Pernahkah kalian mendengar seseorang yang mati bunuh diri karena suatu permasalahan? Kasus ini sering terjadi di tengah masyarakat, bisa karena permasalahan perekonomian, atau bahkan karena cinta buta. Memang jalan pikir manusia sulit ditebak, hanya Allah lah yang tahu. Bunuh diri merupakan tindakan yang amat berdosa karena mendahului takdir yang telah Allah tetapkan. Ancamannya pun tak main-main, yaitu neraka. Alangkah menyesalnya mereka, karena anggapan mereka yang menginginkan kematian untuk mengakhiri masalah justru menimbulkan masalah baru yang sangat besar.
Allah memberikan nikmat kita untuk hidup. Selama manusia hidup, maka pintu rizki akan selalu terbuka, contoh kecilnya kita dapat bernafas tanpa harus membayar tagihannya. Allah juga memberikan rizki kepada kita berupa suara agar kita mempergunakannya di jalan kebaikan dengan menyebutkan hal-hal yang bermanfaat. Alangkah mulianya apabila setiap kata yang terucap adalah kalimat mutiara, kalimat yang terpuji, kalimat yang disukai oleh Allah. Nikmat hidup adalah kesempatan untuk manusia menjadi insan yang sukses di dunia maupun di akhirat.
Allah memberikan nikmat kita untuk hidup. Selama manusia hidup, maka pintu rizki akan selalu terbuka, contoh kecilnya kita dapat bernafas tanpa harus membayar tagihannya. Allah juga memberikan rizki kepada kita berupa suara agar kita mempergunakannya di jalan kebaikan dengan menyebutkan hal-hal yang bermanfaat. Alangkah mulianya apabila setiap kata yang terucap adalah kalimat mutiara, kalimat yang terpuji, kalimat yang disukai oleh Allah. Nikmat hidup adalah kesempatan untuk manusia menjadi insan yang sukses di dunia maupun di akhirat.
Apabila kita melewati kuburan, maka yang terbesit didalam benak kita adalah kematian. Kematian adalah pemutus amal-amal kita. Banyak orang yang telah meninggal, ingin kembali hidup di dunia untuk kembali beribadah kepada Allah. Allah telah menunjukkan kekuasaannya kepada orang-orang yang mati suri. Mereka telah sakitnya kematian, kemudian mengunjungi alam kubur, sehingga mereka mengetahui apa saja yang ada disana termasuk nikmat dan siksa kubur itu sendiri. Banyak orang yang telah mengalami mati suri mereka kembali ke jalan Allah serta menasihati saudara-saudaranya yang masih diberi kesempatan untuk hidup di dunia untuk senantiasa beribadah dan taat kepada Allah. Mengapa kita tidak mengambil pelajaran dari kuasa Allah tersebut.
Kembali pada kasus bunuh diri diatas. Orang-orang yang telah memilih jalan mereka untuk bunuh diri, berarti mereka belum mengerti apakah tujuan hidup di dunia. Manusia diciptakan oleh Allah bukan tanpa tujuan yaitu sebagai khalifah untuk kemakmuran bumi (QS.Al-Baqarah:30), beribadah kepada Allah (Adz-Dzariyaat:56), kemudian sebagai penyeru kebaikan/dai untuk sesama manusia (QS.Ali Imron:104). Jika kita tahu apakah maksud Allah menciptakan manusia, tentunya mereka akan berpikir ulang untuk bunuh diri. Tugas manusia sungguh berat, kita pengemban amanah dari Allah.
Manusia diciptakan Allah bermacam-macam, ada yang selalu berfastabiqul khairat, biasa-biasa saja, atau bahkan membangkang perintah Allah. Semua ada perhitungannya dimata Allah. Orang yang selalu berfastabiqul khairat atau orang yang senantiasa berbuat kebaikan akan menuai nikmat yang sangat besar di akhirat kelak, begitupula dengan orang yang biasa-biasa saja, atau bahkan membangkang perintah Allah, semua ada balasannya. Bisa kita bayangkan apabila kita beramal biasa-biasa saja, maka Allah juga akan memperlakukan kita biasa-biasa saja. Relakah jika teman kita yang mendapatkan perlakuan yang lebih istimewa dari Allah karena ia senantiasa berfastabiqul khairat dibandingkan dengan diri kita sendiri yang biasa-biasa saja? tentu tidak bukan? Mari senantiasa perbaiki diri agar menjadi insan yang disayangi tidak hanya oleh penduduk bumi, tapi juga oleh seluruh penduduk langit. Alangkah bahagianya diri ini, jika seluruh kesempatan yang Allah berikan berupa nikmat-nikmat tersebut dapat kita pergunakan untuk meraih kasih sayang dari Allah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar