Jumat, 09 Januari 2015

UNTUK SIAPA AMALMU?


        Bismillaahirrahmaanirrahiim..
     Allah Subhanahuwata'ala berfirman, Padahal mereka tidak disuruh kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan kataatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan agar mereka menegakkan shalat dan menunaikan zakat (QS. Al-Bayyinah [98]: 5). Lalu pernahkah kalian beramal? tentunya setiap hari kita beramal. Tapi tunggu dulu, untuk siapakah ama-amal yang kita lakukan? Apakah sudah benar ditujukan kepada Allah semata?
     Berbicara amal, maka tak akan lepas dari niat. Niat adalah hal kecil (sepele), namun menentukan diterima atau tidaknya sebuah amal. Dalam beramal, maka balasannya akan sesuai dengan apa yang ia niatkan, seperti sabda Rasulullah, "Sungguh, semua amal perbuatan bergantung niatnya dan sesuatu yang diperoleh seseorang adalah selaras dengan apa yang dia niatkan. Karena itu, barang siapa hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya tersebut akan diterima Allah dan Rasul-Nya. Dan, barang siapa hijrahnya karena memburu dunia atau karena perempuan yang akan dia nikahi, maka hijrahnya tersebut hanya meraih sesuatu (yang selaras dengan) yang diniatkannya dalam hijrah tersebut."
      Niat letaknya ada didalam hati. Hanya Allah dan yang bersangkutan yang mengetahui. Niat didalam hati dapat kita ibaratkan seperti sebuah botol, apabila botol itu berisi madu murni maka harganya akan sangat mahal. Bandingkan jika sebuah botol itu diisi dengan air limbah, tentu botol itu akan dibuang bukan? Sama seperti hati, apabila niat kita untuk beribadah semata karena Allah, maka kita akan meraih ridha-Nya, namun apabila kita niat  beribadah karena selain Allah, maka kita hanya akan dapat apa yang kita inginkan itu.
      Memang tidak mudah menata niat. Kita harus berperang dengan hawa nafsu kita, terkadang sikap riya', takabur, ingin didengar, melapisi amal yang kita kerjakan. Itulah perjuangan meraih ridha Allah. Jika kita meniatkan semua karena Allah, maka tidak akan ada kekecewaan. Semua yang kita kerjakan akan bernilai dimata Allah. Begitu baiknya Allah, disaat kita berniat melakukan suatu kebaikan, namun kita belum bisa merealisasikannya, Allah pun akan mencatatnya. Sekecil apapun amal yang kita kerjakan, maka akan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah, meskipun hanya menyingkirkan krikil di jalan.
     Allah telah memberikan kita begitu banyak ni'mat jasmani maupun rohani. Ia telah mengaruniakan kepada kita mata yang sehat, pendengaran yang baik, hati untuk merasakan, bibir untuk berbicara, tangan untuk menggenggam, dan kaki untuk melangkah, dan masih banyak lagi. Dalam QS.Ar-Rahman [55]: 55) Allah berfirman, "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"  Nikmat itu akan dimintai pertanggungjawaban di yaumul akhir nanti, untuk apa nikmat-nikmat tersebut kita gunakan? akan menjawab apakah kita kelak? untuk apakah kekayaan kita, waktu kita, kesehatan kita?
         Kita diberi kesempatan oleh Allah hidup di dunia ini hanyalah sementara. Hidup kita ibarat pergantian malam ke siang, atau pergantian siang ke malam, sangat singkat. Gunakan lima kesempatan sebelum datangnya lima waktu yaitu sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, muda sebelum tua, lapang sebelum sempit, hidup sebelum mati. Kita tidak perlu menunda kebaikan selama masih diberi kesempatan yang lebih baik oleh Allah.
     Senangkah kita jika kita dicintai oleh seseorang? tentunya ya bukan? sama seperti Allah, jika seorang manusia mencintai Allah, maka Allah akan senang terhadap kita. Jika Allah sudah mencintai kita, maka tidak hanya penduduk bumi saja yang mencintai kita, bahkan penduduk langitpun akan mencintai kita pula, alangkah indahnya. Bandingkan jika kita melakukan ibadah karena selain Allah, misalkan dengan orang yang kita sukai, maka kita akan sekedar mendapatkan apa yang kita inginkan itu. Namun jika kita melakukan segala hal dari yang kecil dan yang paling besar sekalipun hany semata karena Allah, maka kita akan dicintai Allah, penduduk langit, dan penduduk bumi. Apakah sebanding? Tentu tidak. Dengan demikian, cobalah melakukan segala sesuatu hanya karena Allah, bukan yang lain, maka kita akan mendapatkan ketenangan dan keberkahan hidup, serta tentunya kasih sayang yang tiada putus-putusnya dari Allah. I Love Allah :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar