Tampilkan postingan dengan label Nasihat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasihat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Juli 2018

Istighfar; Sebuah Hadiah dari Rabbku

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

"Siapa yang menjaga istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya dari semua masalah  dan Allah akan berikan rizki dari jalan yang tidak disangka-sangkanya."
(Hadits Riwayat Bukhori)

Assalaamu'alaykum everyone :)


Ada kisah menarik tentang kekuatan istighfar yang sangat sangaaat spesial. Mungkin temen-temen udah pernah mendengar kisah Imam Ahmad bin Hambal dengan penjual roti ini yaa, yang dipertemukan karena Istighfar yang terus-menerus diucapkan. Imam Ahmad bin Hambal (dikenal dengan Imam Hambali) merupakan murid dari Imam Syafi'i yang namanya sudah sangat masyhur di negeri kita tercinta, Indonesia :)

semoga beniiing kaya ini yaa.. aamiin :)

Mari kita ulas kisah menarik ini yaah

Di masa akhir hidup beliau bercerita..

"Satu waktu (ketika saya sudah usia tua) saya tidak tahu mengapa ingin sekali menuju ke salah satu kota di Iraq. Padahal tidak ada janji sama orang dan tidak ada hajat."

Akhirnya Imam Ahmad pergi sendiri menuju ke Kota Bashrah. Beliau bercerita, "Saat tiba disana, waktu Isya', saya ikut shalat berjama'ah Isya di masjid. Hati saya merasa tenang, kemudian saya ingin istirahat."

Begitu selesai shalat, dan jama'ah bubar, Imam Ahmad ingin tidur di masjid. Tiba-tiba marbot masjid datang menemui Imam Ahmad dan bertanya, "Kenapa syaikh? mau ngapain disini?"

Kata "syaikh" disini bisa untuk dipakai tiga panggilan. Bisa untuk orang tua, orang kaya, ataupun orang yang berilmu. Panggilan syaikh dikisah ini panggilan sebagai orang tua, karena Imam Ahmad kelihatan sebagai orang tua. Marbot tidak mau tahu beliau adalah Imam Ahmad. Dan Imam Ahmad pun tidak memperkenalkan siapa dirinya.

Di Iraq, semua orang kenal siapa Imam Ahmad. Seorang ulama' besar, ahli hadits, sejuta hadits dihafalnya, sangat shalih dan zuhud. Zaman itu tidak ada foto, sehingga orang tidak tahu wajahnya, hanya namanya sudah terkenal.

Kata Imam Ahmad, "Saya ingin istirahat, saya musafir."

Kata marbot, "Tidak boleh, tidak boleh tidur di masjid."

Beliau melanjutkan cerita, "Saya didorong-dorong oleh orang itu, disuruh keluar masjid, setelah keluar masjid, maka dikuncilah pintu masjid. Lalu saya ingin tidur di teras masjid."

Ketika sudah berbaring di teras masjid, marbotnya datang lagi, marah-marah pada Imam Ahmad.

"Mau ngapain lagi syaikh?," kata marbot.

"Mau tidur, saya musafir." kata Imam Ahmad.

Lalu marbot masjid berkata, "Didalam masjid tidak boleh, di teras masjid juga tidak boleh."

Beliau diusir.. beliau bercerita, "Saya didorong-dorong hingga jalanan.."

Disamping masjid ada penjual roti (rumah kecil sekaligus untuk membuat dan menjual roti.)

Penjual roti ini sedang membuat adonan, sambil melihat kejadian Imam Ahmad dan didorong-dorong oleh marbot tadi. Saat Imam Ahmad sampai jalanan, penjual roti itu memanggil dari jauh.

"Mari syaikh, anda boleh menginap ditempat saya, saya punya tempat meskipun kecil."

"Baik.." kata Imam Ahmad. Imam Ahmad masuk ke rumahnya, duduk dibelakang penjual roti yang sedang membuat roti. Dengan tidak memperkenalkan siapa dirinya, hanya bilang sebagai musafir.

Penjual roti ini memiliki perilaku tersendiri, jika Imam Ahmad mengajaknya bicara, dijawabnya. Kalau tidak, ia terus membuat adonan roti sambil melafalkan istighfar, Astaghfirullah. Saat meletakkan garam, Astaghfirullah, memecahkan telur Astaghfirullah, mencampur gandum Astaghfirullah. Selalu mengucap istighfar.

Imam Ahmad memperhatikan terus. Lalu beliau bertanya, "Sudah berapa lama kamu melakukan ini?"

"Sudah lama sekali syaikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan."

Imam Ahmad bertanya, "apa hasil dari perbuatanmu ini?"

"(Lantaran wasilah istighfar) tidak ada hajat yang saya minta, kecuali pasti dikabulkan Allah."

Memang Rasulullah pernah bersabda, "Siapa yang menjaga istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya dari semua masalah  dan Allah akan berikan rizki dari jalan yang tidak disangka-sangkanya."

Lalu orang itu melanjutkan.."semua dikabulkan Allah, kecuali satu, masih satu yang Allah belum kabulkan."

Imam Ahmad penasaran kemudian bertanya, "Apa itu?"

Kata orang itu, "Saya meminta kepada Allah supaya dipertemukan dengan Imam Ahmad."

Seketika itu juga Imam Ahmad bertakbir.. "Allahu Akbar.."

"Allah telah mendatangkan saya  jauh dari Baghdad pergi ke Bashrah dan bahkan sampai didorong oleh marbot masjid itu sampai ke jalanan karena istighfarmu.."

Penjual roti terperanjat, memuji Allah, ternyata yang didepannya adalah Imam Ahmad..

MaasyaAllah MaasyaAllah MaasyaAllah :)


Sebuah ilmu yang sangat berharga.. 

"Daripada Ibnu Abbas Radhiyallahu'anhu, Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda, Siapa yang selalu beristighfar (meminta ampun dari Allah, niscaya Allah akan menjadikan baginya kemudahan bagi setiap kesempitan, kesenangan bagi setiap kesedihan, dan memberi rizki tanpa diduga olehnya." (hadits riwayat Abu Daud)."

Semoga bermanfaat :)

Rabu, 20 Juni 2018

Hai! Kun Anta.. :)

Bismillaahirrahmaanirrahiim.. 

Assalaamu'alaykum everyone ..


Hari ini saya akan menulis tentang self motivation khusus untuk saya dan teman-teman tercintaa (plissss jangan bilang gombal yaa wkwk :P) untuk menikmati menjadi diri sendiri..

Oke.. Kun Anta!



Setiap manusia pasti memiliki problematikanya sendiri-sendiri. Ada yang mungkin dianggap aneh karena dianggap ga wajar (ini bukan kasus pembunuhan-pembunuhan di TV yoo :D), terlalu anti mainstream, pilih-pilih segala hal (ya bukan gitu juga kali wkwk), yang terkadang maksudnya ga gitu jugaa.. pernah temen-temen mengalaminya?

Ada dua hal yang sangaaat penting didunia ini.. apa, apa?

Pertama adalah hidayah, kedua adalah prinsip!

Hidayah, mungkin untuk satu hal ini kebanyakan orang pada setuju, dan InsyaAllah membawa pada hal yang positif-positif, ya kan? ya kan? :D

Nah yang ini-ni bisa dibilang cukup berat, yaitu Prinsip!

Tau kan ya gimana kita begitu mempertahankan prinsip? Prinsip bisa saja ditemukan dari proses yang amaaaat berat.. ibaratnya nih yaa kita nyari santen setetes yang bikin masakan tu sangaaaat enaaakk (maap yak lebai dikit, biar ga ngantuk :P) Kita yang nanem pohon kelapa, mupuk, manjat sampe mlorot-mlorot :P (kalo yang manjat aku ya ga nyampe-nyampe sampe maghrib :D), metik buahnya, jatohin kelapa dengan hati ga tega (takut benjuut :P), masih ada acara mlorot ke bawah, buka sabut kelapanya dengan penuh perjuangan, masih ada batok kelapanya juga, masih diparut-parut kadang pake acara jari lecet-lecet, diperees, baru deh dapeet santen buat emak masak :P (tapi jangan ada agenda tumpah kesenggol yaa hehe)

Gimana tuh? Panjang? Iya panjang (tapi itu cuma ibarat yaa wokokokok)

Sama! Prinsip juga ditemukan dengan cara hampir seperti itu. Tapi inget prinsip yang kita pertahankan hanya, hanya, prinsip yang baik-baik aja yaa.. mungkin kita perlu ekstra energi untuk menjelaskan prinsip itu dengan cara yang baik, ya walaupun terkadang masih tidak diterima, ya wajar kan setiap orang memiliki sudut pandangnya sendiri-sendiri (harap maklum ada ujian--read--ga nyambung :D) just kidding, just kidding :P

Prinsip membuat kita menghargai semua hal. Setiap orang memiliki cerita kehidupannya masing-masing, dan tentunya ga sama!

Prinsip juga membuat kita belajar, belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik dalam segi apapun, Memang kesempurnaan hanya milik Allah, tapi tetep aja target harus tinggi, setidaknya kalo mleset ya gaa jauh-jauh dari situ ya kan??

Prinsip mengajarkan kita menghargai waktu. Karena target, terkadang kita sendiri yang tersengal-sengal untuk mencapainya. But, no problem! semua proses pembelajaran, nikmatilah..

Prinsip mengajarkan kita problem solving. Terkadang jika kita mempertahankan prinsip yang terkadang sangat besar, tentunya akan muncul gesekan-gesekan dikit.. itu wajar.. otomatis kita akan memikirkan cara untuk menyelesaikan permasalahan itu.. (kalo ga nemu-nemu, paling tidur bentar biar ga pusing pala ebi, pala ebi, wo'oo'oo :D :D) jadi inget kalo ledekin adekku, karena ai yem jailnya minta aaampuun wahahaha puas bangeet daah :D maapin akak ya cintaaaaahhhh :P

Prinsip mengajarkan kita untuk mendewasa. Walaupun terkadang masih kekanak-kanakan (apalagi kalo alaynya kumaaat duuuh Ya Allah :D) but no problem biar ga stress yaa.. tapi harap dikoridor kebenaran ya mbak, karena mbaknya kadang alay ga kira-kira :D)

Prinsip mengajarkan kita untuk tidak tenggelam meratapi nasib (Big No!) Ingat, setiap orang memiliki masalahnya sendiri-sendiri, tugas kita adalah berjuang walaupun hasil Allah yang menentukan, ya ga??

Tapi satu hal yang perlu diingat, catatan inti dari catatan ini.. tulis, inget-inget, tempel di depan mata dengan jarak 5 cm hehe

"Prinsip memang penting, tapi kita terbatas waktu. Jangan tenggelam, karena berleha-leha.. mau jadi baik? kapan kalo ga sekarang? Cari problem solvingnya, mengeluh ga menyelesaikan masalah, justru semakin berat iya!! Kenceng boleh, tapi keras kepala jangan! Tetep harus timbang mana yang paling bijaksana dan sesuai dengan kebenaran. Sampaikan dengan cara yang baik. Simpan mimpimu, dan raih dalam tenang. Ga perlu koar-koar! Gagal? Wajar! Coba lagi! Berat? Ya emang berat.. kata siapa sukses itu gampang?..dan inget kalo sudah berhasil, pergunakan di koridor kebaikan aja, bersihin diri dari semua hal yang meracuni diri luar dalam! Kesuksesan ga butuh sanjungan orang, karena pujian cacian hanya sepanjang lidah manusia aja!"

Ujian umat Rasulullah adalah harta. Ingatlah harta itu hanya kendaraan untuk mencapai kesuksesan hakiki di akhirat. Pergunakan dengan baik. Karena sesungguhnya derajat manusia tak ditentukan dari banyaknya harta, tapi kesungguhan untuk menjadi manusia yang bertakwa. Sulit? Memang sulit.. karena surga tidak bisa dibeli dengan harga murah..

Kalau kita ingin menjadi orang lain, supaya bisa berbangga, berharga, mendapatkan segalanya. Ternyata itu salah!

"Bukan, kau tak perlu harta untuk jadi sempurna, permata indah hanya di dalam jiwa. Bukan, bukan karena harta kau kan jadi berharga, hati yang mulia itulah kuncinya, Kun Anta :)

Semoga berhasil :) Say Alhamdulillaah




Minggu, 20 Mei 2018

Rahasia itu Bernama Taqwa

Maksiat itu berat.. Kamu ga akan kuat, aku sudah pasti jugaaaa.. (Kata Dilaaaan….jut yang baik-baik aja yaa.. wkwk ga jelas amaat nih orang :P)

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Pada tulisan ayee sebelumnya, ada pertanyaan besar, tentang bagaimana cara keluar dari jurang kemaksiatan yang saaangaaat tidak enak. Nah, ada nasihat super buaaaguss yang sayang kalo ga ditulis wkwk..  ini saya ambil dari Ustadz Syafiq Riza Basalamah dan juga Ustadz Khalid Zeed Abdullah Basalamah.. mereka bukan saudara kandung, bukan juga kembar identique yee wkwk

Yuh langsuung ja yaa..

Maksiat membutuhkan taubat. Artinya kembali pada Allah. Dengan apa? Jawabannya adalah dengan Taqwa. Kalau itu perintah, maka lakukan. Namun jika itu larangan, maka tinggalkan. Kan enak sebenarnya yaa.. Jika Nabi memerintahkan, maka lakukan sesuai kemampuan kita, selama tidak memberatkan. Tapi jika nabi melarang, maka tinggalkan. Kenapa larangan harus ditinggalkan? Karena meninggalkan larangan itu tidak membutuhkan energi. Yang pertama, larangan itu sedikit, dan kedua, sebenernya meninggalkan larangan itu juga tidak membutuhkan energi. Iya sih yaa :P (lha ngopo wingi aku galaau ga jelas yak wkwk)

Misalkan kita ingin meninggalkan maksiat zina (hati, mata, hidung, tangan, kuping, kaki, pokoke all in one :P), apakah butuh energi? kalo kita dieem aja, kan selesai kan yaa sebenernya hehe.. (irit energi lagi puasaa neeng, iyaa babequeee :D)

Tapi kalau kita diperintahkan shalat di masjid, ini kan butuh energi, ada orang yang tidak mampu, “Kaki ana sakit, Ya Allah, ndak bisa jalan..” silakan kita bisa shalat di rumah.. Tapi untuk meninggalkan yang haram.. apa sih beratnya? Meninggalkan yang haram kan sebenarnya kita ndak perlu bekerja (super setuju aku sekaraaang). Tinggalkan khamr udah, tinggalkan riba ya udah, kan selesai.. Tapi kalau sudah menyangkut amal, maka sesuaikan dengan kemampuan yaa.. :)

Jauhi semua fasilitas maksiat, karena semua hal yang membuat malas ibadah karena adanya dosa. Selama kita masih terlibat dosa sekecil apapun, maka akan mudah sekali tergelincir untuk malas ibadah. Ibadah punya kenikmatan, dosa punya kenikmatan. Tapi ga bisa disatukan, ga bisa disatukan. Harus pilih salah satunya.. Kira-kira kalau kita sudah rutin shalat lima waktu, sudah tahu fadhilahnya dan ancamannya kalau ditinggalkan, apakah kita masih mau meninggalkan? Ga mungkin..!!, karena kenikmatan ibadah ini sudah ada.

Tapi kalau kita balik, ada orang yang nikmat dengan maksiatnya,  nikmat dengan telanjang di depan orang, nikmat dengan harta rampasannya, riba haram, kedzaliman, nikmat dengan zinanya. Pasti kenikmatan ibadahnya hilang, mustahil bisa khusyuk!

Makin kita menjaga hubungan dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, makin kental kita mendekatkan diri dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, makin kita paksakan, maka makin dekat Allah dengan kita.. Seperti kita waktu lapar, maka kita ga peduli mau apa, yang penting makan dulu kan ya? (itu aaaaakuuu :P) Hehe..

Lapar itu berbahaya.. seperti itu kita beribadah, lebih penting tingkatannya dari haus dan lapar lhooh :D Buat jadwal,  misal sholat lima waktu.. harus ontime! Jadwalkan! Terus, 40 hari, karena mendapat jaminan selamat dari sifat munafik, tidak akan pernah dusta seumur hidup, tidak akan pernah ingkar janji, tidak akan khianati amanah, tidak akan curang, jaminan dari Baginda Rasulullah Shallallahu ’alaihi wasallam, dan tidak mungkin Allah salah!

Ingat, tak mungkin Allah salah, tak akan pernah mungkin Allah salah!

Ada sahabat adik kakak, kakaknya sakit perut, adiknya datang ke Rasulullah..

“Ya Rasulullah, kakak saya sakit perut.” kata sang adik.

“Minumkan madu, kasih madu!..” kata Rasulullah.

Dia kasihkan madu ke kakaknya, dan dengan buru-buru datang ke Rasulullah lagi,

“Ya Rasulullah, kakak saya belum sembuh..”

lalu apakah ia disuruh cari obat lain? Jawabannya adalah tidak!

Rasulullah ajarkan konsep dasar, “Allah pasti benar, dan perut kakakmu yang bohong..”  (woooh big knowledge nih mah, ga ada kata option buat akidah yaaah, kalo udah Allah ya kudu wajib!!!!!!) ga mungkin Allah salah, sabar, minum, yakin pasti.. penanaman akidah yang luar biasa! Harus difahami ini!

Begitu pula dengan baca Al-Qur’an rutin, dzikir pagi dan petang, jadwalkan.. ingatlah syaitan memiliki standart godaan, “Nanti saja kalo di jalan, nanti saja kalo di rumah..” Ingat, ibadah itu perlu dipaksakan!

Jika kita sudah terbiasa dengan ibadah, maka akan seperti roda, ga enak kalo kita ga jalankan! Orang yang biasa puasa Senin-Kamis, tidak akan enak kalo ga dilaksanakan.. shalat, ga ontime dikit, rasanya beban! Terus begitu.. dan kalau kita sibuk dengan ibadah seperti ini, maka dosa akan otomatis kita tinggalkan, ga ada waktu buat dosa, "Udaaah! Sibukkan diri dengan amal shalih sajaa :D :D", maka kita akan meninggalkan maksiat.. (T.O.P.B.G.T)

Kalau ini terjadi akan datang banyak karamah. Sebagian ulama menyusun ada beberapa tingkatan karamah itu..

Yang pertama, akan datang kalau orang itu memaksakan ibadah, mengerjakan yang wajib dan sunnah, meninggalkan haram dan makruh, maka ia akan sering merasakan firasatul mukmin, yang kata Nabi firasatul mukmin adalah benar. Ada sebuah perasaan yang kita rasakan orang ini baik, atau tidak baik, ini bisa dibedain kalau kita belum dekat dengan Allah, belum tentu benar, bisa dari syaitan, persangka buruk.. tapi kalau kita sudah paksakan ibadah, maka orang ini akan bisa merasakan apakah orang itu jahat atau baik sama kita..

Yang kedua, kalau kita sudah paksakan ibadah, maka kita akan memperoleh Rukyashshodiqoh yaitu mimpi benar dari orang mukmin. Misal kita ingin Umrah, sebelumnya kita sudah bermimpi mengunjungi Mekkah, banyak hal yang diperlihatkan oleh Allah, mimpi! Dan mimpi itu berita gembira, membuat orang mukmin ini senang.. tapi kalau kita masih belum meninggalkan maksiat, belum melakukan yang wajib dan sunnah, meninggalkan yang haram dan makruh, maka mimpinya akan disebut hilm, yang bercampur baur antara yang baik dan yang buruk. Hilm ini lawannya Rukyashshodiqoh (mimpi yang benar dari Allah), sementara hilm datangnya dari syaitan.

Yang ketiga, hal-hal yang terjadi yang memang Allah Subhanahu wa Ta’ala sesuaikan dengan keadaan orang itu. Bisa saja lisannya menjadi petunjuk bagi orang, seperti misal Umar bin Khaththab Radhiyallahu’anhu di zaman khilafahnya beliau, beliau pernah tiba-tiba naik mimbar, kumpulin orang di masjid, lalu mengatakan, “Hai pasukanku, ke gununglah kalian, ke gununglah kalian..”

Orang yang lagi di masjid, “Amirul Mukminin sedang apa ini? Ga ada pasukan di masjid..”

Orang yang di masjid belum mengerti , lalu Umar bin Khaththab turun dari mimbarnya..

Ternyata Umar bin Khaththab baru mengirim pasukan ke perbatasan wilayah Persia, datang pasukan tersebut, lalu mereka memberikan kesaksian..

“Ya Amirul Mukminin, Allah telah berikan kami kemenangan..”

“Lalu bagaimana kalian menang?” kata Umar.

“Kami pada saat terdesak, didesak oleh musuh, dan kami yakin kami akan kalah, tiba-tiba kami mendengar suara anda yang mengatakan, “Wahai pasukanku, ke gununglah, ke gununglah..” kata mereka..

Dan kami lihat di belakang kami ada gunung, kami naik ke gunung, atur strategi, lemparkan anak panah, dan kami menang.”

Umar bin Khaththab yang muncul waktu itu adalah perasaan beliau, tidak bisa lihat, ghaib, tapi ada feeling yang sangat kuat disana, kalau beliau harus ucapkan itu. Maka ia ucapkan, dan dibuktikan di lapangan dengan kemenangan pasukan.

Semoga tulisan ini bermanfaat, dan kita dijauhkan Allah dari segala maksiat yang merugikan diri kita, serta mampu untuk beribadah pada Allah yang lebih baik di garis keistiqomahan.. Aamiin..

Say Alhamdulillaah :D


Sabtu, 12 Mei 2018

Aku dan Maksiat; Nasihat Untuk yang Sedang Jatuh Cinta



Bismillaahirrahmaanirrahiim..

“Perbuatan baik bisa dilakukan oleh orang yang baik maupun orang yang jahat, namun tidak akan mampu meninggalkan maksiat kecuali orang yang jujur imannya.” 
(Thariiqul Hijratain, karya Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah)

Pernahkah anda merasa tidak nyaman karena maksiat yang selalu dilakukan? Batin tentu akan merasa tersiksa.. ya, sangat tersiksa! Sempat juga mempertanyakan bagaimanakah cara keluar dari permasalahan rumit ini..

Dikutip dari Muslimah.or.id, maksiat memiliki empat istilah yang berdekatan artinya yaitu Sayyiah, Khathi’ah, dzanbun, dan itsmun.

Maksiat adalah perbuatan dosa dalam bentuk dzalim (aniaya) terhadap diri sendiri, artinya perbuatan itu sebagian besar akan merugikan diri sendiri.

Maksiat itu banyak macamnya kawan, saya tidak akan pernah bosan menulis tentang tema ini, karena manusia tentunya akan bersinggungan dengan yang namanya maksiat. Maksiat mata, hati, kaki, tangan.. Ya Allah, sungguh berat sekali. Kisah menegangkan juga pernah terjadi pada diri Nabi Allah, yaitu Yusuf Alaihissalaam. Jika bukan karena bantuan Allah, niscaya Nabi Yusuf juga akan tergelincir dengan rayuan maut Yulaikha..

Bingung. Diam. Ketika maksiat menjalar, pasti hati merasa tidak nyaman, terasa takut, takut sekali Allah bakal menumpulkan iman kita. Pertahanan kita runtuh, takwa kita tak berbekas, lalu apa lagi harta kita?

Jika saja esok hari Allah tidak menghidupkan kita lagi, apa yang akan kita katakan pada Allah..

“Ya Allah, semalam aku bermaksiat, aku memikirkan dia yang kucinta, aku ingin dia jadi milikku Ya Allah, kumohon!” Pikiran aneh itu menggelayut dalam pikiran orang yang mencinta, pada umumnya! Orang yang dicinta akan tampak sempurna luar dalam bukan? Padahal senyatanya Allah telah menutup aib-aib mereka..

Egois.. apa lagi namanya, cinta itu buta, namun jika bertabrakan dengan definisi beragama, itu seolah luluh lantak, tak berbekas! Tak ada cinta, kecuali yang diridhoi Allah..! Itu Absolut!

Apa yang akan kita rasakan saat kita bersujud dihadapan Allah, sedangkan kita memikirkan hal lain.. yang dia juga sesama ciptaannya! Serasa tak adil kan? Ketika sendiri, kita sakit, bukankah yang ada hanya Allah saja? Lalu kenapa begini?

Dari Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah..
Sesungguhnya orang yang merasakan kesulitan untuk meninggalkan kemaksiatan yang terbiasa ia lakukan hanyalah ia yang melakukannya bukan karena Allah. Adapun orang yang jujur dan ikhlas dari hatinya karena Allah, maka ia tidak akan merasakan kesulitan dalam meninggalkan itu semua, kecuali pada awalnya saja. Hal ini sebagai ujian baginya apakah ia jujur dalam meninggalkan kemaksiatan tersebut ataukah ia berdusta. Apabila ia bersabar sebentar saja pada kesulitan yang ia rasakan di awal, niscaya ia akan merasakan kelezatan (dalam meninggalkan kemaksiatan itu)..

“Perbuatan baik bisa dilakukan oleh orang yang baik maupun orang yang jahat, namun tidak akan mampu meninggalkan maksiat kecuali orang yang jujur imannya.” (Thariiqul Hijratain, karya Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah)..

Kemaksiatan akan mematikan hati :

… sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.” (QS.Al-Muthaffifin:14)

Kata ‘Raana’ yang berarti penutup, ditafsirkan bahwa apabila seseorang berbuat dosa, mulailah ada titik hitam pada hatinya.

Sesungguhnya seorang mu’min bila berbuat dosa, terjadilah suatu titik hitam pada hatinya. Maka jika dia taubat dan mencabut diri dari dosa itu serta segera memohon ampun kepada Allah, terhapuslah titik hitam itu. Tetapi jika bertambah dosanya, maka bertambah pula titik itu. Itulah ‘raana’ yang disebutkan Allah dalam Qur’an.” (HR.Ahmad)

Maksiat memang berat, kita ndak akan kuat! Pantas saja ibadah tak terasa nikmat. Hati kita akan kotor bagaikan kaca yang berdebu. Cahaya akan sulit menembusnya! Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita..

Ada satu nasihat yang sangat bagus menurut saya, mungkin bisa diterapkan, mengingat telah banyak kasus terselesaikan karena hal ini.. Apa itu? Ia adalah istighfar.. “Orang yang paling bahagia adalah orang yang menemukan catatan amalnya dipenuhi dengan istighfar..” So beautiful, I love it so much..

Semoga tulisan ini bermanfaat.. Allah selalu membersamai kita J

Kamis, 02 Maret 2017

35 Mutiara


Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Tahukah anda mutiara? Mutiara adalah barang istimewa bagi kalangan mbak-mbak, ibu-ibu, bahkan sampai simbah-simbah yaa? Hehe bercandaa :D

Nah, mengapa mutiara begitu istimewa dan sempurna cantiknya? Gimana kalo cantik diibaratkan mutiara.. hayoo pasti mbak-mbak, ibu-ibu, sampai simbah-simbah berbusa-busa hatinya kalo diibaratkan cantik seindah mutiara. Iya kan? Hehe ngaku nih yee :D

Mutiara adalah barang langka, indah, mahal, dan nyaris sempurna. Ia dibentuk dengan proses yang sangat lama, terlindung dari cangkang, dan berada di hampir atau mungkin dasar lautan. Untuk mendapatkannya adalah hal yang tidak mudah, dibutuhkan penyelam yang handal, sabar, dan tentunya tidak pantang menyerah karena risiko untuk mendapatkannya adalah kematian. Itulah sebabnya mutiara sangat berharga, daaan hampir semua mbak-mbak, ibu-ibu, bahkan simbah-simbah tersenyum sangat manis jika digombalin kaya mutiara hehe..

Mutiara ibarat hati kita yang bersih. Hati terletak di dalam tubuh, dibalut kulit, tulang. Bukan sembarang Allah menciptakan hati. Hati akan dimintai pertanggung jawaban juga oleh Allah. Bukankah setiap hati akan dibuka? Coba bayangkan hati itu seperti komputer yang mampu membaca setiap hal. Ada yang baik, ada yang buruk. Ada yang lurus, ada yang bengkok. Ada yang keras, dan bahkan ada yang lembut. Bayangkan jika yang terbaca adalah hal yang buruk? Pasti malulah kita.. Naah jika hati kita sebening mutiara, maka yang akan keluar juga secantik mutiara.. bening.. indah..  Iya kan..? “Duuh mbakk jadi baper akuu hihihihi :D “

Masih tentang mutiara. Saya pernah mendapat nasihat bening nan cantik untuk “nutrisi hati”, jadi saya ibaratkan seperti mutiara.. :)

Berikut ini adalah nasihat dari Syaikh Aidh Al-Qorni dikutip dari buku “Lelaki yang Paling Bahagia” yang sayang untuk tidak diabadikan hehehe, Yuk kita simak 35 Mutiara indah ini;

1. Mulailah harimu dengan sholat fajr dan do’a-do’a di pagi hari agar kau mendapatkan keberuntungan dan kesuksesan. (Tentunya yang utama untuk Allah yaa)

2 .Lanjutkan dengan istighfar agar syaitan menghindar darimu.

3. Jangan putus berdo’a, karena sesungguhnya do’a merupakan tali kesuksesan.

4. Ingatlah bahwa apapun yang kau katakan akan dicatat oleh malaikat.

5. Senantiasalah optimis meskipun engkau dalam pucak kesusahan.

6. Jika engkau menghadapi kegelisahan dan berbagai kegundahan maka ucapkanlah “Laa ilaaha illallah.”

7. Belilah dengan uang dirhammu (berinfaklah) untuk mendapatkan do’a orang fakir dan kecintaan orang miskin. (Tentunya yang utama untuk Allah yaa)

8. Sujud panjang dengan khusyuk itu lebih baik daripada istana-istana yang megah.

9. Berfikirlah sebelum berkata, bisa jadi satu perkataanmu bisa mematikan (menyakiti hati orang lain).

10. Berhati-hatilah dengan do’a orang yang didzolimi dan air mata orang yang terampas haknya.

11. Sebelum engkau mmembaca buku, koran dan majalah, bacalah terlebih dahulu Al-Qur’an.

12. Jadilah kau sebab bagi keistiqomahan keluargamu.

13.Bersungguh-sungguhlah jiwamu melaksanakan keta’atan, karena jiwa manusia itu senantiasa mengajak kepada keburukan.

14. Ciumlah telapak tangan kedua orang tuamu, kau pasti mendapat keridhoan.

15. Baju-baju lamamu merupakan baju-baju baru menurut orang-orang fakir.

16. Janganlah kau marah, karena hidup ini sangat singkat dari yang kau bayangkan.

17. Engkau senantiasa bersama dzat yang Maha Kuat, Maha Kaya, Dialah Allah ‘Azza wa Jalla.

18. Jangan kau tutup pintu terkabulnya do’a dengan melakukaan maksiat.

19. Sholat adalah sebaik-baik penolongmu dalam menghadapi berbagai musibah dan kelelahan.

20. Hindari berburuk sangka, kau akan mendapatkan ketenangan dan kenyamanan.

21. Penyebab dari segala kegundahan adalah berpaling dari Allah, maka segeralah menuju kepada-Nya.

22. Sholatlah kau, karena sholatmu akan menemanimu di kubur.

23. Jika kau mendengar orang yang menggunjing (ghibah) maka katakanlah kepadanya, “Bertaqwalah kau kepada Allah.”

24. Dawamkanlah (senantiasa) kau baca surat Tabarak (QS.Al-Mulk) karena ia adalah penyelamat.

25. Orang yang mahruum (terhalang dari rahmat Allah) adalah orang yang terhalang dari mengerjakan sholat dengan khusyuk dan mengalirkan air mata.

26. Jangan kau hina orang mukmin yang sedang lalai.

27. jadikanlah semua rasa cinta itu karena Allah dan rasul-Nya.

28. Maafkanlah orang yang menggunjingmu, karena dia telah menghadiahkan kebaikannya untukmu.

29. Sholat, tilawah, dzikir, merupakan hiasan dadamu.

30.Barangsiapa mengingat panasnya neraka maka ia akan bersabar terhadap dorongan untuk melakukan maksiat.

31. Selama qiyamullail ditegakkan, maka segala penyakit akan hilang, krisis kan berlalu, dan kesusahan akan lenyap.

32.Jauhilah “katanya dan katanya” karena kau masih punya pekerjaan bak gunung.

33.Kerjakanlah sholat dengan khusyuk, karena segala hal yang menantimu selain sholat itu lebih rendah urusannya daripada sholat.

34.jadikanlah mushaf senantiasa disisimu, karena membaca satu ayat Al-Qur’an itu lebih baik daripada dunia dan isinya.

35.Kehidupan itu indah, dan lebih indah lagi jika kau serta iman.

Bagus kaan mutiara-mutiaranya? Semoga bermanfaat untukmu kawan J


Minggu, 29 Januari 2017

Ankabut, Allah Memilihmu


Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Laba-laba. Tuhanku tak akan pernah salah menciptakannya. Laba-laba adalah salah satu simbol yang terpatri kuat didalam Al-Qur’an. Yaa.. Ankabut namanya! Ankabut adalah surat yang menggetarkan jiwa, bagaimana Tuhanku menjadikanmu pelajaran hidup bagi kita dan segenap insan di dunia. Surah ini merupakan salah satu peredam gejolak permasalahan kehidupan. Apapun itu. Tentunya, tidak menutup kemungkinan 113 surat lainnya yang perlu kita renungkan asbabun nuzulnya.

Siapa yang tidak pernah memiliki permasalahan dalam hidupnya? Tentunya setiap insan memilikinya. Permasalahan sangat beragam. Allah telah memberikan “porsi” nya masing-masing. Beberapa waktu lalu di dalam QS.Al-Kahfi telah dijabarkan bahwa manusia akan mengalami beragam ujian kehidupan berupa ujian keimanan, harta, ilmu, serta kedudukan..

Nah, sekaranglah saatnya..

Ayat yang menjadi penetralisir kepenatan, stress, mungkin biar lebih adem kita namai Asy-Syifa (penyembuh, obat) kali yaa hehe..

Ini nih ayat jitu dalam surat laba-laba..
Jreng jreng jreng.. :)

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ dan mereka tidak diuji?”

(TQS.Al-Ankabuut:2)

Problem terkadang muncul seperti gigitan semut (kata guru SD sih pas di imunisasi dulu sakitnya kaya gini hehe) hampir kecil tak berasa, sampai pada tingkatan seperti tersambar petir (maaf ya nak,  sedikit alay hehe). Mungkin yang perlu kita pelajari untuk menghadapinya adalah masalah sikap. Yaa mungkin diawal sedikit berat, ibarat memulai usaha diperlukan langkah ekstrim untuk “mendobrak pintu besinya” setelah itu kita tinggal melebarkan sayap untuk mendesain ruangan yang indah, dan kita bisa menikmati ruangan yang indah yang kita usahakan tadi..

Disini poin pentingnya.. sangat penting. Allah masih memegangi kita, ibaratnya kita melepas apapun itu no problem. Tapi, jika kita lepas Allah, bisa majnuun kali yaah. Bagaimana tidak? Segala pengatur kehidupan kita hilang, dari bangun sampai tidur lagi kita membutuhkan Allah. Ingatlah segala problem pasti memiliki jalan keluarnya. Jarak antara permasalahan dengan problem solvingnya itu sedekat kedua kelopak mata, sedekat nafas kita, deket yaa..

Ini ada resep jitu kedua dalam surat laba-laba penguat tauhidik kita

Hai masalah.. kami masih memiliki Allah yang Maha Besar

“Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba-laba, sekiranya mereka mengetahui.”

(TQS.Al-Ankabuut:41)

Ini juga ayat jitu lho kawan, jeratan rumah laba-laba memang melumpuhkan korban (laba-laba). Dari sini Allah memberikan bantuan kepada laba-laba, yang merupakan hewan yang kecil, tak berdaya, untuk memberikan rizki kehidupan berupa makanan. Tapi point of view nya ini, kita mengetahui bahwa rumah laba-laba adalah rumah yang unik, tapi sekali manusia memporak-porandakannya mungkin akan hilang. Iya kan? Sama, manusia juga memiliki ketergantungan yang begitu kuatnya akan Rabb-Nya. Itu memang seharusnya yang terjadi.

Nasihat menarik dari Fudhail bin Iyadh juga perlu kita terapkan,

“Hal yang membuatku malu pada Rabb-ku adalah amalku cacat, ibadahku berpenyakit, tapi karunia-Nya selalu sempurna.”

Indah ya kawan, memang benar adanya seperti itu keadaannya. Amal cacat karena kita kekurangan ilmu, ibadah berpenyakit karena kita tidak ikhlas, dan terakhir yang membuat hati tergerus, karunia-Nya selalu, selalu sempurna..

The Last..
Peganglah Allah selalu, Ia juga akan memegangmu.

Dan jika engkau lupa, alpha, khilaf, lihatlah jemarimu, gerakkan, rasakan sekelilingmu, yaa.. engkau bisa melihat, meraba, mendengar, berjalan, itu adalah nikmat-Nya yang perlu kita syukuri keadaannya..


Be wonderful, Allah is always by your side :)

Kamis, 19 Januari 2017

Cerdas yang Kandas


Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Menghadirkan niat itu sangat sukar. Ini dibuktikan karena tidak semua orang cerdas, yang memiliki wawasan ilmu agama, bahkan tidak semua murid-murid para ulama, memiliki niat yang ikhlas. Salah satu contoh adalah Mu’tazilah. Apa kata para ulama’ tentang Mu’tazilah?

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah pernah mengatakan, Mu’tazilah, mereka diberi kecerdasan oleh Allah, tapi mereka tidak diberi kesucian hati, keikhlasan hati. Siapa yang tidak tahu kecerdasan Washil bin Atho’? Ia adalah seorang yang cerdas, murid dari Hasan Al-Bashri. Tapi ia tergelincir. Mengapa tergelincir? Ia tidak ikhlas.. ujub, sombong dengan kecerdasan yang mereka miliki (semoga menjadi nasihat untuk kita juga).

Kalau berbicara tentang kecerdasan, Washil bin Atho’ adalah seorang yang cerdas. Cerdas luar biasa..
Salah satu kisah yang mengisahkan tentang kecerdasannya, Washil bin Atho’ adalah seorang yang cadel. Berarti ia tidak bisa mengucapkan huruf Ra. Suatu ketika ada sebuah event yang membuat manusia berkumpul. Lalu dalam event tersebut, teman-teman Washil bin Atho’ ingin mempermalukan dirinya, ingin menjadikannya bahan tertawaan, bahan olok-olok. Ia didaulat secara spontanitas untuk berkhutbah pada event tersebut. Tanpa persiapan, tanpa oret-oretan, tanpa referensi. Agar apa? Agar manusia tahu kekurangan Washil bin Atho’, agar manusia tahu bahwa ia tidak bisa mengucapkan huruf Ra, dan mereka akan menertawakan Washil bin Atho’.

Coba anda bayangkan, anda shalat Jum’at, duduk di shaf pertama untuk mengerjakan shalat Jum’at, kira-kira jam 12.05 khatib  tidak datang. Karena anda yang duduk di shaf pertama, maka anda didaulat oleh semua jam’ah bahwa anda yang harus jadi khatib. Kira-kira bagaimana perasaan anda? Tidak ada persiapan, tidak ada contekan, tidak ada referensi, spontanitas. Itu mungkin mimbar bergetar, semua hafalan hilang, ketika kita berbicara terbata-bata, kira-kira itulah perasaan Washil bin Atho’.

Tapi mau tidak mau, karena ditunjuk oleh seluruh orang yang berada di sekitar itu, akhirnya dia berkhutbah, berpidato, dengan pidato yang akan dikenang oleh para ulama sampai detik ini, karena itu adalah salah satu pidato paling mengagumkan di dunia. Pidato itu tidak ada satupun huruf Ra! Seluruh huruf Ra yang akan dia ucapkan ia ganti dengan sinonim yang tidak menggunakan huruf Ra nya! Oleh karena itu, pidato tersebut, dari A-Z tidak ada satupun huruf Ra. Bisakah kita berpidato tidak dengan huruf R (Ra)? Washil bin Atho’ bisa membuat pidato seperti itu dengan tidak ada persiapan apapun, secara spontanitas. Semua kata dalam bahasa arab yang ada huruf Ra nya, ia ganti dengan spontan dengan sinonimnya yang tidak ada huruf Ra.

Ia menjadi buah bibir pada saat itu. Coba bayangkan, misalkan anda diberi waktu dua minggu, tolong buatkan khutbah tanpa menggunakan huruf R bisa tidak? Baru pembukaannya mungkin kita sudah gagal. “Bismillaahirrahmaanirrahiim..” dengan rahmat (R), karunia (R), susah untuk membuat pidato tanpa huruf R. Tapi Washil bin Atho' bisa membuatnya, tanpa ada persiapan. Cerdasnya luar biasa. Itulah Washil bin Atho’, namun tersesat. Ia cerdas namun tidak memiliki keikhlasan hati. Inti dari menuntut ilmu bukan kecerdasan, namun keikhlasan.

Al-Jahil, kurang semangat apa ia belajar, kurang kutu buku apa ia belajar?. Jahil, merupakan salah satu tokoh Mu’tazilah. Ia memiliki hobi yang unik. Mungkin, belum ada yang memiliki hobi seperti ia sampai detik ini. Ia senang menyewa toko buku, tidak boleh ada yang masuk ke dalamnya selain ia. Selama itu ia membaca seluruh buku yang ada. Mungkin kalo di Indonesia ia akan menyewa toko buku Gramedia untuk "melahap" seluruh buku-bukunya untuk dibaca. Berasa kecil ya kawan, ga ada apa-apanya. Ia membutuhkan privasi.

Mengapa ia meninggal dunia? Ia meninggal dunia karena kejatuhan buku. Di kamarnya buku ber rak-rak, bertingkat-tingkat. Kita tahu, buku zaman dahulu lebih berat dibanding dengan buku sekarang. Kemudian ia sakit keras, ia mengambil sebuah buku, namun buku terjatuh, dan menimpanya semuanya, dan akhirnya ia meninggal dunia. Jahil, tersesat Mu’tazilah. Mereka cerdas, namun tidak diberi kesucian hati.. nasihat lagi ya.. :( 

Ibnu Abi Hamza berharap, ada seorang ulama yang mendedikasikan waktunya untuk mendirikan majlis ilmu, dan setiap mengisi kajian, ia isi dengan tema ikhlas. Ibaratnya, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at sampai Minggu tentang ikhlas! Karena inilah bahaya umat Islam, kita butuh materi keikhlasan. Jangankan kita, Imam besar Daruquthni, imam besar ilmu hadits, bagaimana ia awal thalabul ilmi, tidak ikhlas, awal kita terpaksa, diajak teman, tidak enak dengan panitianya, kebetulan mampir disebuah masjid, lagi bentrok dirumah lalu mencari perenungan, lalu kajian. Tidak ikhlas dalam menuntut ilmu agama. Namun ilmu itu dikaji dan dikaji, dan akhirnya mengantarkan ia pada keikhlasan untuk Allah. Itu Imam besar Daruquthni. Sehingga ulama tidak ada yang meng klaim bahwa dirinya ikhlas.

Imam Ahmad bin Hambal, penulis kitab Musnad, berjilid-jilid beliau bisa tuliskan dalam kitab tersebut. Orang yang sudah pernah disiksa, karena membela sebuah ideologi tentang Al-Qur’an. Beliau merupakan salah satu murid terbaik Imam Syafi’i, “Engkau lebih tahu hadits dibanding saya,” Allahu Akbar, Imam Syafi’i mengatakan demikian kepada Imam Ahmad..

Suatu ketika Imam Ahmad pernah ditanya oleh Imam Syafi’i, “Wahai Imam Ahmad, engkau melakukan ini, engkau melakukan itu, engkau mengajar disini, engkau mengajar disina ikhlas atau tidak?

Kalau pertanyaan itu diarahkan kepada kita, apakah jawabannya? “Tadi kita datang kajian ikhlas tidak?”

Waah ikhlas dong, lihat penampilan saya, lihat jenggot saya, masa’ ga ikhlas?” apakah itu yang akan kita katakan?

Imam Ahmad mengatakan, “Adapun ikhlas itu adalah perkara yang sangat berat, adapun saya hanya berusaha sekuat tenaga.” Allahu Akbar.. mereka tidak berani meng klaim dirinya ikhlas. Imam Ahmad bin Hambal..

Sekarang, kata-kata ikhlas sangat murah, semua meng klaim ikhlas, bahkan maksiat pun meng klaim ikhlas, misal perkara suap-menyuap, “Ini ikhlas ga nih?”; “Oh, ikhlas Pak, Ikhlas..” suap itu dalam keadaan kepepet, terdesak, tidak ada jalan lain..

Imam Sushi (semoga benar ejaannya) pernah mengatakan, barangsiapa meng klaim ibadahnya ikhlas, maka rasanya ikhlas itu perlu direvisi kembali. Mereka tidak gila pujian. Para ulama kita tidak gila gelar. Semoga Allah selalu membantu, Aamiin..

Semoga bermanfaat..

(Sumber: Kajian Ust.Nuzul)

Minggu, 18 Desember 2016

Laa Taiasuu..


Laa Taiasuu..

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

“Wahai anak-anakku! Pergilah kamu, carilah (berita) tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir.”

(TQS.Yuusuf: 87)

Ada seorang yang melakukan maksiat, tapi disaat yang sama dia juga berusaha menta’ati Allah, beribadah mencari ilmu, tapi orang ini berputus asa karena belum bisa meninggalkan maksiatnya. Sedangkan setiap saat selalu berdo’a, adakah salafush sholeh yang bisa menjadi ibrah atas kejadian ini.

Beribadah pada Allah, ketika beribadah kita harus memiliki roja’ (harapan), bahwasanya kita tidak boleh putus asa dari rahmatnya Allah setiap waktunya.

Ada salah satu sahabat yang memiliki sifat semacam ini. Siapa yang bisa menyebutkan? Siapa sahabat yang taubat-balik lagi-taubat-balik lagi? Tapi akhirnya taubat. Ia adalah Abu Mihjan. Abu Mihjan itu kesukaannya apa? Minum khamr..
Minum khamr, dicambuk, minum khamr, dicambuk, minum khamr lagi, dicambuk..

Anda tahu sampai kapankah ia bertaubat?
Yaitu ketika dia, selain minum khamr, kecintaannya kepada jihad itu luar biasa, sampai ke ubun-ubun.. Itulah Maa syaa Allah nya yaa.. Ia seorang (maaf) preman, tapi ia preman yang suka berjihad. Jika kita bandingkan di zaman sekarang, orang berilmu belum tentu suka berjihad.

Minum khamr merupakan dosa besar. Ia minum khamr, dicambuk, minum khamr, dicambuk, minum khamr dicambuk, lalu sampai ketika ada pasukan peperangan yang kemudian sedang berjihad, sengaja dibawalah Abu Mihjan, kemudian ditali lah dia. Lalu terjadilah peperangan yang terdengar dengan telinganya. Dia tidak bisa ikut berperang. Kenapa?

Dia adalah peminum khamr. Peminum khamr dilarang untuk ikut, karena apa? Justru akan melambatkan kemenangan, karena orang yang berdosa justru akan membantu musuh. Dari sini kita dapat mengambil pelajaran, jika kita ingin dimenangkan oleh Allah, minimal jangan membantu musuh dengan kemaksiatan dari dosa yang kita kerjakan. Itu akan menjadikan terlambatnya kemenangan datang kepada kaum muslimin.

Maka Abu Mihjan ketika saat itu mendengar suara peperangan yang luar biasa, dan dia terikat pada sebuah kayu, ia menangis.. :( Dia berkata, “Maa syaa Allah.. Gara-gara minuman laknat saya tidak bisa ikut berjihad untuk membela kalimat Allah.” hanya mendengar suaranya (peperangan) saja.

Ada salah satu isteri komandan yang hadir di saat itu. Akhirnya dia iba melihat Abu Mihjan yang menangis. Dilepaskan dengan syarat, “Nanti sebelum perang selesai balik lagi ya, ikat lagi tanganmu.” Abu Mihjan mengiyakan, In syaa Allah..

Abu Mihjan berperang, sampai kemudian dia menutupi wajahnya supaya tidak terlihat bahwasanya dia adalah Abu Mihjan. Perang dengan luar biasa, sampai komandannya berkata, “Kalaulah bukan Abu Mihjan yang sedang aku ikat di belakang, pasti ini adalah Abu Mihjan.” Padahal itu adalah benar Abu Mihjan. Sudah banyak orang-orang yang tertebas dan kemudian dia kembali lagi..

Maa syaa Allah, disitu kita melihat, jangan pernah berputus asa. Abu Mihjan itu taubat, minum lagi, taubat, minum lagi, taubat, minum lagi, taubat, minum lagi, tapi akhirnya taubat. Itulah yang menjadikan kita tidak berputus asa. Karena apa? Sebanyak apapun dosa yang menggunung tinggi, walaupun menyentuh pintu langit, tapi ketika kita bertaubat dan menyesal, maka Allah akan menerimanya. In syaa Allah..

Allah mencari manusia bukan hanya yang banyak shalatnya, tetapi Allah juga mencari manusia yang mereka itu melakukan dosa tetapi mereka kembali kepada Allah dengan menyesali dosanya..

Perhatikan, ketika Allah memerintahkan untuk shalat, Allah tidak mengatakan “bergegas.” Allah ketika memerintahkan untuk berpuasa, Allah tidak mengatakan “bergegas”. Allah ketika memerintahkan kita untuk bersedekah, tidak mengatakan “bergegas.” Tapi ketika Allah memerintahkan kita untuk bertaubat, Allah mengatakan apa? “Bergegaslah kamu..”

Maka tahulah kita, panah apa yang paling disenangi iblis? Bukan panah zina. Panah yang paling disenangi iblis bukan panah khamr. Panah yang disenangi iblis bukan panah membunuh. Tapi panah yang paing disenangi iblis adalah panah Taswif.

Apa itu panah Taswif? Yaitu, orang itu melambatkan taubat, dan selalu berkata, “Besok taubatnya kalau sudah punya anak satu”, “Besok kalau sudah pensiun”, “Besok taubatnya kalau sudah tidak punya uang.”

Tumben, tidak minum?”, “Iya, lagi bokek.” Nah itu bukan taubat. Itu namanya Taswif. Inilah yang menjadikan kita harus yakin kepada apa yang telah dijanjikan Allah Subhanahuwata’ala..

Sumber: Lampu Islam

Semoga bermanfaat..

Senin, 10 Oktober 2016

Tunggulah Kedudukan Itu

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

“Jangan pernah merasa lebih baik dari orang lain sampai engkau mengetahui kedudukanmu di akhirat.”
--------------------------------
“Hai orang-orang beriman, janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah, dan barangsiapa berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi.”
(QS.Al-Munafiqun:9)

Manusia berasal dari tanah, namun terkadang memiliki sifat langit. Tinggi, tak terjangkau. Godaan dapat timbul dari arah manapun.

Anda pernah bertemu dengan seorang tua, dengan peluh, kotor, mengayuh becak tuanya? Atau seorang “kuli” pasar tua dengan menggendong berpuluh kilo bahkan berkuintal barang dagangan para saudagar?

Pernahkah anda bertemu dengan seorang tua pengangkut sampah, mendorong gerobaknya, dengan aroma yang hidung saja “enggan” bertahan lama?

Ada lagi seorang bapak yang berkendara dengan sepedanya, dengan menggendong bekal perkakas tukang, penuh semangat, membawa sebungkus plastik putih di pengemudi depan sepeda berisi makanan dengan raut muka lelahnya?

Satu lagi pernahkah anda melihat seorang nenek tua, berjualan kacang, namun ternyata Ia sepi pengunjung. Ia menahan dirinya untuk meminta-minta, dan mengisi sela-sela waktunya dengan alunan Al-Qur’an?

