Tahun 2014 ini merupakan dilema dalam menghadapi Asean Economic Community (AEC). Bagi
mereka yang telah mempersiapkannya, AEC adalah kesempatan besar untuk meraih
peluang. Namun bagi mereka yang belum bisa menangkap peluang itu, akan hancur
tergilas persaingan. Memang tak dipungkiri, sebagian orang mulai risau terkait
keberlangsungan hidup mereka. Mereka mulai memikirkan cara untuk mendapatkan
pundi-pundi rupiah diera revolusi ini. Hendaknya kita tidak stagnant diposisi sulit ini. Mengubah mindset merupakan salah satu solusi yang
tepat. Setidaknya ada empat jenis Cashflow
Quadran, yaitu dari kuadran mana kita akan mendapatkan penghasilan. Kita
bisa memilih salah satunya, atau bahkan kita bisa mengkombinasikannya dengan
cerdas.
Kuadran
Pertama, Employ
Di
kuadran ini adalah mereka yang usai menyelesaikan bangku pendidikannya,
kemudian bekerja sebagai pegawai di sebuah instansi (perusahaan). Mereka
bekerja diatur oleh system, tidak
terlalu berkembang. Jika hanya mengandalkan kuadran ini, memang akan
mendapatkan keamanan pekerjaan, namun kesempatan untuk saving akan tipis. Mereka harus menyusun skala prioritas kebutuhan
untuk menghindari kebutuhan-kebutuhan tidak terduga yang membengkak.
Kuadran
Kedua, Self Employ
Di kuadran ini adalah mereka yang usai bangku
pendidikannya bekerja untuk dirinya sendiri. Mereka tidak bekerja dengan system, sehingga bisa part time atau bahkan full time. Kuadran jenis ini biasanya adalah mereka yang
berprofesi sebagai dokter, psikolog, pengacara, dll.
Kuadran
Ketiga, Business Owners
Di kuadran ini adalah mereka yang berwirausaha dengan
mendirikan lapangan pekerjaan sendiri. Sebagai pemilik bisnis mereka tidak
perlu menghabiskan banyak waktunya, cukup mengontrol bisnis saja. Dengan memiliki
usaha, pendapatan bisa kita raih sesuai dengan target yang diinginkan.
Dimungkinkan pula pendapatan akan surplus, sehingga kita bisa saving.
Menjadi seorang pemilik bisnis hendaknya memiliki mental
baja. Disaat kondisi usaha yang terpuruk, ia harus senantiasa memiliki semangat
seperti diawal pendirian usaha. Pemilik bisnis juga dituntut memiliki
kreativitas tinggi untuk mengembangkan produknya. Kreativitas harus diasah
sedari muda, karena sewaktu-waktu mengalami kegagalan mereka akan lebih mudah bangkit.
Namun, ketika memasuki usia senja mereka akan cenderung mengingikan keamanan
(menjauhi kerugian).
Kuadran
Keempat, Investor
Di kuadran ini menjadi seorang investor adalah mereka
yang sadar akan masa depan. Memang disaat muda kita masih bisa bekerja, namun
ketika usia mulai senja kesempatan itu sangatlah tipis. Bagi mereka yang
memiliki surplus dana akan
memanfaatkannya pada pos-pos investasi. Tentunya dalam berinvestasi kita harus
cerdas dalam memilih. Salah-salah menginginkan keuntungan, malah kerugian yang
menghadang. Kita bisa memanfaatkan jasa
reksadana syariah untuk berinvestasi, selain aman menurut syariat agama kita juga
tidak perlu membuang banyak waktu. Pilihlah reksadana syariah yang telah
terdaftar di Bapepam. Dengan reksadana syariah, maka dana kita akan dikelola
oleh manager investasi kedalam portofolio efek seperti saham dan sukuk (obligasi
syariah).
Hakikatnya kita
adalah manager investasi bagi diri kita sendiri. Bagaimana cara kita mengatur
waktu dan dana untuk meraih keamanan ekonomi (berkecukupan). Ada tiga tingkatan
keamanan ekonomi yaitu : (1) Keamanan Pekerjaan,
(2) Keamanan Financial, (3) Kebebasan
Financial. Keamanan pekerjaan adalah
mereka yang berkutat sebagai pegawai, mereka merasa aman dengan gaji yang
mereka terima. Namun jika mereka tidak mampu me manage dengan baik, maka akan terjadi krisis ekonomi. Kedua, keamanan
financial adalah mereka yang mengkombinasikan kuadran, seperti menjadi seorang employ dan investor, employ dan business owners, self employ
dan investor, atau self employ dan business owners. Pendapatan mereka tidak
hanya didapat dari satu kuadran saja, tapi menggandeng kuadran lain untuk
mendapatkan keamanan financial. Terakhir
adalah Kebebasan Financial adalah
mereka yang dikatakan sangat aman dalam financial.
Kebebasan Financial adalah mereka
yang mengkombinasikan business owner
dan investor. Mereka pada mulanya menjalankan suatu bisnis dengan baik,
kemudian mengalokasikan sebagian dananya untuk berinvestasi. Dengan demikian
uang akan bekerja untuk mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar