Senin, 29 Oktober 2018

Nano nih Gueeh


Bismillaahirrahmaanirrahiim..



"Aku tanpa-Mu butiran debuuu.."


Assalaamu'alaykum everyone..


Alhamdulillaah hari ini ayye mau sharing cerita yang suueeeepeeeeeeer dupeeeeerrr baguuuuussss bingiiiiiiiiiiiiiitttttttssss.. memang ga sesuai  EYD tapi tak apaaaa yaaaw.. wkwkwkwk.. πŸ˜‚

Oh ya ceritanya ayyee lagi nyari apaaa gitu di Youtube..😁 ehhh ketemu ini nih.. memang jodoh ndak kemana kakakakakaaa (ini ekspresi mengingatkan ketika ayyeeeem ketemu Ustadz Khalid secara ga sengajaa, ketika ayyem lagi jalan kaya sepotong batang karaa di Blok M Square dengan datarnyaaa πŸ˜‘, ehhhh trus dari belakang ada Ustadz Khalid bilang "permisi mbaaa" 😲 (you can call me alayyy 😬) jadi speechless sejenak deee tik tok tik tok kakakakakakakaa... πŸ˜‚

"Ehhh itu kan Ustadz Khalid, Ustadz Khalid.." guaa buntutin dah tuuu sama temen beliau.. πŸ‘£ πŸ‘£ dan akuuh kehilangaan jejaak, karena jalannya cefett banget.. syukur ketemu Ustadz favorit guuue.. eh kok jadi lo guee sihh.. 

Eiit dimanapun anda berada, Favorit boleeh, tapiii...... Ingat yaa.. ada porsi n jangan taklid buta, hormatilah ulama' karena kedalaman ilmu dan akhlaknya ya prenss.. πŸ‘

Just intermezzzoooooooo yang tadi ya konco koncaoπŸ˜‚πŸ˜‚

Yooh coo.. Back to topics..

Jadi gini, kenapa Allah itu tidak keliatan?

Jawabannya adalah....  kasi tau ga? kasi tau ga yee? Bayar bayar bayaaar πŸ˜‚ (Jail sungguuuuuh hehehe) πŸ˜† maaf ya biar ga kenceeeng

Selain adek gue n babe gue, mak gue sekarang jadi sasaran empuk kejailan guee, dan sekaraaang anda kenaa jebakan batman ayyyee, maap maap prenss.. Ya Allah jadi lo gue deeehh

Karena, Allahu Akbar, Allah Maha Besar

Allah terlalu besar jika dilihat dengan mata manusia. Kita lihat saja ke matahari 1 menit aja, mata kita bisa rusak. Bagaimana kita mau melihat kepada Allah. Dan bukan cuma kita! Semua nabi-nabi juga belum pernah melihat Allah, termasuk Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wasallam


Kalo bukan karena Allah, 
ni bunga ga bakal secanteek ini!
Check esensi Allahu Akbar di tulisan ini 


Ada kisah menarik di Jakarta nih, ada seorang mahasiswa Indonesia tinggal di Amerika, dan semua temennya Atheis! Ga ada Tuhannya! Pulang ke Jakarta, sudah mulai terpengaruh

Dia bilang ke ayahnya, ada tiga pertanyaan tentang Islam, kalo tidak bisa dijawab ia akan murtad!
Woooh ngeriiii..

Pertanyaan pertama..
"Katanya Iblis itu di Al-Qur'an tercipta dari api, bener ayah? Di Al-Qur'an juga diceritakan Iblis di hari kiamat akan masuk neraka ayah, neraka itu isinya api, trus Iblis rasa apa ayah?" (ini pertanyaan orang Atheis, mereka selalu menghubung-hubungkan dengan akal mereka. Ingat.. akal itu mengikuti wahyu, bukan wahyu yang mengikuti akal. Karena kita tidak tahu. Contohnya pas kita minum aeer, dan kita ga tau tegukan mana yang jadi komponen darah saya nantinya, begitupula kue, dll)

Ayahnya ga tau nih jawabannya btw..

Pertanyaan kedua..
"Ayah, katanya Tuhan kita Allah, tapi kenapa ga keliatan ayah? Saya mau yakin bahwa Allah itu ada, tapi berikan saya 1 contoooh saja, fenomena alam yang tidak keliatan, tapi bisa saya rasain, supaya saya yakin Tuhan itu ada.."

Ayahnya ga tau nih jawabannya btw (2)

Pertanyaan ketiga..
"Dalam Islam, kalau sudah disebutin, tapi ga bisa dibantah itu takdir. Kalo dia mati ketabrak itu takdirnya. Siapa yang bisa bantah? ga ada yang bisa jabarin. Takdir kalo sudah terjadi diem saja, terima saja.. Apa itu takdir ayah?"