Apa yang kan kita pikir? Mereka menjijikkan? Mereka kotor? Mereka tak berpendidikan? Mereka tak berharta, mereka ini.. mereka itu..?

Baik, mari sejenak kita berpikir.. terkadang mata manusia memang hanya melihat secara objektif kala itu. Memang benar, namun siapa yang menyangka kedudukan mereka akan jauh lebih tinggi dan mulia dibandingkan kita? Mereka bisa saja lebih mudah bersabar dibanding kita, lebih mudah mensyukuri sebutir nasi yang mereka dapatkan, lebih menghargai setiap rupiah yang mereka usahakan?

Bandingkan dengan kita..

Manusia akan diuji dengan beragam cobaan.. Perhatikan hikmah QS.Al-Kahfi. Manusia akan diuji dengan beberapa arah..

Pertama, manusia akan diuji dengan keyakinannya (iman), seberapa kuat dan tahannya ia pada Allah, sebagaimana kuatnya keyakinan para pemuda Ashabul Kahfi yang berpasrah dari kejaran raja yang dzalim kala itu.. Disini akan kita ambil hikmah, akan timbul titik remeh manusia satu kepada manusia yang lainnya. Mereka akan beranggapan imannya lebih sempurna dari yang lainnya, tak sadar ia terjangkiti virus takabbur. Iman kita belum tentu menjamin kemuliaan kita di hadapan Allah. Hayati betul sudah benar atau belum? Ini sangatlah sulit, sangat sulit..

Kedua, manusia akan diuji dengan hartanya, sebagaimana kisah pemilik kebun yang kafir dan sombong. Ia menafikkan karunia Tuhannya. Kemudian Allah membinasakan hartanya. Kita terlalu takabbur, rizki yang sudah ada didepan kita sudah pasti menjadi milik kita, kata siapa? Jikalau Allah tak menghendaki kita mau apa? Pernahkah anda makan, suapan sudah sampai tepat di depan mulut kita, lalu terjatuh.. Itulah rizki yang belum ditakdirkan menjadi rizki kita. Kuasa Allah jauh diatas segalanya. Sadarlah hal itu.. Kekayaan tak menjamin kemulian wajah kita di hadapan Allah..

Ketiga, manusia akan diuji dengan ilmunya, sebagaimana kisah Nabi Musa yang tidak bersabar atas hikmah yang akan diajarkan Allah melalui Nabi Khidr. Nabi Khidr melubangi perahu, membunuh seseorang, kemudian membetulkan dinding yang roboh. Tahukah apa hikmahnya? Ketika nabi Khidr melubangi perahu, ia telah mengetahui bahwa akan ada perampok yang akan merampas harta. Kedua, Nabi Khidr membunuh seseorang? Tahukah apa hikmahnya? Ketika Nabi Khidr membunuh seseorang itu dikarenakan ia adalah seorang kafir, dan Nabi Khidr khawatir pemuda tersebut akan memaksa orang tuanya untuk murtad. Nabi Khidr menginginkan Allah akan menggantinya dengan anak yang sholeh. Terakhir, Nabi Khidr membetulkan dinding yang roboh, apa hikmahnya? Di dalam bangunan yang roboh itu tinggallah anak yang ditinggal mati orang tuanya, dan Allah menginginkan anak tersebut  mengeluarkan harta yang tersimpan yang ditinggalkan oleh orang tuanya kelak jika mereka dewasa. Disini kita petik hikmah pengetahuan juga dapat membinasakan jika kita meninggi, takabbur. Kebanyakan manusia tertipu dengan ilmunya, apa yang mereka ketahui adalah lebih sedikit dibandingkan apa yang mereka tidak tahu. Ilmu Allah sangat luas. Jangan sampai jenjang pendidikan kita memang tinggi, S1, S2, bahkan S3 tapi menutup diri kepada tanda kekuasaan Allah. Ilmu (dunia) tak akan menjamin kemuliaan wajah kita di hadapan Allah jika penggunaannya salah.

Keempat, manusia akan diuji dengan kedudukannya. Didalam QS.Al-Kahfi disebutkan bahwa Raja Zulkarnain menggunakan kekuasaannya untuk melindungi penduduk dari serangan Ya’juj dan Ma’juj, ia membuat pagar pembatas diantara bukit. Raja Zulkarnain mempergunakan kekuasaannya di jalan Allah. Ingatkah kisah Fir’aun, ia beranggapan berkuasa atas manusia, bisa mematikan dan menghidupkan. Ia tidak menggunakan tampuk kekuasaannya di jalan Allah.

“Jangan pernah merasa lebih baik dari orang lain sampai engkau mengetahui kedudukanmu di akhirat.”

Sebanyak apapun hartamu, setinggi apapun ilmumu, dan seluas apapun kekuasaanmu

It’s so difficult, but we must try..

“Whoever turns away from the remembrance of the Most Merciful, We will appoint for him a devil as his companion”


(QS.[43]:36)

Jumat, 24 Juni 2016

Aku, Kamu, dan 1,5 Jam


Bismillaahirrahmaanirrahiim..

“Dan mereka meminta kepadamu (Muhammad) agar azab itu disegerakan, padahal Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. Dan sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.”

(QS.Al-Hajj:47)

Waktu.. adalah kesempatan yang tak terulang lagi, mahal, unik, dan tentunya satu yang harus diingat tanggung jawab. Mengapa seperti itu? Waktu itu tak bisa terulang kembali, dapatkah anda mengulang peristiwa sepuluh tahun lalu? Lima tahun lalu? Kemarin? Oh tidak usah jauh-jauh.. satu menit yang lalu.. saja? Bisa? Kita tidak bisa mengulangnya lagi. Lalu, mahal? Kenapa mahal? Karena waktu itu tak terkira harganya.. coba anda bayangkan ketika orang tua anda meninggal, tetapi saat itu anda tengah ada di luar kota, tempat yang berbeda.. Disaat sakaratul maut anda tidak bisa menemaninya, jika anda bisa, mungkin anda akan membayar beberapa puluh juta, bahkan ratus juta untuk waktu yang sangat singkat. Unik? Kenapa unik? Disetiap detik waktu memiliki momennya sendiri, tidak akan sama, mungkin bisa berkisah bahagia atau penuh air mata. Dan, terakhir penuh tanggung jawab, ini yang berat! Waktu yang diberikan kita tidak cuma-cuma, Allah akan meminta pertanggungjawabannya. Miris ya kawan, mungkin menurut saya, mengelola waktu bukan perkara mudah, terlebih lagi banyak godaan-godaan di luar sana yang sangat WOW, tapi marilah kita ingat sejenak 1,5 jam kawan, meski “aku dan kamu” bukanlah yang sempurna. Let’s check it out...!

“Dan sesungguhnya sehari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.” Trus kok bisa 1,5 jam ya mbak? Mungkin ada sebagian orang yang sudah tahu asal 1,5 jam ini, tapi saya akan coba paparkan 1,5 jam ini seperti apa. Oke..

Asumsi kita mulai..

Satu hari akhirat = 1000 tahun dunia
24 jam akhirat = 1000 tahun dunia
Tiga jam akhirat = 125 tahun dunia
1,5 jam akhirat = 62,5 tahun dunia

Begitulah asumsinya kawan.. Umat Nabi Muhammad di prediksikan masa hidupnya hanya sekitar 63 tahun, seperti usia wafat Rasulullah. Terasa lama jika hidup selama 63 tahun di dunia ini. Tapi realitanya jika memakai perhitungan akhirat masa hidup kita hanya 1,5 jam saja. Kalau di dunia mungkin waktu 1,5 jam itu jika kita gunakan untuk reuni dengan teman-teman akan terasa cepat, pergi bersama, minum bersama, dan pulang lagi. Yah hidup kita juga seperti itu. Ibarat kata, kita ini musafir di padang pasir, hauuusss banget, terus nemu sumur di tengah Sahara, seneng? Ya tentu seneng dong? Sama! Kemudian musafir tersebut lanjut perjalanan. Kita menemukan dunia ini, mencari dunia ini penuh dengan kesenangan, tapi ujungnya kita akan kembali pada Allah...

Waktu yang kita peroleh dari Allah merupakan rizki juga. Jangan terus kita asumsikan RIZKI = UANG. Boleh seperti itu, tapi hendaknya kita harus jeli terhadap nikmat Allah. Jika kita tidak punya uang, Allah berikan gantinya waktu luang. Eeehh jangan salah ya kawan, waktu luang itu kalo kita cerdas manfaatin bisa jadi ladang amal buat kita lhoo. Kita bisa belajar, berdzikir, mengaji, menulis, dan membaca, asal tepat apa yang di belajarin, dzikirin, ngajiin, tulisin, dan yang di baca hehehe.. Daaan pahala akan mengalir dengan derasnya.. Kayak lautan aja mbak..

Ada satu lagi yang membuat saya khususnya takut.. mungkin anda juga ya? Bisa jadi.. “Kenapa takut mbak? Kayak ketemu Valak The Conjuring aja?” Begini kawan, maksiat kita definisikan sebagai perbuatan yang menjerumuskan pelakunya ke perbuatan dosa, meninggalkan yang wajib, dan melakukan yang haram, serem kan? Apa akibatnya? Tentu tak tanggung-tanggung lagi adalah Naar nya Allah, dijeburin, ditanyain, disiksa, balik lagi keawal, disiksa, balik lagi ke awal, disiksa lagi, begitu seterusnya..

Melakukan kemaksiatan adalah suatu kebodohan. Mengapa demikian? Karena orang yang melakukan maksiat ia tak sadar dilihat oleh Allah, berkurangnya kadar keimanan kita, mendapat kemurkaan Allah, dan satu hal yang penting lagi, yaitu terhambatnya rizki. Rizki itu banyak macamnya, kalo kita hitung rizki Allah susaaah banget. Bayangkan saja, Oksigen, jika Allah tidak menciptakan Oksigen (O2) lalu bagaimana air (H2O) akan diikat? Jika dalam suatu wadah (bayangkan saja Bumi), Hidrogen yang terlalu banyak bisa menyebabkan ledakan atau kehancuran.

Maksiat beragam macamnya seperti syirik/meragukan keesaan Allah, seperti percaya primbon, ramalan bintang, Capricorn, Aquarius, Pisces, Aries, dan teman-temannya, hari lahir, arah rumah, meski hanya iseng-iseng aja nih.. konsekuensinya sholat kita tidak diterima selama 40 hari. Sepele kan sepertinya? Tapi dampaknya luar biasa!

“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).” (QS.Al-Bayyinah:5)

Lalu maksiat lain seperti mempermainkan hukum Allah. Ini juga sulit, sangat sulit. Berjalan di jalan kebenaran sangat banyak onak dan durinya, Misal kita ingin istiqomah di jalan Allah dengan memakai hijab, namun lingkungan sekitar tidak mendukung seperti keluarga, teman, lingkungan sekolah, akhirnya buka tutup hijab, nah disini pentingnya lingkungan yang baik untuk memantapkan iman kita, bergaullah dengan orang sholeh-sholehah supaya terjaga pula iman kita.


Jenis maksiat lainnya adalah seperti durhaka pada orang tua, membunuh muslim tanpa alasan yang jelas (alasan agama), berzina, berzina jangan diartikan hanya hubungan pasutri saja lho, zina juga ada banyak jenisnya seperti zina mata, tangan, jari, telinga, kaki, hati, dan banyak lagi. Zina hati (qolbi) yaitu dengan memikirkan lawan jenis dengan perasaan senang terhadapnya. Zina lisan (ucapan) yaitu membincangkan lawan jenis dengan perasaan senang terhadapnya. Zina Zadin (tangan) yaitu dengan memegang tubuh lawan jenis dengan perasaan senang terhadapnya. Zina mata dengan memandang, zina hidung dengan mencium, zina telinga dengan mendengarnya, zina kaki dengan melangkah ke tempat maksiat.. Banyak kan kawan? Saya pribadi juga belum bisa untuk total terbebas dari maksiat, tapi setidaknya kita berusaha, dan saling nasihat-menasihati dalam kebaikan. Saya berharap jika kelak kalian di surga, maka ingatlah aku, ajaklah aku bersamamu ya kawan, tak peduli siapapun kamu, apa latar belakangmu, yang terpenting adalah iman dan takwamu pada Allah. Peganglah tauhid dengan kuat, gigitlah dengan gigi gerahammu, karena sekarang perpecahan umat telah nampak adanya, Semoga bermanfaat... J

Selasa, 17 Mei 2016

Tanda Orang Shalih

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Sesungguhnya seseorang hamba beroleh derajat yang shalih lagi shalihah karena ketinggian ilmunya akan ajaran syar’I yang lurus lagi mengikuti segala apa-apa yang diperintahkan oleh Allah Tabaraka wa Ta’ala dan meninggalkan segala apa-apa yang dilarang.
Berpenampilan syar’I, bertutur bahasa yang lembut lagi santun. Wajahnya bercahaya karena ibadahnya, lagi bersikap halus pada sesama..

1.Berakhlak mulia
Akhlak adalah sesuatu yang adanya didalam diri seorang hamba menurut pola pikir serta cara berpikirnya, yang sebagaimana orang lain menilai atas dirinya atau yang berarti dari luar diri ke dalam diri
Firman Allah Ta’ala
“Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengannya adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhoan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud.”
(QS.Al-Fath:29)

2. Beramal shaleh
Allah berfirman
“Kecuali yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh dan nasihat-menasihati supaya menta’ati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.”
(QS.Al-Asr:3)

3. Sedekah
Firman Allah Ta’ala
“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran dan selalu berbuat dosa.”
(Al-Baqarah:276)

4. Menjaga lisan
Dari Muadz bin jabal Radhiyallahu ‘anhu berkata,
“Aku pernah berkata: Wahai Rasulullah beritakan kepadaku amal yang dapat memasukkan ke dalam surga dan menjauhkan dari neraka?”
singkatnya Rasulullah bersabda :Maukah kalian kuberitahu kunci dari semua itu?
Aku menjawab, “Mau wahai Rasulullah”
maka beliau menunjukkan lidahnya seraya bersabda, “Kendalikan ini.”
Aku bertanya, “Wahai nabiyullah apakah kami akan diminta pertanggungjawaban dengan apa yang kami katakan?
Beliau bersabda, “Celakalah engkau hai Muadz. Bukankah yang menjerumuskan manusia ke dalam api neraka dengan tersungkur adalah akibat lidah mereka.
(HR.Tirmidzi, dia berkata hadits ini hadits hasan)

5. Memberi Maaf
 Firman Allah Ta’ala:
“Dan bagi orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan-perbuatan keji, dan apabila mereka marah mereka member maaf.”
(QS.As-Syuura:37)

6. Memiliki Malu
Abu Mas’ud Uqbah bin Amr Al-Anshari Al Badri Radhiyallahu ‘anhu berkata:
“Sesunguhnya Rasulullah bersabda: Sesungguhnya  sebagian dari apa yang telah dikenal orang dari perkataan kenabian yang pertama ialah, “bila engkau tidak malu (berbuat dosa) maka berbuatlah sekehendak hatimu.”
(HR.Bukhori)

7. Ikhlas
Firman Allah Ta’ala:
“Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah.”
(QS.An-Nisaa’:146)

8. Bersyukur
Firman Allah Ta’ala:
“Dan Kami akan member balasan kepada orang-orang yang bersyukur.”
(QS.Ali Imron:145)

9. Bersabar
Firman Allah Ta’ala:
“kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal shaleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.”
(QS.Huud:11)

10. Tawakkal
Artinya berserah diri sepenuhnya kepada Allah lagi rela atas apa-apa yang dikehendaki Allah atas dirinya

11. Shidiq
Yaitu senantiasa berperilaku yang benar dalam kesehariannya lagi senantiasa benar dalam perkataan dan perbuatannya

12. Tafakkur
Yaitu memikirkan lagi mengakui serta menyesali atas sekalian dosa dan kesalahan yang pernah diperbuat hingga kemudian iapun segera bertaubat atas dosa-dosanya itu.

13. Taubat
Firman Allah Ta’ala:
“Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang melakukan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
(QS.An-Nisaa’17)

14. Tidak Marah
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu menerangkan bahwa ada seseorang lelaki berkata kepada Nabi Sallallahu’alaihi wasallam, “Berilah aku nasihat,”
Beliau menjawab, “Jangan marah.”
maka diulanginya bertanya beberapa kali,
Kemudian nabi bersabda, “Jangan marah.”
(HR.Bukhori)

15. Tawadhu’ dan Tidak Takabbur
Tawadhu adalah sifat yang kiranya menunjukkan kekuasaan akal dan kebaikan pandangannya, sedang takabbur adalah perilaku amat buruk yang menunjukkan sifat yang keji lagi berlebih-lebihan adanya atas tiap-tiap sesuatu barang kehendaknya.
Allah Ta’ala berfirman:
“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orng-orang yang berjalan diatas bumi dengan rendah hati, dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka mengucapkan kata-kata yang baik.”
(QS.Al-Furqaan:63)

16. Ta’at
Firman Allah Ta’ala:
“Dan barangsiapa yang ta’at kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah, bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.”
(QS.An-Nuur:52)

17. Zuhud
Yaitu lebih mengutamakan kehidupan akhirat yang kekal. Kehidupan di muka bumi hanya ia jadikan sebagai jalan untuk mempersipkan bekal menuju akhirat..