Minggu, 24 Mei 2015

KEBIJAKAN FISKAL, BEDA NEGARA BEDA SOLUSI

Bismillaahirrahmaanirrahiim
       Salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan makroekonomi suatu negara adalah dengan kebijakan fiskal. Kebijakan fiskal adalah kebijakan pemerintah dalam bidang pengeluaran dan pendapatannya dengan tujuan untuk menciptakan tingkat kesempatan kerja yang tinggi tanpa inflasi. Artinya, didalam bidang pengeluaran dapat diupayakan dengan penambahan atau pengurangan belanja agregat untuk sektor pemerintah (government) yang merangsang perekonomian negara, serta pengalokasian pendapatan pajak (tax) untuk sektor-sektor yang berkembang.

        Dalam kebijakan fiskal ada dua cara. Pertama, untuk mengatasi inflasi adalah dengan menaikkan pajak (tax), dengan demikian pendapatan yang dapat dibelanjakan (disposable income) akan menurun, sehingga tingkat konsumsi juga menurun. Cara kedua untuk mengatasi inflasi yaitu dengan menurunkan belanja pemerintah, sehingga anggaran belanja pemerintah naik. Hal tersebut mengakibatkan pengeluaran masyarakat menurun, sehingga inflasi dapat teratasi. Nah, apabila yang terjadi adalah deflasi, maka hal yang dilakukan adalah sebaliknya dari sisi pajak dan pengeluaran pemerintahnya.
      Permasalahan makroekonomi yang tidak dapat disepelekan adalah pengangguran (unemployment). Di negara berkembang, permasalahan ini sulit diatasi. Pengangguran tidak dapat diselesaikan dengan menurunkan pajak dan menaikkan belanja pemerintah. Negara berkembang cenderung memiliki tenaga kerja yang berlebih sedangkan modalnya terbatas. Oleh karena itu, jika belanja pemerintah dinaikkan, termasuk penanaman modal, konsumsi rumah tangga, maka hal tersebut malah akan menimbulkan inflasi.
       Mengatasi inflasi, beda negara beda solusi. Jika di negara maju inflasi disebabkan karena full employment, sedangkan di negara berkembang inflasi disebabkan karena pengangguran luas, pajak cenderung rendah, sehingga gairah industri menjadi rendah, tanam modal rendah, dan akhirnya pengangguran akan meningkat. Kalaupun menerapkan pajak tak langsung, maka hal itu akan menaikkan harga barang, akhirnya menimbulkan inflasi juga. Kebijakan fiskal di negara berkembang dengan cara menyeimbangkan pengeluaran pemerintah, dengan demikian akan mengurangi spend berlebih. Hal tersebut akan mengurangi inflasi. Untuk mempengaruhi corak sumber daya, belanja pemerintah ditempatkan disuatu sektor yang dianggap menguntungkan. Galakkan tanam modal di sektor tersebut, namun pajak juga harus diatur besarnya agar tidak menurunkan gairah industri di sektor tersebut.
       Terakhir dengan memberikan perangsang fiskal. Misalkan dengan memberikan pinjaman modal yang bersyarat ringan, pembebasan sementara untuk membayar pajak, mempercepat depresiasi barang-barang modal, mengurangi pajak impor barang modal dan barang mentah yang digunakan. Akhirnya kebijakan fiskal dapat digunakan untuk menaikkan tanam modal, meninggikan pajak disektor-sektor tertentu asalkan tidak menurunkan perangsang untuk menaikkan produksi.
      

Sabtu, 23 Mei 2015

IBADAH BERBALUT BELENGGU SYAITAN

Bismillaahirrahmaanirrahiim
      Syaitan, ia adalah makhluk Allah yang tercipta dari api dan sangat tangguh untuk menghasud manusia agar menjauh dari Allah. Ia memiliki tipu muslihat yang jitu, buluhnya tipis, samar, dan hampir tidak terdeteksi oleh hati. Bagaimana tidak? ia selalu menyertai hati manusia, merong-rong,  menaburkan perasaan was-was, takut, hasad, riya', sum'ah, dan masih banyak lagi. Namun, jika kita berlindung kepada Allah In Syaa Allah kita akan terminimalisir dari gangguan syaitan.

       Manusia diperintahkan untuk selalu ber fastabiqul khairat, yaitu berlomba-lomba dalam kebaikan. Sebelum kita beramal tentunya didahului dengan niat yang tulus karena Allah. Namun siapa sangka, niat yang lurus tersebut bisa saja melenceng dari yang seharusnya. Niat itu ibarat sebuah alamat dalam sebuah surat, jika alamat itu salah, maka surat tidak akan pernah sampai. Misalkan berniat untuk membantu orang karena Allah, tapi setelah dilihat oleh orang lain ia akan lebih senang atau bangga karena ia akan dianggap orang baik. Kemudian waktu seorang imam melantunkan bacaan sholat, ketika imam tersebut tahu bahwa ada yang mendengarkannya, ia melebih-lebihkan dalam membaca bacaan shalat. Inilah yang ditakutkan, ibadah berbalut belenggu syaitan.
        Allah memiliki kuasa membolak-balikkan hati manusia. Hanya kepada-Nya hati kita disandarkan. Kita hendaknya senantiasa memohon hati yang dilindungi dari bahaya yang selalu mengintai selama kita masih hidup agar memiliki ketetapan iman. Siapa sangka, orang yang ahli ibadah dapat selamat hingga ajal menjemput, dan siapa pula yang dapat memastikan bahwa orang keji tidak dapat bertaubat dan mendapat syurga Allah? Wallahu'alam.
         Allah telah memberikan solusi untuk mengatasi belenggu syaitan. Dalam QS.Al-A'raf:200 disebutkan, "Dan jika syaitan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui."  Dalam surat lain juga disebutkan yaitu QS.An-Nahl:99, "Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Allah. 
          Allah adalah Tuhan yang senantiasa menyayangi kita. Salah satu buktinya adalah ia menyertai kita dengan dua malaikat mulia yang mencatat setiap amal kita yaitu Malaikat Raqib dan Atid. Apabila kita hendak melakukan tindakan buruk seperti menggantikan cinta kita kepada Allah dengan yang selainnya, ingatlah hal itu akan tercatat dalam kitab catatan amal burukmu. Relakah kamu menggantikan Allah yang telah memberikan sepenuh hati-Nya, cinta-Nya yang melebihi kasih kedua orang tuamu dengan yang lainnya? Kita telah diberikan berbagai nikmat sehat, udara yang cuma-cuma, senyuman, dan termasuk kesedihan itu juga tanda cinta-Nya kepada kita. Kita akan lebih menghargai hidup, karena seseorang belum dikatakan beriman, sebelum kita diuji terlebih dahulu seperti umat terdahulu. Jika kita lulus akan ujian Allah, kita akan dinaikkan derajatnya oleh Allah. "Maka ni'mat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS.Ar-Rahmaan:55).
     

Jumat, 22 Mei 2015

INVESTASI MODAL MANUSIA

Bismillaahirrahmaanirrahiim    
        Seseorang yang menginginkan kehidupan yang lebih layak maka ia memerlukan investasi modal manusia. Tak banyak orang menyadari hal ini. Investasi modal manusia adalah modal yang dibutuhkan manusia berupa kemampuan, ketrampilan, dan pendidikan agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik dimasa depan. Keinginan untuk melakukan investasi ini tentunya bukan hal yang mudah, kita akan dihadapkan dengan pilihan-pilihan yang menggiurkan.
        Tidak dapat dipungkiri, didalam perolehan investasi modal manusia akan memerlukan biaya (jika biaya pendidikan tersebut ditanggung pribadi) ataupun tidak mengeluarkan biaya (beasiswa), namun ia akan tetap kehilangan kesempatan (opportunity cost) untuk memperoleh pekerjaan (karena waktunya digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke strata lebih tinggi, S1, S2, atau S3). Didalam investasi modal manusia dikenal human capital concept, yaitu konsep yang dipakai untuk menghitung untung rugi menambah kemampuan, ketrampilan, atau pendidikan, apakah kita akan lebih menguntungkan jika bekerja atau melanjutkan pendidikan lagi.

        Islam adalah agama yang sempurna. Segala sesuatunya ada aturannya, termasuk investasi modal manusia ini. ”Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan” (Al-Hadist). Pendidikan sangat diperlukan, untuk itu kita diwajibkan untuk memperolehnya. Namun disini terdapat perbedaan orientasi didalam investasi modal manusia. Jika dinilai dari sisi ekonomi, maka investasi modal manusia akan berorientasi pada perolehan pendapatan yang lebih tinggi dari sebelumnya maka ia akan dapat memenuhi keinginan konsumsinya yang pada periode sebelumnya tidak terbeli (tidak dapat diperolehnya) karena tingkat pendapatan yang masih belum setinggi sekarang (Feriyanto, 2014). Hal itu tidak  salah, karena dalam ibadah juga diperlukan materi untuk menunjang ibadah tersebut menjadi lebih baik. Namun, jika dinilai dari pandangan  Islam, maka investasi modal manusia (dalam memperoleh pendidikan untuk bekal kehidupan) semata-mata untuk mencari ridha Allah Subhanahuwata'ala.
        Orientasi perilaku kita akan menentukan warna kehidupan kita. Hal tersebut ditentukan oleh niat. Jika tindakan atau perilaku yang kita lakukan semata-mata untuk memperoleh kekayaan materi saja, maka yang akan kita peroleh hanya sebatas uang saja dan tidak akan memperoleh keberkahan hidup. Namun, jika investasi modal manusia (pendidikan) yang kita lakukan untuk meraih ridha Allah, maka yang kita dapat tak sekedar materi saja, namun yang utama adalah keberkahan dalam menuntut ilmu tersebut. Apakah ilmu yang kita miliki memilki manfaat untuk orang lain. Bukankah didalam Islam menyebutkan sebaik-baik manusia adalah yang mempelajari dan mengajarkan Al-Qur'an?

Minggu, 11 Januari 2015

HANYA UNTUK 70 RIBU...

Bismillaahirrahmaanirrahiim..
      Dituturkan dari Ibn 'Abbas, r.a. (yang) berkata (bahwasanya) Rasulullah Sallallahu'alaihi Wasallam bersabda,
"Telah diperlihatkan kepadaku umat-umat terdahulu. Aku melihat ada seseorang nabi yang disertai rombongan kecil. Ada seorang nabi yang disertai satu dua orang saja. Malah, ada seorang nabi yang tidak mempunyai pengikut seorangpun. Kemudian terlihat olehku satu rombongan besar yang kusangka mereka adalah umatku. Namun, dikatakan kepadaku, 'Ini adalah Musa dan kaumnya. Tetapi lihatlah di ufuk sana .' Ketika ufuk itu kulihat, dan tiba-tiba tampak olehku satu rombongan besar. Lantas dikatakan kepadaku, 'Lihatlah ke ufuk yang lain. 'Di sana, kulihat satu rombongan besar. Kemudian dikatakan kepadaku, 'Itu adalah umatmu.' Di dalamnya ada tujuh puluh ribu orang yang akan masuk surga tanpa dihisab dan tanpa disiksa terlebih dahulu."
     Beliau lalu bangkit dan masuk ke dalam rumah. Orang-orang pun ramai membicarakan masalah orang-orang yang akan msuk surga tanpa dihisab dan tanpa dihisab terlebih dahulu. Ucap salah seorang diantara mereka, "Barangkali mereka adalah sahabat Rasulullah Sallallahu'alaihi Wasallam." Ada pula yang berkata, "Barangkali mereka adalah orang-orang yang dilahirkan dalam keadaan Islam, kemudian mereka tidak mempersekutukan Allah." Mereka pun mengemukakan berbagai perkiraan.
      Kemudian Rasulullah Sallallahu'alaihi Wasallam keluar dan bertanya kepada mreka, "Apa yang kalian bicarakan?" Kemudian mereka menceritakannya kepada Rasulullah. Beliaupun bersabda, "Mereka adalah orang-orang yang tidak menjampi, tidak pernah minta dijampi, dan tidak meramal. Hanya kepada Tuhan sajalah mereka bertawakal."
      Kemudian 'Ukkasyah bin Mihshan berkata, "Wahai Rasulullah, doakanlah kepada Allah agar saya termasuk golongan mereka." Jawab beliau, "Engkau termasuk golongan mereka."
      Lantas seseorang lain berdiri seraya berkata, "Wahai Rasulullah, doakan kepada Allah agar saya termasuk golongan mereka." Jawab beliau, "Engkau telah didahului Ukkasyah."

(HR.Bukhari-Muslim)

Jumat, 09 Januari 2015

UNTUK SIAPA AMALMU?


        Bismillaahirrahmaanirrahiim..
     Allah Subhanahuwata'ala berfirman, Padahal mereka tidak disuruh kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan kataatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus dan agar mereka menegakkan shalat dan menunaikan zakat (QS. Al-Bayyinah [98]: 5). Lalu pernahkah kalian beramal? tentunya setiap hari kita beramal. Tapi tunggu dulu, untuk siapakah ama-amal yang kita lakukan? Apakah sudah benar ditujukan kepada Allah semata?
     Berbicara amal, maka tak akan lepas dari niat. Niat adalah hal kecil (sepele), namun menentukan diterima atau tidaknya sebuah amal. Dalam beramal, maka balasannya akan sesuai dengan apa yang ia niatkan, seperti sabda Rasulullah, "Sungguh, semua amal perbuatan bergantung niatnya dan sesuatu yang diperoleh seseorang adalah selaras dengan apa yang dia niatkan. Karena itu, barang siapa hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya tersebut akan diterima Allah dan Rasul-Nya. Dan, barang siapa hijrahnya karena memburu dunia atau karena perempuan yang akan dia nikahi, maka hijrahnya tersebut hanya meraih sesuatu (yang selaras dengan) yang diniatkannya dalam hijrah tersebut."
      Niat letaknya ada didalam hati. Hanya Allah dan yang bersangkutan yang mengetahui. Niat didalam hati dapat kita ibaratkan seperti sebuah botol, apabila botol itu berisi madu murni maka harganya akan sangat mahal. Bandingkan jika sebuah botol itu diisi dengan air limbah, tentu botol itu akan dibuang bukan? Sama seperti hati, apabila niat kita untuk beribadah semata karena Allah, maka kita akan meraih ridha-Nya, namun apabila kita niat  beribadah karena selain Allah, maka kita hanya akan dapat apa yang kita inginkan itu.
      Memang tidak mudah menata niat. Kita harus berperang dengan hawa nafsu kita, terkadang sikap riya', takabur, ingin didengar, melapisi amal yang kita kerjakan. Itulah perjuangan meraih ridha Allah. Jika kita meniatkan semua karena Allah, maka tidak akan ada kekecewaan. Semua yang kita kerjakan akan bernilai dimata Allah. Begitu baiknya Allah, disaat kita berniat melakukan suatu kebaikan, namun kita belum bisa merealisasikannya, Allah pun akan mencatatnya. Sekecil apapun amal yang kita kerjakan, maka akan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah, meskipun hanya menyingkirkan krikil di jalan.
     Allah telah memberikan kita begitu banyak ni'mat jasmani maupun rohani. Ia telah mengaruniakan kepada kita mata yang sehat, pendengaran yang baik, hati untuk merasakan, bibir untuk berbicara, tangan untuk menggenggam, dan kaki untuk melangkah, dan masih banyak lagi. Dalam QS.Ar-Rahman [55]: 55) Allah berfirman, "Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"  Nikmat itu akan dimintai pertanggungjawaban di yaumul akhir nanti, untuk apa nikmat-nikmat tersebut kita gunakan? akan menjawab apakah kita kelak? untuk apakah kekayaan kita, waktu kita, kesehatan kita?
         Kita diberi kesempatan oleh Allah hidup di dunia ini hanyalah sementara. Hidup kita ibarat pergantian malam ke siang, atau pergantian siang ke malam, sangat singkat. Gunakan lima kesempatan sebelum datangnya lima waktu yaitu sehat sebelum sakit, kaya sebelum miskin, muda sebelum tua, lapang sebelum sempit, hidup sebelum mati. Kita tidak perlu menunda kebaikan selama masih diberi kesempatan yang lebih baik oleh Allah.
     Senangkah kita jika kita dicintai oleh seseorang? tentunya ya bukan? sama seperti Allah, jika seorang manusia mencintai Allah, maka Allah akan senang terhadap kita. Jika Allah sudah mencintai kita, maka tidak hanya penduduk bumi saja yang mencintai kita, bahkan penduduk langitpun akan mencintai kita pula, alangkah indahnya. Bandingkan jika kita melakukan ibadah karena selain Allah, misalkan dengan orang yang kita sukai, maka kita akan sekedar mendapatkan apa yang kita inginkan itu. Namun jika kita melakukan segala hal dari yang kecil dan yang paling besar sekalipun hany semata karena Allah, maka kita akan dicintai Allah, penduduk langit, dan penduduk bumi. Apakah sebanding? Tentu tidak. Dengan demikian, cobalah melakukan segala sesuatu hanya karena Allah, bukan yang lain, maka kita akan mendapatkan ketenangan dan keberkahan hidup, serta tentunya kasih sayang yang tiada putus-putusnya dari Allah. I Love Allah :)

Sabtu, 03 Januari 2015

HIDUP ADALAH KESEMPATAN

Oleh : Ika Devi Silviana
      Pernahkah kalian mendengar seseorang yang mati bunuh diri karena suatu permasalahan? Kasus ini sering terjadi di tengah masyarakat, bisa karena permasalahan perekonomian, atau bahkan karena cinta buta. Memang jalan pikir manusia sulit ditebak, hanya Allah lah yang tahu. Bunuh diri merupakan tindakan yang amat berdosa karena mendahului takdir yang telah Allah tetapkan. Ancamannya pun tak main-main, yaitu neraka. Alangkah menyesalnya mereka, karena anggapan mereka yang menginginkan kematian untuk mengakhiri masalah justru menimbulkan masalah baru yang sangat besar.
     Allah memberikan nikmat kita untuk hidup. Selama manusia hidup, maka pintu rizki akan selalu terbuka, contoh kecilnya kita dapat bernafas tanpa harus membayar tagihannya. Allah juga memberikan rizki kepada kita berupa suara agar kita mempergunakannya di jalan kebaikan dengan menyebutkan hal-hal yang bermanfaat. Alangkah mulianya apabila setiap kata yang terucap adalah kalimat mutiara, kalimat yang terpuji, kalimat yang disukai oleh Allah. Nikmat hidup adalah kesempatan untuk manusia menjadi insan yang sukses di dunia maupun di akhirat.
      Apabila kita melewati kuburan, maka yang terbesit didalam benak kita adalah kematian. Kematian adalah pemutus amal-amal kita. Banyak orang yang telah meninggal, ingin kembali hidup di dunia untuk kembali beribadah kepada Allah. Allah telah menunjukkan kekuasaannya kepada orang-orang yang mati suri. Mereka telah sakitnya kematian, kemudian mengunjungi alam kubur, sehingga mereka mengetahui apa saja yang ada disana termasuk nikmat dan siksa kubur itu sendiri. Banyak orang yang telah mengalami mati suri mereka kembali ke jalan Allah serta menasihati saudara-saudaranya yang masih diberi kesempatan untuk hidup di dunia untuk senantiasa beribadah dan taat kepada Allah. Mengapa kita tidak mengambil pelajaran dari kuasa Allah tersebut.
      Kembali pada kasus bunuh diri diatas. Orang-orang yang telah memilih jalan mereka untuk bunuh diri, berarti mereka belum mengerti apakah tujuan hidup di dunia. Manusia diciptakan oleh Allah bukan tanpa tujuan yaitu sebagai khalifah untuk kemakmuran bumi (QS.Al-Baqarah:30), beribadah kepada Allah (Adz-Dzariyaat:56), kemudian sebagai penyeru kebaikan/dai untuk sesama manusia (QS.Ali Imron:104). Jika kita tahu apakah maksud Allah menciptakan manusia, tentunya mereka akan berpikir ulang untuk bunuh diri. Tugas manusia sungguh berat, kita pengemban amanah dari Allah.
      Manusia diciptakan Allah bermacam-macam, ada yang selalu berfastabiqul khairat, biasa-biasa saja, atau bahkan membangkang perintah Allah. Semua ada perhitungannya dimata Allah. Orang yang selalu berfastabiqul khairat atau orang yang senantiasa berbuat kebaikan akan menuai nikmat yang sangat besar di akhirat kelak, begitupula dengan orang yang biasa-biasa saja, atau bahkan membangkang perintah Allah, semua ada balasannya. Bisa kita bayangkan apabila kita beramal biasa-biasa saja, maka Allah juga akan memperlakukan kita biasa-biasa saja. Relakah jika teman kita yang mendapatkan perlakuan yang lebih istimewa dari Allah karena ia senantiasa berfastabiqul khairat dibandingkan dengan diri kita sendiri yang biasa-biasa saja? tentu tidak bukan? Mari senantiasa perbaiki diri agar menjadi insan yang disayangi tidak hanya oleh penduduk bumi, tapi juga oleh seluruh penduduk langit. Alangkah bahagianya diri ini, jika seluruh kesempatan yang Allah berikan berupa nikmat-nikmat tersebut dapat kita pergunakan untuk meraih kasih sayang dari Allah.

Kamis, 18 Desember 2014

BISNIS, SOLUSI PENYELAMAT PEREKONOMIAN INDONESIA

Bismillaahirrahmaanirrahiim
        Bisnis merupakan penopang utama perekonomian Indonesia. Sayangnya, peminat bisnis di Indonesia masih sangat minim yaitu sekitar 1,56 % penduduk Indonesia, padahal angka normal pengusaha di negara kita setidaknya 2,00 %. Salah satu penyebab minimnya angka pengusaha di Indonesia adalah mindset penduduknya tidak mau mengambil risiko dari sebuah usaha. Masih banyak perguruan tinggi yang ingin mencetak para lulusannya untuk menjadi pekerja kantoran. Memang tidak mengapa, itu sebuah pilihan masing-masing individu. Namun tak ada salahnya jika seorang pegawai juga memiliki sebuah usaha. Tentunya akan semakin memiliki manfaat bagi orang lain bukan?

        Bisnis bukan barang instan, diperlukan "penataan mental" untuk memulai sebuah bisnis. Seseorang yang terlahir dari keluarga seorang pengusaha/pedagang, sebagian besar akan memiliki mindset ingin menjadi seorang pengusaha. Menjadi pengusaha adalah hal mulia karena nabi besar kita Muhammad Sallallahu'alaihi Wasallaam juga mengajarkan kepada umatnya untuk menjadi insan yang mampu secara finansial dengan menjadi seorang pengusaha. Dengan menjadi seorang pengusaha maka akan menjadikan diri kita sepenuhnya menggantungkan rizki hanya kepada Allah Subhanahuwata'ala, bukan kepada manusia.
        Perguruan tinggi sangat berperan untuk "menggenjot" perekonomian negara kita, Indonesia. Beberapa perguruan tinggi telah menjadikan mata kuliah kewirausahaan menjadi mata kuliah wajib. Mata kuliah tersebut mengharuskan mahasiswa/mahasiswinya untuk membuat sebuah business plan yang harus direalisasikan  baik dibuat secara individu maupun kelompok. Hal ini disebabkan karena jika saat mahasiswa/mahasiswi tersebut telah lulus maka akan meminimalisir terjadinya pengangguran yang menjadi beban negara. Perguruan tinggi memiliki fungsi yang strategis disamping peran peningkatan prestasi akademik.
          Selain perguruan tinggi, peran pemerintah sangat dibutuhkan disini. Didalam UUD 1945 pasal 31 berkaitan tentang pendidikan, dana APBN yang digelontorkan dalam peningkatan pendidikan adalah sebesar 20% dari total APBN, angka yang fantastis. Pemerintah telah mengadakan suatu program khusus untuk mahasiswa dalam peningkatan kemampuan untuk berbisnis/berwirausaha. Selain pemberian dana, pemerintah sebaiknya juga melakukan pengawasan yang lebih intensif untuk menjaga keberlangsungan usaha, meskipun saat ini juga sudah dilakukan. Pemerintah sebagai regulator juga diharapkan dapat memberikan peran penting untuk mendukung situasi bisnis, khususnya bagi mahasiswa.
         Mahasiswa merupakan agen perubahan (agent of change) didalam masyarakat. Mahasiswa memiliki tingkat intelektual yang lebih baik, sehingga ilmu yang diperoleh dari bangku perkuliahan diharapkan dapat diaplikasikan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Perguruan tinggi yang telah membekali mahasiswanya dengan kewirausahaan, berarti telah menyiapkan lulusannya untuk dapat bertahan (eksis) walaupun lapangaan pekerjaan yang sedikit. Disinilah ketahanan mahasiswa diuji, bagaimana ia mempertahankan hidup setidaknya untuk dirinya sendiri, bahkan lebih baik lagi apabila dapat memberikan manfaat bagi masyarakat disekitarnya dengan penyerapan tenaga kerja dari pendirian sebuah usaha baru tersebut.
        Perguruan tinggi memiliki berbagai macam jurusan yang dapat dijadikan peluang bisnis. Misalkan saja jurusan teknik mesin, disana mahasiswa diharapkan dapat menciptakan inovasi dari mesin yang berguna bagi masyarakat. Salah satu produk teknik mesin adalah mesin pengolah sampah organik. Mesin tersebut dapat menghasilkan pupuk yang berguna bagi tanaman. Pupuk akan menjadi barang ekonomis yang dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah. Selain teknik mesin, jurusan yang tak kalah menarik adalah teknik kimia ataupun farmasi. Banyak penelitian-penelitian yang dilakukan, kemudian menciptakan produk pangan, kosmetik, ataupun obat-obatan yang dapat berguna bagi masyarakat. Hal itupun dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah pula.
           Indonesia masih mengalami keterbelakangan teknologi dibandingkan negara lain. Salah satu fungsi produksi yaitu dipengaruhi kemajuan teknologinya. Dengan teknologi mutakhir maka produk yang dihasilkan akan semakin tinggi, dan tingkat efektif dan efisiennya akan semakin besar. Hal tersebut akan mempengaruhi besarnya profit yang dihasilkan dari sebuah perusahaan. Perusahaan yang telah maju karena kemajuan teknologinya maka akan menjadi go public, perusahaan yang telah go public hendaknya menyisihkan sebagian profit yang didapat dari usahanya untuk Corporate Social Responsibility (CSR) yang akan dialokasikan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dibidang pendidikan, kesehatan, dan lainya.