Ayahnya ga tau nih jawabannya btw (3)

Lalu carilah seorang ustadz, langsung diceritakan oleh pemuda tadi 3 pertanyaan yang ingin ia tanyakan.. kalo bisa jawab saya tetap Islam, kalo ga bisa jawab saya murtad, tapi ustadz jangan marah yaa..

Yang pertama, terkait Iblis yang disiksa di neraka pada hari kiamat. Ia tercipta dari api, di neraka juga disiksa dengan api? lalu apa yang dirasakan Iblis ketika disiksa?

Yang kedua, fenomena alam yang tidak bisa saya lihat, tapi bisa saya rasakan, supaya saya yakin bahwa Allah itu ada..

Yang ketiga, terkait takdir. Apakah takdir ituu..

Daaan apakah yang terjadi??

Ustadznya berdiri daaaaaaan menampaar pemuda tersebut!!

Ia lalu berkata, "Tadi ustadz sudah janji tidak marah.."

Ustadzpun menjawab.. "Saya tidak marah.. tamparan saya ini jawaban atas 3 pertanyaan kamu.. Masalah pertama Iblis. Saya tanya, pipi kamu komposisinya apa? kulit, daging, dan tulang.. tangan saya? kulit, daging, dan tulang.. waktu saya tampar sakit tidak? Sakit! Begitupula Iblis di hari kiamat.." dijawab secara rasional, karena ia juga rasional.

"Yang kedua, fenomena alam yang bisa dirasakan tapi ga keliatan. waktu saya tampar, kamu kerasa apa? Sakit? Kamu bisa rasain? Bisa.. Kamu bisa melihatnya (rasa sakit itu)? Tidak bisa.. begitupula dengan Allah!" Mana ini semua matahari, bumi, bulan, siang, malam, bintang, manusia, beragam macam kulit, bahasa, segalanya dari mana? Ada yang pernah mengaku sebagai Tuhan, contohnya Fir'aun, begitu tenggelam tidak bisa berbuat apa-apa. Namrud ngaku Tuhan, begitu didatangi lalat, ia mati! ga bisa buat apa-apa.. Sakit itu contoh, fakta, ga bisa dilihat, tapi bisa dirasain. Berarti ada hal-hal yang tidak bisa lihat dengan panca indera, tapi ada! rasa lapar, haus, sakit, rindu, sedih.. semua tidak bisa dilihat tapi bisa dirasain..

"Yang ketga, masalah takdir. Pernah ga kamu berpikir ketemu saya hari ini, dan saya menampar kamu?" ga pernah.. itulah takdir! Ini jawaban rasional untuk orang yang Atheis

Baik.. kita jawab secara wahyu..

Kenapa Allah tidak kelihatan?

Jawabannya ada pada saat kita shalat. Kita kalau takbir bilang apa? Allahu Akbar.. Akbar ini kalau dalam bahasa arab artinya sesuatu yang melampaui batas. Orang Arab kalau melihat benda besar kabiir.. tapi kalau ada benda lebih besar lagi, sangat besar, ga ada yang lebih besar dibandingkan itu.. Ya.. Akbar! Ikrar kita.. Allahu Akbar.. tidak ada yang lebih besar selain Allah, ga ada yang lebih besar selain itu.. 

Bagaimana kita memahami kalimat ini?

Jawabannya ada pada hadits Rasulullah..
"Perumpamaan bumi yang kalian tinggali ini, dibandingkan dengan langit pertama yang ada diatas kepala kalian, itu hanya seperti cincin yang dibuang di padang pasir.."

Al-Mulk ayat 3

"Allah yang menciptakan tujuh lapis langit.."

Secara sains..

Ilmuan pada abad ke 17-18 an itu mengira bahwa matahari adalah planet terbesar di seluruh jagat raya ini, dan matahari itu jutaan kali lebih besar dibandingkan bumi. Dan ilmuan dikagetkan di abad ke 19, 20 an saat ini, itu sudah luar biasa.. ternyata di alam semesta ini ada milyaran matahari dan planet-planetnya.. jaraknya sekian juta tahun dari bumi, jumlahnya tak terhitung, milyaran.. dan itu semua, ada di bawah langit pertama..

Diatas langit pertama, ada langit kedua. Besarnya langit kedua itu, besarnya langit pertama digabung dengan bumi, hanya seperti cincin yang dibuang di padang pasir. Bagaimana langit kedua yang ada diatasnya (langit pertama)?

Diatasnya lagi, ada langit ketiga.. 
Yaitu bumi, langit pertama, langit kedua, yang digabung menjadi satu itu hanyalah seperti cincin yang dibuang di padang pasir

Begitupula langit keempat, kelima, keenam, ketujuh, seperti cincin yang dibuang di padang pasir

Pertanyaan kecil niiih..
Kita dimanaaaaaaa????

Aku merasaaaaa butiraaaan debuuuuuuuu (mendingan debu, itu sebutir debu masih dibelah-belah jadi milyaran, duuuh ga keliaaataaan supeeeeeerr!!)

Aneh kan? Kalau ada manusia nolak adanya Tuhan? Apalagi ngaku Tuhan! Luar biasaa..

Langit itu kalau dalam Islam ada penghuninya..

Waktu rasulullah sedang Mi'raj di langit, beliau melewati tujuh lapis langit itu, dan setiap kali saya lewati langit tersebut, Demi Allah, tidak ada tempat (4 jari manusia) yang saya lalui, kecuali ada malaikat yang sedang sujud atau ruku', penuh dengan malaikat, ga ada jarak 4 jari lho iniii

Jadi, dalam dunia malaikat, ada malaikat yang merupakan individu.. seperti Jibril, Mikail, Israfil, (ga ada Jibril yang lain, Mikail yang lain..).. ada yang nama kelompok, jadi dibawahnya dia, ada milyaran malaikat dibawahnya, seperti Raqib dan Atid.. sekarang ada 5 milyaran manusia, jadi berapa jumlah Raqib Atid? jadi 10 milyar, dobel, otomatis..

Sekarang ada Tsunami, ribuan meninggal, berarti malaikat Izrailnya sejumlah yang meninggal itu. Begitupula Munkar dan Nakir.. dibawahnya mereka juga ada milyaran malaikat yang bertugas serupa.. memang kelompok..

Di langit ketujuh ada Baitul Makmur, seperti Ka'bah di muka bumi.. Ka'bah tempat Thawwafnya manusia dan jin. Kalu di Baitul makmur itu tempat Thawwafnya malaikat. Tiap hari ada 70.000 malaikat Thawwaf, pergi, dan tidak kembali.. besok, malaikat baru datang, hancur, pergi ga kembali.. karena malaikat juga dimusnahkan oleh Allah, tapi diciptakan tiap hari, terus, 70.000, 70.000, 70.000.. ga pernah abis.. MaasyaAllah

Trus.. di langit ketujuh ada Sidratul Muntaha.. apa itu? Pembatas Allah dengan makhluk.. Besarnya Sidratul Muntaha itu, gabungan antara tujuh lapis langit dengan bumi, delapan- delapannya yaa.. hanyaa.. hanyaa.. seperti cincin yang dibuang di padang pasir...

Waaah waah waahh MasyaAllah.. Kita ada dimanaaaaa?????????????????


Diatasnya Sidratul Muntaha ada lagi niiih ciptaan Allah..

Apa-apa gaeees???

Yaitu lautan, memang susah masuk di akal, tapi inilah wahyu.. kita harus menerimanya..

Yaa.. lautan itu besarnyaaaa.. yaitu gabungan antara Sidratul Muntaha, tujuh lapis langit, ditambah bumi, sembilan-sembilannya digabung.. hanyaaa.. hanyaaa.. seperti cincin yang dibuang di padang pasiiiiiiir.. Ya Allah maafkan kesombongan kami selama ini Ya Allah.. Zzzzzzzzzzzzzz........

Jadi kita ini ada di dasar lautaaaan, daan lebih halusss sekian juta kali daripada debu dilautaaaaaaaaan Ya Allah aku dimana ini, dimanaaaaa??????????????



"Dan singgasana Allah berada diatas air.."

(Cek QS.Huud:7 or HR.Bukhori)



Ternyataa ini terjemahannyaaa masyaAllah masyaAllah.. aku bilang apa lagi iniiiiiiiiiiiiiiii

Jadi, diatas lautan tadi, ada Arsy nya Allah.. "Tsummastawaa 'alal "Arsy.." Allah bersemayam diatas Arsy..

Bagaimana Arsy nya Allah..

Dengarkan! Dengarkan!!!

Besarnya Arsy nya Allah, gabungan antara lautan tadi, Sidratul Muntaha, tujuh lapis langit, dan bumi, sepuluh-sepuluhnya, sepertiiiiii cincin yang dibuang di padang pasiiiiiiirrrr

Nih inggget yaaaaaa.. waktu kita kecil disuruh baca apa biar ngusir syaitan??

Yaaa.. baca Ayat Kursi kan?? Memang, ketika Ayat Kursi ini diturunkan, syaitan-syaitan pada lari ketakutan..

Apa itu Ayat? Ayat itu informasi.. sedangkan kursi itu dalam bahasa arab, artinya bukan kursi yaa, tapi pijakan kaki raja di singgasanaa.. cumaa pijakannya doang ya gaeeeeesss..

