Senin, 13 Oktober 2014

PUNDI-PUNDI RUPIAH HADAPI AEC 2015

Oleh : Ika Devi Silviana


      Tahun 2014 ini merupakan dilema dalam menghadapi Asean Economic Community (AEC). Bagi mereka yang telah mempersiapkannya, AEC adalah kesempatan besar untuk meraih peluang. Namun bagi mereka yang belum bisa menangkap peluang itu, akan hancur tergilas persaingan. Memang tak dipungkiri, sebagian orang mulai risau terkait keberlangsungan hidup mereka. Mereka mulai memikirkan cara untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah diera revolusi ini. Hendaknya kita tidak stagnant diposisi sulit ini. Mengubah mindset merupakan salah satu solusi yang tepat. Setidaknya ada empat jenis Cashflow Quadran, yaitu dari kuadran mana kita akan mendapatkan penghasilan. Kita bisa memilih salah satunya, atau bahkan kita bisa mengkombinasikannya dengan cerdas.

Kuadran Pertama, Employ
Di kuadran ini adalah mereka yang usai menyelesaikan bangku pendidikannya, kemudian bekerja sebagai pegawai di sebuah instansi (perusahaan). Mereka bekerja diatur oleh system, tidak terlalu berkembang. Jika hanya mengandalkan kuadran ini, memang akan mendapatkan keamanan pekerjaan, namun kesempatan untuk saving akan tipis. Mereka harus menyusun skala prioritas kebutuhan untuk menghindari kebutuhan-kebutuhan tidak terduga yang membengkak.

Kuadran Kedua, Self Employ
            Di kuadran ini adalah mereka yang usai bangku pendidikannya bekerja untuk dirinya sendiri. Mereka tidak bekerja dengan system, sehingga bisa part time atau bahkan full time.  Kuadran jenis ini biasanya adalah mereka yang berprofesi sebagai dokter, psikolog, pengacara, dll.

Kuadran Ketiga, Business Owners
            Di kuadran ini adalah mereka yang berwirausaha dengan mendirikan lapangan pekerjaan sendiri. Sebagai pemilik bisnis mereka tidak perlu menghabiskan banyak waktunya, cukup mengontrol bisnis saja. Dengan memiliki usaha, pendapatan bisa kita raih sesuai dengan target yang diinginkan. Dimungkinkan pula pendapatan akan surplus, sehingga kita bisa saving.
            Menjadi seorang pemilik bisnis hendaknya memiliki mental baja. Disaat kondisi usaha yang terpuruk, ia harus senantiasa memiliki semangat seperti diawal pendirian usaha. Pemilik bisnis juga dituntut memiliki kreativitas tinggi untuk mengembangkan produknya. Kreativitas harus diasah sedari muda, karena sewaktu-waktu mengalami kegagalan mereka akan lebih mudah bangkit. Namun, ketika memasuki usia senja mereka akan cenderung mengingikan keamanan (menjauhi kerugian).

Kuadran Keempat, Investor
            Di kuadran ini menjadi seorang investor adalah mereka yang sadar akan masa depan. Memang disaat muda kita masih bisa bekerja, namun ketika usia mulai senja kesempatan itu sangatlah tipis. Bagi mereka yang memiliki surplus dana akan memanfaatkannya pada pos-pos investasi. Tentunya dalam berinvestasi kita harus cerdas dalam memilih. Salah-salah menginginkan keuntungan, malah kerugian yang menghadang.  Kita bisa memanfaatkan jasa reksadana syariah untuk berinvestasi, selain aman menurut syariat agama kita juga tidak perlu membuang banyak waktu. Pilihlah reksadana syariah yang telah terdaftar di Bapepam. Dengan reksadana syariah, maka dana kita akan dikelola oleh manager investasi kedalam portofolio efek seperti saham dan sukuk (obligasi syariah).

Tingkatan Keamanan Ekonomi
            Hakikatnya kita adalah manager investasi bagi diri kita sendiri. Bagaimana cara kita mengatur waktu dan dana untuk meraih keamanan ekonomi (berkecukupan). Ada tiga tingkatan keamanan ekonomi  yaitu : (1) Keamanan Pekerjaan, (2) Keamanan Financial, (3) Kebebasan Financial. Keamanan pekerjaan adalah mereka yang berkutat sebagai pegawai, mereka merasa aman dengan gaji yang mereka terima. Namun jika mereka tidak mampu me manage dengan baik, maka akan terjadi krisis ekonomi. Kedua, keamanan financial adalah mereka yang mengkombinasikan kuadran, seperti menjadi seorang employ dan investor, employ dan business owners, self employ dan investor, atau self employ dan business owners. Pendapatan mereka tidak hanya didapat dari satu kuadran saja, tapi menggandeng kuadran lain untuk mendapatkan keamanan financial. Terakhir adalah Kebebasan Financial adalah mereka yang dikatakan sangat aman dalam financial. Kebebasan Financial adalah mereka yang mengkombinasikan business owner dan investor. Mereka pada mulanya menjalankan suatu bisnis dengan baik, kemudian mengalokasikan sebagian dananya untuk berinvestasi. Dengan demikian uang akan bekerja untuk mereka.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar