sangat ngeri terasa, ya! “2012” Tentang terjadinya kiamat,  tergulungnya lautan, hancurnya alam semesta, runtuhnya jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya. Semua orang berlari kencang, ada yang pakai mobil juga, berharap mereka mampu menyelamatkan diri dari kekacauan kiamat. Namun yang tersebut adalah versi film, versi aslinya tak ada yang mengetahui kapan pastinya, termasuk orang terkasih Allah Subhanahuwata’ala yaitu Rasulullah Sallallahu’alaihi Wasallam sendiri..

Yuk mari saya mengajak pembaca memaknai arti “High Class Love” bagaimana anda sekalian memaknai istilah ini? Maknanya bermacam-macam, mungkin ada yang mengartikan cinta sejati,... yaaa, bolehlah J atau mencintai orang yang high/tinggi? Kalo itu kriteria mungkin iya.. apalagi ditambah putih, elok paras, berada, strata sosial yang wow.. siapa yang tak tertarik? Tapi kita tepiskan dulu pandangan itu ya...

High Class Love disini berarti cinta tingkat tinggi, cinta yang mana itu mah, Mbak? Cinta tingkat tinggi yaitu dimana dua orang/lebih yang saling mencintai karena Allah, mereka berpisahpun karena Allah juga.. So sweet kan? Misalnya begini, Abu Bakar dan Rasulullah adalah contoh simpelnya. Beliau berdua ibarat surat dan perangkonya, amplop dan lemnya, gelas dan tutupnya, yap tak terpisahkan. Sahabat tingkat tinggi, cintanya juga tingkat tinggi. Jika Abu Bakar melakukan suatu kesalahan, maka Rasulullah menasihatinya, Rasulullah melakukan ini, Abu Bakar juga ayuk, ketika Abu Bakar khawatir dalam kejaran kaum kafir ketika berada di gua, Rasulullah pun menenangkannya, “Innallaha ma’ana..” Sesungguhnya Allah bersama kita.. Do’anya untuk dua orang lho.. Bahkan anda pasti tahu Aisyah putri Abu Bakar, beliau dinikahkan dengan Rasulullah ketika usianya sangat belia.. Bukan main tingkat tingginya (persahabatannya)..

Dari kisah Rasulullah dan Abu Bakar kita dapat menarik kesimpulan, high class love adalah ketika kamu mencintai Allah, aku juga mencintaimu. Ketika kamu masih di koridor/ jalan Islam aku “yuk mari” sama kamu (akidah), kita adalah satu. Jika kamu salah, aku bertugas meluruskanmu. Jika aku salah, maka tolong luruskan aku. Jika kamu butuh bantuan, In Syaa Allah aku menolongmu selama dalam kebaikan dan untuk kepentingan Islam. Kita kuat karena Islam.. Terkadang ada kebingungan yang mengganjal antara meluruskan dan “kekuatan” untuk men-judge.

“Kamu itu gini ya ternyata, ga nyangka aku.”

“Kamu..! Yang kamu lakukan itu..*****! Pasti kamu ikut aliran ini kan?”

Kalimat itu hal sepele, tapi dalam maknanya. Terkadang untuk mengungkapkan sesuatu, namun jika salah bahasa/ penggunaan kalimat bisa jadi negative effect buat diri sendiri.

Alangkah lebih bagus jika kita menggunakan tutur kata yang lebih sopan dan ramah untuk meluruskan sesuatu. Misal, ada dua orang sahabat Adam dan Muhammad. Kisahnya begini. Adam adalah seorang yang berisbal (belum bercelana diatas mata kaki), nah sebagai sahabat yang baik Muhammad menyeru kepada yang haq (benar) untuk mengajak Adam mulai tidak berisbal (bercelana sedikit atas dari mata kaki).

Akhi Adam, oh ya kemarin saya dapat info dari ustadz saya ada kajian menarik di Masjid Sakinah lho..”

“Wah iya kah? Temanya tentang apa ya akhi Muhammad?”

“Wah itu rahasia, nanti ndak surprise lagi dong, In Syaa Allah kajiannya bermanfaat dan menarik. Ikut ya akhi, temani saya hehe, besok saya jemput dehh..” (kalimat ini menasihati secara tidak langsung (lewat kajian), tidak menjudge secara langsung, ada akhlaknya (tolong menolong)..

Teman mana yang tidak melting coba? Sudah diajak, dijemput, tambah di traktir lagi hehe.. berlapis-lapis berkahnya J Daaaaann keesokan harinya.. Taraaa...

“Akhi Adam, Alhamdulillaah antum semakin handsome sekarang, saya senang dengan perubahan akhi sekarang, In Syaa Allah akan berkah, saling mendo’akan ya Akhi..”

“Syukron ya akhi Muhammad, kajian kemarin sangat membekas di hati saya, do’akan saya istiqomah seperti ini ya Akhi..”

“Waiyyaka akhi Adam, semoga kita selalu diberi rahmat, ilmu, dan hikmah selalu Aamiin..”

“Wah, akhi Muhammad kapan-kapan saya mau dong diajak kajian lagi hehe..”

“In Syaa Allah, In Syaa Allah akhi.. saya sangat senang sekali.. Semoga Allah mempertemukan kita di hari kiamat, di naungan arsy Allah, dimana dua orang yang saling mencintai dan berpisah karena Allah. Aamiin, Aamiin, Aamiin..”

“In Syaa Allah akhi...” (ditambah jabat tangan, peluk, salam, daaaannn dobel dobel berkahnya) hehe
Semoga bermanfaat...

 “Change your word Friends J


Minggu, 12 Juni 2016

Hijrah? Why Not?

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

“Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka terbunuh atau mati, sungguh, Allah akan memberikan kepada mereka rizki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah pemberi rizki yang terbaik.”
(QS.Al-Hajj:58)

Apa sih hijrah itu? “Eh gue pingin hijrah nih..”; “Aku harus hijrah!”; Lalu apakah hijrah itu? Hijrah dapat kita maknai perpindahan, meninggalkan, menjauhi. Hijrah dapat dimaknai secara fisik dan psikis (batin). Di zaman Rasulullah telah ada perintah hijrah, hijrah Rasulullah ini bermakna hijrah secara fisik dan psikis. Hijrah fisik kaum muhajirin dengan perpindahan dari Mekkah menuju Madinah. Sedangkan hijrah psikis kaum muhajirin dikarenakan keinginan untuk melepaskan diri dari nilai-nilai yang dianut kebanyakan kaum kafir di Mekkah.

Kawanku, disini kita akan membahas hijrah, hijrah disini adalah hijrah secara psikis (batin). Kehidupan juga mesti mengalami perpindahan, tentunya perpindahan ke arah yang lebih baik. Misal, dulunya preman , sekarang bertaubat. Ada lagi dulunya seorang jahiil, sekarang berkat semangat belajar menjadi seorang alim yang dapat mengeluarkan dirinya dan orang lain dari permasalahan. Dulunya tidak berhijab, sekarang menjadi berhijab syar’i. Dulu bekerja di dunia hiburan, sekarang sukses berwirausaha, dsb.

Kehidupan yang telah kita capai sekarang bukanlah perkara instan. Ibarat besi atau baja, mereka mengalami proses penyepuhan terlebih dahulu dengan api yang sangat panas untuk mendapatkan baju besi yang kokoh, keras, dan indah. Ibarat pelangi, pelangi muncul setelah adanya hujan atau bahkan ditambah badai. Ibarat bawang merah, untuk mendapat bawang merah yang bersih, ia harus merasakan sakit ketika dikuliti, pedih di mata ketika di kupas. Sama… hijrah juga demikian… terkadang seorang muallaf harus rela berpisah dengan keluarganya untuk mencicipi, menelan, mencerna, dan akhirnya mengalir di aliran darahnya dengan Islam. Seseorang yang memutuskan mengikuti sunnah nabinya, tak jarang mendapatkan judge fanatic, ekstrimis, dan bahkan aliran sesat.

Dapat kita simak perjalanan hijrah para sahabat nabi seperti Hamza Radhiyallahu’anhu. Di awal beliau memeluk Islam begitu mengejutkan. Siapa sangka beliau dulunya adalah seorang pemburu singa di padang pasir, beralih gelar menjadi singa Allah. Siapa sangka Khalid bin Walid yang dulunya pembenci Islam, beralih gelar menjadi pedangnya Allah. Bahkan Hindun dan Abu Sufyan yang dulunya musuh besar Islam berbalik menjadi memeluk Islam. Sungguh Allah benar-benar Maha Pembolak-balik hati. Terkadang kita berpikir apakah kita layak diterima oleh Allah, mengingat dosa-dosa kita yang mengucur begitu derasnya dari sela-sela jari tangan, kaki, hati, kerlingan mata, gerakan lidah, dan telingapun tak luput darinya.

Ada sajak menarik saya pikir, bunyinya sebagai berikut, “Meskipun kita tak sekaya Abu Bakar, seberani Umar bin Khaththab, setampan Utsman bin Affan, sebijaksana Ali bin Abi Thalib, apakah lantas kita berhenti menjadi hamba Allah yang terbaik? Bukankah status yang membuat kita bangga adalah ketika kita menyandang status hamba Allah, apapun latar belakangnya, apapun pekerjaannya, dan apapun-apapun lainnya.

Begitupula jika kita seorang wanita, tak ada batasan untuk menjadi Abdullah yang terbaik, meskipun kita tak sekaya Siti Khadijah, sejelita Siti Yulaikha, sekuat Siti Fatimah, secerdas Siti Aisyah, apapun gelarnya, apapun pekerjaannya, apapun latar belakangnya.

Pernah dahulu ada seorang akhwat berhijrah menjadi seorang muslimah, In Syaa Allah.. Ketika itu Allah pertemukan keduanya disebuah acara dakwah kampus. Si akhwat dan si ikhwan. Ikhwan tersebut menjadi pembicara. Si Ikhwan memiliki tutur bahasa yang sopan, terstruktur. It’s so perfect. Apalagi menurut informasi si ikhwan adalah seorang yang berprestasi, relatif baik parasnya, keturunan agamis. Saat itu dalam pandangan sang akhwat, “wah ini mungkin yang dikirim untuk saya dari Allah.”

Usut punya usut, ternyata si akhwat tadi satu kos dengan adik si ikhwan. Si akhwat pun baru dipertemukan dengan adik si ikhwan secara tidak sengaja di sebuah masjid. Beberapa bulan kemudian, si akhwat menyampaikan maksud hatinya untuk ta’aruf dengan ikhwan tersebut dengan perantara adik perempuan si ikhwan. Si akhwat mulai memantaskan diri untuk menjadi gadis shalihah seutuhnya. Memang diawal proses hijrah sangatlah tidak mudah, yang awalnya berbusana belum seutuhnya syar’i berusaha untuk lebih baik, mulai membiasakan dengan sapaan hangat pada teman sekitar, dan terus membekali diri dengan ilmu pengetahuan lainnya.. Namun kuasa Allah, si ikhwan dan si akhwat belum berjodoh..

Suatu saat, si akhwat membaca sebuah hadits Rasulullah yang berbunyi sebagai berikut:

“Sesungguhnya amal perbuatan tergantung pada niat, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan yang ia niatkan. Barangsiapa yang berhijrah karena Allah dan Rasul-Nya maka ia akan mendapat pahala hijrah menuju Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin diperolehnya atau karena wanita yang ingin dinikahinya, maka ia mendapatkan hal sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).


Si akhwat mulai berpikir, apakah niat saya salah? apakah niat saya karena ingin ta’aruf saja? mengapa saya kesampingkan Allah? Seiring berjalannya waktu, si akhwat mulai memperbaiki niatnya, meluruskan semuanya, lama-kelamaan ia menikmati proses hijrahnya. Mungkin Allah memberikan hidayah kepada si akhwat melalui perantara si ikhwan tadi. Kesimpulannya jangan men-judge seseorang itu lebih buruk daripada kita, karena kita tak pernah tahu bagaimana usahanya untuk merubah dirinya menjadi lebih baik, tentunya dengan mengalahkan ego dirinya sendiri. Semoga bermanfaat..

Selasa, 19 April 2016

Hoki dalam Islam


Bismillaahirrahmaanirrahiim..
“Allah menghapus dan menetapkan apa yang Dia kehendaki, Dan di sisi-Nya terdapat Ummul Kitab (Lauh Mahfuz).”
(QS.Ar-Ra’d:39)
Setelah ayat tersebut dibaca, para ulama’ kemudian berdo’a:
“Jika Engkau tetapkan yang baik untukku, maka jangan diubah (tetap), namun jika Engkau tetapkan yang tidak baik untukku maka ubahlah.”
Sehingga kita harus senantiasa melakukan perbaikan-perbaikan didalam hidup, agar menjadi lebih baik.

Dalam islam tidak ada sesuatu yang kebetulan. “Hoki nih, apes nih, “ seolah kebetulan.  Itu semua disebabkan tangan kita sendiri. Ada yang ingin hoki, maka ia membawa sesuatu, jimat misalnya. Hal tersebut dikhawatirkan menimbulkan  kesyirikan. Di sisi lain ada orang yang menginginkan keberuntungan terus-menerus di hidupnya, namun harus diingat, roda kehidupan itu berputar. Terkadang di posisi atas, terkadang di posisi bawah. Orang-orang  yang beruntung adalah orang yang ber khusnudzon (baik sangka) terhadap segala ketetapan Allah.
Allah akan menguji kita dengan berbagai macam cara. Misalnya ketakutan, keterbatasan harta benda, dll, sampaikan kabar gembira bagi orang yang bersabar. Jadi kalau hidup kita sulit,berarti Allah sedang menguji keimanan kita. Mereka yang dikaruniai kesenangan itu juga merupakan ujian, apakah ia akan menjadi hamba yang bersyukur, atau malah kufur nikmat. Jika Allah memberikan kita kesedihan, tetaplah berkhusnudzon, ingatlah, bukankah kesenangan yang diberikan Tuhanmu adalah lebih besar dari kesulitan yang diturunkan-Nya? Sungguh telah beruntung orang yang memeluk Islam diberi riski yg cukup  dan ia qanaah..
Ada suatu kisah study tour anak sekolah ke Pyramid Fir’aun. Sebelum ke Pyramid, mereka dibawa ke rumah mewah.
 Mereka bertanya, “Apakah yang memiliki rumah mewah ini adalah orang yang kaya?”
“Ya”
“Apakah ia beruntung?”
“Ya”
Setelah mereka mengunjungi rumah mewah tadi, mereka bergegas menuju Piramid. Mereka menanyakan hal yang sama.
Mereka bertanya, “Apakah yang memiliki (Piramid) ini adalah orang yang kaya?”
“Ya”
“Apakah ia beruntung?”
Apakah jawabannya? Fir’aun memang orang kaya, namun ia bukan termasuk Muslim. Ia tidak termasuk orang yang beruntung..
Ada kisah lain tentang seorang pemuda, ia hendak pulang dari suatu pesta, kemudian ia memanggil taksi, di sisi sana ia juga melihat kakaknya. Pemuda tadi, kakaknya, beserta temannya (berempat) masuk taksi. Perjalanan mereka lumayan panjang, di tengah perjalanan mereka mendengar adzan… “Hayya ala sholah, hayya ala sholah..Hayya alal Falaah, hayya alal Falaah..”
Tiba-tiba sopir taksi tersebut berkata, “Ayo kita sama sama solat.”
“Ngapain sholat, saya terbiasa tidak sholat.” (adik)
“Kalian kan seorang muslim, kenapa kalian tidak sholat?” dengan sedikit memaksa
“Nanti saya solat dirumah saja.” Padahal di dalam hati enggan untuk sholat
Lalu sang kakak mengajak adiknya untuk sholat, “Mari kita berempat sholat ashar bersama, tidak enak kan pak sopirnya sudah mengajak..”
Pemuda tadi mengikuti sholat tersebut, ketika sujud terakhir, tahiyyat, ternyata kakaknya yg sedang sholat tidak bangun lagi, walaupun sudah di gerak-gerakkan. Pemuda itu menangis sejadi-jadinya.
Sopir taksi itu berkata, “Sudah jangan menangis..”
“Pak kakak saya selama 20 tahun tidak pernah sholat, dan dia meninggal dalam keadaan sholat. Sedangkan kita yang sholat setiap hari belum tentu dipanggil dalam posisi mulia ini.”
Ada beberapa perkara yang tidak boleh ditunada-tunda. Perkara itu adalah menyegerakan sholat, tobat, hutang, nikah, dan menguburkan orang mati. Sukses atau tidaknya orang dilihat diakhir hayatnya, su’ul atau khusnul khotimah. Ada suatu nasihat pilihlah pekerjaan yang tidak mengganggu waktu sholatmu, In syaa Allah akan memberikan keberkahan.

 Janganlah kita menyalahkan ataupun meremehkan sesuatu amalan. Jangan engkau gampangkan satu pahala sholat, jangan engkau gadai, solat sunnah fajar pahalanya adalah lebih baik dari dunia dan segala isinya. Kok ga seperti dia.. ? Kaya.. terlalu sedikit jika kita bandingkan harta dengan pahala sholat ataupun yang lainnya. Balasan didunia tidak bisa dibandingkan dengan balasan akhirat.. Wallahu a’lam.. 

Senin, 11 April 2016

Allah Tahu yang Terbaik Untukmu

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Allah Subhanahuwata'ala mengingatkan di dalam Al-Qur'an
"...Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
(QS.Al-Baqarah:216)


            Seperti malam-malam sebelumnya seorang ibu melaksanakan shalat tahajud, witir, lalu ia berdoa. Ia kemudian mulai membuat tempe-tempenya, mengukus kedelai-kedelainya. Ia melakukan persiapan untuk berjualan tempe di pagi hari nanti di pasar. Selanjutnya ia memulai membaca Al-Qur'an. Subuh haripun datang, ibu tersebut membuka kukusan tempenya, namun apa yang terjadi? Ternyata... kedelai tersebut belum menjadi tempe, ia kembali menutupnya kemudian berdo'a, 
"Ya Allah, Ya Allah apakah engkau sedang mengujiku Ya Allah? Mengapa hal ini baru terjadi?" 

Ia tutup kembali dan berdo'a kembali "Ya Allah engkau sedang mengujiku aku harus bersabar." 

Namun, setelah shalat subuh fajarpun mulai menghilang dan matahari terbit. Ia berangkat ke pasar. Kembali ia membuka panci tersebut, namun apa yang terjadi? 

Alhamdulillaah.. belum menjadi tempe juga. "Ya Allah Engkau benar-benar mengujiku kali ini, ya Allah aku akan tetap bersabar." Ia tutup kembali. "Ya Allah aku harus segera berangkat ke pasar untuk menjual tempe ini. Kalau aku tidak menjualnya, apa yang akan aku beri makan pada keluargaku?" Ia tutup kembali tempenya, ia kembali berdo'a lebih khusuk."

"Ya Rahman Ya Rahiim bukakanlah pintu rizki-Mu kepadaku Ya Allah, jangan buat hambamu ini kecewa terhadap-Mu Ya Allah." 

Ia pun yakin, "Oh inilah yang terbaik buat saya" Ia buka lagi pancinya, dan apa yang terjadi? Alhamdulillaah belum menjadi tempe juga..

Ia pun terpaksa mengambil tempe yang belum jadi tersebut dan berangkat ke pasar. Sambil berdzikir, Subhanallah, Walhamdulillaah, Walaa ilaaha illallah, Allahu Akbar. "Ya Allah aku yakin rencana-Mu akan lebih baik. Aku tahu Engkau tidak akan melupakan hamba-Mu Ya Allah, Engkau tidak pernah menolak do'a-do'a hamba. Aku yakin, oh mungkin Allah akan mengabulkan do'a saya pas saya sudah di pasar, atau pas saya di tengah jalan, baru Allah kabulkan." Ia pun membawa keranjangnya, dan membawa tempe yang belum matang tadi. 

Sesampainya di tengah jalan, ia penasaran, "Ya Allah, apakah engkau sudah mengabulkan do'a saya?" Ia pun buka keranjangnya, dan apa yang terjadi? belum jadi tempe juga. Ia tutup lagi, dan kembali berjalan. Saat ini ia mulai ragu pada Allah dengan air mata yang berlinang "Ya Allah, Engkau tidak akan pernah meninggalkan aku, aku juga tidak akan pernah meninggalkan-Mu Ya Allah." 

Sesampainya di pasar ia pun berkata, "Kali ini pasti Allah sudah mengabulkan do'a saya. Aku tahu Allah tidak akan pernah mengecewakan  hamba-Nya, Allah tidak akan pernah meninggalkan hamba-Nya, hamba-Nya lah sering meninggalkannya." 

Kali ini bagaimana Allah mengabulkan do'a ibu tadi? Ia kembali membuka keranjang tempenya, "Bismillaahirrahmaanirrahiim.." ternyata yang terjadi adalah keajaiban. Apa itu? belum jadi juga, belum jadi juga,, Ia kembali menutup tempenya. 

Lalu di sisi lain ada serang ibu berjalan, terlihat sangat sibuk berkeliling pasar. Kemudian ibu tersebut menemui ibu penjual tempe tersebut. 

"Assalaamu'alaikum.."
"Wa'alaikumussalaam.." sambil berlinang air mata
"Ibu, apakah ibu menjual tempe?"
"Betul saya menjual tempe, tapi...tapi..maafkan saya Bu.."
"Ibu, apakah ibu menjual tempe yang saya maksud adalah tempe yang  setengah matang Bu? Saya mempunyai anak yang kuliah di luar negeri dan saya ingin mengirimkan tempe setengah matang untuk dia, karena kalau saya kirimkan tempe yang sudah matang, nanti sampai disana sudah basi."

Dan inilah jawaban dari doa ibu tersebut. Kamu tidak menyukainya, padahal itu yang terbaik untukmu dari Allah. Allah selalu mengingatkan kita di dalam Al-Qur'an, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui..

Senin, 26 Oktober 2015

Rasulullah Tauladan Umat

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Jika ditanya siapakah pemimpin paling hebat maka jawabannya adalah Nabi Muhammad. Jika ditanya siapakah pemimpin paling berani maka Nabi Muhammad adalah orangnya, pemimpin yang paling banyak pengikutnya sampai sekarang,  tidak ada tim sukses ketika menjadi pemimpin, tidak ada dana sosial, maka Nabi Muhammad tetap orangnya. Sampai menjadi suami dan ayah yang hebat bagi keluarga yang handal tetap beiau lah orangnya.

Sampai suatu ketika sahabat nabi penasaran mengapa Rasulullah dapat seperti itu. Kemudian ia bertanya kepada orang terdekat dengan Nabi yaitu Aisyah. Siti Aisyah menyatakan bahwa seluruh tindakan Rasul, akhlak rasul adalah Al-Qur’an, tidur Rasulullah sedikit, waktu malamnya diisi dengan qiyamullail yaitu sholat malam, jika hendak makan jangan tabdir (sia-sia), makanlah ketika lapar dan berhentilah sebelum kenyang. Jika ada permasalahan maka akan diselesaikan dengan musyawarah bersama umat, jika ia merasa benar maka akan dilakukan dengan percaya diri.

Lalu mengapa doa Rasul selalu dikabukan oleh Allah? Ketika Rasul dikepung, maka beliau membaca do’a Nabi Ibrahim hasbunallah wa nikmal wakil (QS.Ali Imran:173), ketika krisis ekonomi maka beliau membaca do’a Nabi Adam Rabbana dholamna anfusana waillam taghfirlana wa tarhamnaa lana kunanna minal khaasiriin (QS.Al-A’raf:73). Bangun lagi, tidur lagi, semua berlandaskan Al-Qur’an yang mulia. Praktik kejawantahan Al-qur’an, tak satupun beliau tinggalkan. Ingin berhasil membina keluarga bacalah Al-Qur’an, kemudian amalkan.

Ketika beliau hendak berdakwah, maka ia membaca kisah dakwah nabi musa, berdo’a dengan do’a Nabi Musa ketika berdakwah Rabbis rohli sodri wayassirlii amri, wahlul uqdatammillisaani yafqahu qouli (QS.Thoha:25) agar tetap lemah lembut. Ketika ingin melunakkan besi yg keras cukup dipanaskan, tanpa harus dipukul. Begitupula manusia punya tabiatnya sendiri-sendiri. Tentu semua ada alasan mengapa ada yang lembut dan ada yang tidak. Rasul bisa disemua bidang karena membaca Al-qur’an dan mengamalkannya, karena yang pernah di lalui rasul terdahulu adalah pilihan Allah yang berhasil.  Ketika Nabi dianggap gila seperti Nabi Nuh, maka beliau membaca doa Nabi Nuh, bacaan kita sehari-hari adalah yang tetrtuang di Al-Qur’an dan Hadist.


Setelah kita yakin manusia yang berhasil seperti Nabi Muhammad, maka ketika ada pemimpin yang ingin berhasil, jadilah seperti Rasulullah, meskipun tidak sesempurna Rasulullah. Jika ingin menjadi suami yang handal, jadilah separti akhak Rasulullah, meskipun tidak sesempurna Rasulullah. Jika ingin menjadi ayah yang baik, maka didiklah anak-anak kita dengan cara Rasul. Jika ingin mustajab doanya, berdoalah seperti Rasulullah. Jadikanlah Al-Qur’an pedoman hidup kita.

Minggu, 25 Oktober 2015

Strategi Syaitan dalam Menyesatkan dan Menjerumuskan Manusia

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Seseorang akan digoda oeh syaitan sesuai dengan kadar keimanannya. Jika seseorang memiliki iman yang tebal, maka syaitan yang akan menggodanya adalah syaitan yang special, paling tidak ia telah mengikuti beberapa kali penataran untuk menggoda manusia yang kuat imannya. Namun apabila seseorang itu memiliki iman yang tipis, maka syaitan yang menggodanya juga biasa saja. Dapat kita ingat sejarah syaitan sampai dilaknat oeh Allah karena melanggar perintah-Nya.
Nabi adam telah dipilih Allah sebagai  khalifah, dibekali ilmu oleh Allah, kemudian seluruh makhluk diperintahkan untuk sujud kepada Adam. Maksud sujud kepada Adam adalah untuk memuliakan ilmu yg dimiliki Nabi Adam. Semua makhluk bersujud kecuali iblis. Ketika iblis tidak mau sujud, Allah bertanya “Hai iblis apa yg menyebabkan kamu membangkang?”  Iblis menjawab, “Ya Allah bagaimana mungkin saya mau menghormati, Adam tercipta dari tanah, sedangkan saya dari api. Api lebih mulia dari tanah.“ Iblis diusir dari surga karena kesombongannya. Maka sejak itulah iblis berikrar,” Ya Allah karena aku telah tersesat, maka aku akan menjerumuskan umat manusia.” Sejak saat itu iblis sangat bersemangat daam menggoda manusia dengan berbagai caranya.
Ada beberapa jenis syaitan. Mereka memiliki tugasnya masing-masing. Ada yang menggoda suami istri agar panas di dalam menjalani kehidupan rumah tangga, menggoda di pasar untuk berbuat kecurangan atau kejahatan, menggoda manusia disaat musibah datang,menggoda untuk lalai terhadap Allah, fitnah, gossip, mengganggu keutuhan rumah tangga, mengganggu dalam melaksanakan ibadah dll.
Syaitan ingin menjadi presiden seumur hidup. Ia menjerumuskan manusia seolah menjadi teman, tapi sebenarnya musuh dalam selimut. Setan menasehati Adam dan Hawa untuk memakan buah yang dilarang untuk mendekatinya, bahkan memakannya untuk mendapatkan kerajaan yang abadi. Ibarat guru syaitan itu guru tanpa tanda jasa, ibarat pejuang syaitan adalah pejuang tanpa bintang biasa. Rasulullah menasihati Abu Dzar, “Wahai Abu Dzar berlindunglah dari godaan setan dan manusia. Apakah dari manusia ada syaitan Ya Rasul ? Jawab Rasul, “Ya ada.”
Lalu bagaimanakah cara proteksi godaan syaitan? Syaitan telah dipersilakan oleh Allah untuk menggelincirkan umat manusia dengan mengerahkan seluruh bala tentaranya. Di akhir zaman syaitan akan menggoda manusia dengan memakai suara, nyanyian. Sekarang ini Yahudi tengah meluncurkan aplikasi yang menggoda manusia. Lagu yang diunggah oleh Yahudi akan membuat kita keracunan kecanduan.
Proteksi untuk menghalau godaan syaitan adalah dengan memperbanyak ucapan Laa Ilaaha illaallah. Kalimat tersebut merupakan benteng Allah, dan siapa yang memasuki benteng Allah maka ia akan aman. Strategi syaitanuntuk menggoda manusia macam-macam. Pada anak muda caranya juga berbeda-beda, kita mafhum, di desa kita sekarang jarang mendengar Al-quran dari rumah-rumah. Berbeda kondisi pada tahun 1970 an, ramai shalawat Nabi Muhammad juga. Kondisi sekarang sudah jauh berbeda, sudah disibukkan dengan game online, gadget. Anjuran agama yang pertama dan utama dengan mohon pertolongan Allah dari godaan syaitan dari berbagai macam caranya, entah dari narkoba, hura-hura, menyia-nyiakan waktu, dsb. Coba terus-menerus menggali ilmu agama dengan berguru. Belajar agama kalau tidak ada guru maka gurunya adalah syaitan. Carilah guru yang tauhidnya murni.
Diri kita juga mempunyai potensi syaitan. Kerajaan kita adalah hati, penasihatnya adalah ulama. Jika kerajaan memiliki penasihat yang salah, maka kerajaannya juga akan hancur. Potensi yang buruk dikalahkan dengan Al-kitab Al-Qur’an, jangan pernah dekat dengan syaitan.


Sabtu, 24 Oktober 2015

Bersama Hingga Maut Menjemput

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

       Apakah maksud dari bersama hingga maut menjemput? Maksud dari pernyataan itu adalah kesetian terus menerus sampai meninggal dunia. Ada cerita tentang sepasang suami istri, memiliki anak, mereka senantiasa berdoa dengan ikhlas agar Allah mengabadikan cinta mereka sampai meninggal dunia. Suatu hari mereka pergi ke luar kota, namun naas terjadilah kecelakaan dan keduanya meninggal dunia.
          Jika kita berdoa berhati-hatilah. Berdoalah yang baik walau kepada orang yang tidak kita sukai. Jibril berkata bahwa doa yg pertama dikabul adalah untuk orang yang berdoa.
Banyak rayuan gombal, misalnya demi cinta semua hidup dan matiku hanya untukmu. Bukan seperti itu yang kita maksud. Yang akan dikabulkan adalah doa. Ada seorang sahabat nabi yaitu Abu Dzar Al-Ghifari tinggal di padang pasir dengan istrinya. Pendek cerita Abu Dzar dan istrinya berdoa baik dan buruk yang menimpa keduanya, “tetap satukan kami ya Allah”. Suatu hari Abu Dzar sakit sehingga terlihat sudah hampir meninggal dunia. Lalu istri Abu Dar menangis. Abu Dzar bertanya kepada istrinya mengapa  ia menangis? Bukankah semua akan mati. Istri Abu Dzar mengatakan “Wahai suamiku kita tidak punya kain kafan, akan minta siapa kita nanti? Abu Dzar teringat nasihat Rasul jika  diantara kalian semua nanti meninggal di padang pasir, jangan kawatir, semua kaum mukmin akan meninggal. Ketika itu Abduah bin Mas’ud lewat di padang pasir bersama rombongannya ketika Abu Dzar meninggal. Kesetiaan jika diniatkan karena Allah, In Syaa Allah akan dikabul oleh Allah, yang penting saling mendoakan.

Sesi Pertanyaan :

Ketika pasangan kita sakaratul maut, yakinlah semua akan meninggal dunia. Mati tidak bisa dimajukan atau dimundurkan. Talqinkan di telinga dua syahadat, jikalau nafas masih panjang. Kalau pendek ucapkanlah lafadz Allah, Allah, Allah. Sakaratul maut ibarat mendaki gunung, panas, penuh onak dan duri, maka iblis akan datang dari kaki. Iblis membawa air, dan ia akan memberikan air tersebut jika ia mengingkari Allah Tuhannya, jika Muhammad itu seorang pendusta, Islam bukan agamamu. Rejeki sudah habis basahin bibirnya ketika sakaratul maut, karena ketika sakaratul maut tidak bisa menelan.

QS.Yunus 49 menyatakan “Katakanlah (Muhammad) “Aku tidak kuasa menolak mudharat maupun mendatangkan manfaat kepada diriku, kecuali apa yang Allah kehendaki.” Bagi setiap umat memiliki ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.”

Jika suami dan istri ingin bertemu di akhirat harus sama-sama sholeh-sholehah.

Kiat sakaratul maut yaitu dari awal kerjakan sholat, puasa, zakat, haji umrah, beramal shalih, berkata yang baik seperti Alhamdulillah, Astaghfirullah, Subhanallah, semua perlu latihan.

Kewajiban suami kepada istrinya adalah memberikan makanan sebagaimana suami makan, memberikan pakaian sebagaimana suami berpakaian,  tidak boleh memukul, memanggil dengan panggilan yang buruk. Sedangkan kewajiban istri kepada suaminya adalah tidak boleh meninggalkan tempat tidur, menyembunyikan apa-apa yang ada di badannya, taat sepanjang tidak melanggar perintah agama, memohon ijin ketika hendak keluar rumah. Seandainya makhluk boleh sujud kepada makhluk, maka aku perintahkan istri untuk bersujud kepada suaminya. Namun hal itu dilarang, sehingga aku wajibkan istri untuk menghormati suaminya, jika suami itu sangat sayang, dan baik amalnya.

Tujuan pernikahan untuk ketenangan, kalau memiliki suami yang suka KDRT, menikah lagi, lebih baik kita mundur. Kita perempuan memiliki hak gugat, bawa saksi 2 saksi yang baligh dan berakal.

Jika suami suka bersumpah. Sumpah orang yang tidak benar tidak terkabul.

Ketika ditinggal meninggal tiba-tiba yakin semua akan mati. Hadapi dengan iman seperti tertuang dalam QS.At Tagabun:11 : “Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah; niscaya Allah akan member petunjuk kepada hatinya. Dan allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”



Mamah dan Aa’ 25102015

Primus, Pria Mushola Idaman Mertua

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Pria Mushola (Primus) hatinya tertaut pada mushola untuk mengerjakan ibadah termasuk sholat. Sholat yang akan membedakan keimanan seseorang.Jika ia belum melaksanakan sholat maka hatinya akan gelisah, resah, merasa memiliki hutang. Namun jika tidak beriman, maka ia tidak akan resah, “emang gua pikirin”. Sholat merupakan ibadah yang pertama dinilai di hari kiamat. Jika sholat yang kita laksanakan benar, maka keseluruhan ibadah akan benar, begitupula sebaliknya. Sholat adalah hal pokok dibandingkan lainnya. Namun mari kita lihat dimasyarakat kita, ternyata masih banyak yang enggan mengerjakan sholat. Mereka yang tidak melaksanakan sholat, berarti belum merasakan nikmatnya sholat.Jika  hati telah terpaut pada mushola, menyatu dengan hatinya, maka lahir batin, dunia dan akhirat ia selalu yakin Allah selalu melihatnya. Jika kita mengetahui nikmat sholat, maka kita tidak akan melalaikan sholat pernah.
Namun jika kita menengok orang yang tidak beriman, tidak pernah berdzikir, hatinya tidak akan tenang. Dia akan selalu sibuk, memikirkan jabatan, harus ini dan itu, akhirnya membuat ia melalaikan sholat. Ketika berbelanja di mall, pasar, sampai tidak sholat. Ada yang tidak sibuk, namun ia hanya berdiam saja, tidak mengerjakan sholat. Ia hanya menonton tv, ghibah, sehingga ia tidak merasakan kegunaan sholat. Inna sholati wa nusuki wa mahyaaya wa mamaati lillaahi robbi ‘aalamiin.
Ada juga yang berargumen sholat habisin waktu. Pria mushola, hatinya terpaut dimasjid. Kalo anda ortu maka maukah anda pny menantu seperti itu? Pasti iya, Primus-primus yang sholeh, semoga kita semua mendapatkan. Jika kita memilihkan jodoh yang baik maka keuarga akan sakinah mawadah warahmah, sebagai mertua juga akan kecipratan berkah.

Sesi pertanyaan :
Tips agar mendapatkan primus primus telah ada pada Hadist Rasulullah:
Rasul menyatakan nikahilah olehmu orang yang kamu sukai karena kecantikannya, kekayaannya, keturunannya, dan agamanya. Ambillah yang paling baik agamanya. Agama (ilmu agama) saja tidak cukup, namun juga harus diiringi dengan pengamalan agama yang baik. Banyak yang pintar, namun pengamalan agamanya kurang baik. Jadi harus sinkron.

Opini di masyarakat masih salah kalau ibu tiri banyak yang jahat. Namun senyatanya ibu kandung banyak juga yang jahat. Ibu tiri ada yang baik juga.
Ada orang pendiam, ada yang bawel, ada langsung judge. Ketemu suami pendiam, puyeng. Cerewet puyeng. Ada yang pengen romantic tapi semua cewek diromantisin. Berarti kita kurang bersyukur dengan nikmat Allah.

Jika kita mendidik dari kecil bagaikan mengukir di atas batu. Jika sudah dewasa bagaikan mengukir di atas air, akan mudah hilang. Didiklah anak-anak dengan ilmu agama sedari ia kecil.
Sebelum menikah ada yang PDKT ke mushola, setelah menikah tidak pernah  ke mushola lagi. Sebeum nikah lihatlah bibit, bebet, dan bobot. Ketika akan bertemu si doi, mana baju yang paling cantik, ngomong juga diatur gimana manisnya ya. Maka carilah orang ketiga, sahabatnya, keluarganya, kawan dekat. Menyesal setelah menikah, itu salah kita.

Kalau kita ingin mengetahui tabiat seseorang, minimal tiga hari kita tinggal bersama di rumahnya, atau sembilan hari sembilan malam ketika umroh. Yang ini maunya nyuruh, mengeluh, pantang menyerah, berani, dll. Jangankan sembilan hari, tiga hari saja sudah kelihatan.

Tidak sholat tapi akhlaknya baik. Sholat merupakan hal pertama yang akan dihisap. Apabila sholatnya baik, akan baik pula amalnya, begitupula sebaliknya.

Selesai menikah, suami akan membacakan taklik talak yang menyatakan kalau suami tidak memberikan nafkah selama tiga bulan, menyakiti, KDRT maka akan jatuh talak, istri tidak ridho maka bisa mengajukan gugatan cerai dengan membawa dua saksi yang baligh dan berakal.
Itu merupakan syarat istri gugat cerai. Namun belum dinyatakan cerai selama pengadilan belum mengetok palu.
Annisa 35 : Kalau ada pertiakan, datangkanlah wakil untuk mengislahkan keduanya. Dikumpulkan, kalau keduanya niat berdamai, maka Allah akan memberi hidayah.


Mamah Aa’ Beraksi 21102015

Kamis, 27 Agustus 2015

NIKAH DULU VS MAPAN DULU?

Bismillaahirrahmaanirrahiim..
       Yang namanya hidup, jangan memakai rasio manusia. Selama kita bertakwa pada Allah maka kita akan diberikan kecukupan oleh Allah. Begitupula dengan nikah. Tak ada kewajiban nikah itu harus mapan, yang penting nikah untuk meraih ridha Allah. Allah akan memberikan rizki dari arah yang tak disaangka-sangka. Seperti firman Allah dalam QS.Huud:6 :
"Dan tidak ada suatu binatang melatapun dibumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semua tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhil Mahfudz)."
      Mapan memiliki banyak definisi yang relatif. Ada yang mengatakan mapan itu jika telah memiliki penghasilan 10 juta sebulan, punya mobil, rumah, motor, deposito, dsb. Memang tidak salah semua itu. Namun di dalam Islam mengajarkan bahwa jika seorang pria shalih mendatangi wali seorang perempuan, maka terimalah. Suatu saat Nabi Sulaiman ditanya oleh Allah hendak memilih diberi harta, tahta, atau ilmu. Maka Nabi Sulaiman lebih memilih diberikan ilmu, karena dengan ilmu akan lebih mudah untuk mendapatkan harta dan ilmu dapat menjaga semua itu.
          Suatu ketika ada orang yang menginginkan menikah jika sudah memiliki rumah, mobil. Kita misalkan saja harga rumah Rp 250 juta, harga mobil adalah Rp.150 juta, dengan penghasilan kita misalkan Rp 4 juta per bulan. Dengan demikian kita baru akan menikah setelah 100 bulan bekerja atau dengan kata lain 8 tahun tahun bekerja. Itupun dengan asumsi kita tidak makan, tidak sewa kos, tidak memberikan nafkah pada keluarga. Allah telah menjanjikan rizki bagi orang yang menikah jika ada satu orang yang memiliki satu rizki namun ia ingin menikah karena Allah, maka Allah akan memberikan rizki untuk dua orang (dirinya dan si istri). Jika ia memiliki anak, maka Allah akan memberikan rizkinya untuk tiga orang (dirinya, istri, dan anak).


         Nikah tak sekedar nikah. Pilihlah calon suami karena kita yakin bahwa surga akan mampu kita raih bersamanya. Memang terkadang kita tidak mudah untuk memutuskan ini semua. Bisa saja timbul ketidakcocokan antara pihak yang akan menikah meskipun ia merupakan orang shalih. Ada juga perbedaan pendapat antara orang tua yang menginginkan anaknya mendapat pribadi yang kaya daripada pria yang shalih, begitu pula sebaliknya. Namun, kita harus kembali kepada Allah untuk memutuskan semua itu. Kita memang memiliki rencana yang mungkin menurut kita sempurna, namun kita perlu mengingat ada Allah yang menguasai segalanya. Bisa saja Allah memiliki rencana lain yang awalnya menyakitkan untuk kita namun akan manis diakhirnya.
        Kesimpulannya nikah tak harus menunggu mapan dulu. Dengan menikah, Allah akan memberikan rizki yang tak disangka-sangka, sehingga kita mampu melakukan banyak kebaikan dengan rizki itu. Bukankah akan lebih manis jika kita meraih kesuksesan dengan pasangan dari nol bukan? Wallahu a'lam..