Wasi'a.. Wasi'a itu dalam bahasa arab artinya telah menutupi, meluasi kursi, berarti pijakannya Allah saja menutupi seluruh langit bumi ini!!!

Jadi kenapa allah ga keliatan? Karena Allahu Akbar, Allah Maha Besar!! Allah terlalu besar jika dilihat dengan mata manusiaaa..

Jadi, kalau kita bilang Allah ada dimana-mana, berarti perlu diluruskan ya gaeesss gaeeeeskuuuuh.. Allah bersemayam di atas Arsy.. Tsummastawaa 'alal 'Arsy..

Alhamdulillaah.. nambah lagi deeh ilmu kita hari iniii.. 

Semoga bermanfaat yaaahh :)







Minggu, 21 Oktober 2018

Assalaamu'alaikum Iman ☺



"Aku mencintai kematian, sebagaimana engkau mencintai kehidupan.."

(Kutipan menarik kala Muslimin akan berperang,
sehingga membuat gentar musuh Islam..)

Hai, apa kabar iman?




Bimillaahirrahmaanirrahiim..


"Aku ingin seperti Ibrahim, yang mencintai Rabbnya dengan sempurna. Sangat sempurna ☺"


Alhamdulillaah.. hari ini Allah telah merubah mindset aku. Syukron ya Allah. Syukron. Semoga Engkau senantiasa menyukaiku, walau aku penuh dengan aib dan dosa. Aamiin ☺

Pertanyaan menarik yang kuharap selalu menggelayuti hidupku. "Besok Allah akan mencabut nyawamu Ika Devi Silviana binti Budi Prayitno.. siapkah kamu..?"

Dan harapanku adalah, aku bersukacita menyambutnya karena aku akan menemui Rabbku yang senantiasa menemaniku. "Selamat datang wahai kematian ☺" persis yang dikatakan oleh Bilal ibn Rabbah, sang mu'adzin Rasulullah yang dikabarkan sandal jepitnya telah mendahului ia di surga.. MasyaAllah wa Tabarakallah 😊

Aku tidak akan pernah bosan meminta agar Allah mengaruniakan aku Firdausnya. Derajat para nabi dan Rasul yang segala kenikmatan tertinggi ada padanya. Bukankah itu sunnah nabi yang diajarkan kepada kita hai kawan? ☺

Orang beriman akan senantiasa tenang hidupnya. Saat sakitpun tidak boleh berharap kematian, namun dianjurkan berdo'a pada Allah, "Hidupkan aku, jika hidup itu baik untukku. Dan matikan aku, jika mati baik untukku." Nice kan?

Berharap surga. Tapi apakah mungkin orang yang berharap surga tidak melewati proses kematian terlebih dahulu? Rasanya tidak mungkin..

Sebuah tes pada diri kita masing-masing, "Satu jam lagi, Allah akan memanggil anda.." ujar Izrail kepada kita, misalnya..

Jika kita beriman, dan amal kita baik, serta senantiasa menghindarkan diri dari maksiat, maka indikatornya kita akan merasa senang hati karena kematian sebentar lagi, yang berarti akan bertemu Allah sebentar lagi, iya kan? bersabarlah duhai hati.. hehe kehidupan kita insyaAllah bermanfaat dan insyaAllah diterima.. ya Allah masukkan aku ke dalam golongan ini.. aamiin.. 🌷🍁🌷

Begitupula sebaliknya, jika kita takut kematian, berarti kita merasa belum pantas bertemu dengan Allah. Apabila kita membenci kematian, maka kita berarti juga membenci bertemu dengan Allah. Jika kita membenci bertemu dengan Allah, Allahpun akan membenci bertemu dengan kita.. Semoga kita tidak berada di golongan ini.. aamiin

Hadits qudsi Allah berfirman..

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu, Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda:

"Allah Ta'ala berfiman : Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingatku. Jika ia mengingatku saat bersendirian, aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingatku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka aku mendatanginya dengan berjalan cepat." (H.R.Bukhori)


Kutipan favorit nih kawan
by Ibnul Qoyyim
murid Ibnu Taimiyyah πŸ‘

Ingatlah, berdaganglah dengan Allah, kau tak akan merugi. Ia akan membalasmu ribuan kali bahkan jutaan kali lebih baik. Jangan pernah bosan berbuat baik. Karena kau tak pernah tahu amalan mana yang akan membawamu ke dalam surga-Nya..

Berusahalah menjadi Ibrahim yang lulus segala macam ujian Allah. Apapun itu! Derajat mulia tidak akan pernah mengkhianati amal shalih. Mereka seiring sejalan..

Satu hal yang menarik pikiranku hari ini. Ternyata umur panjang tidak lebih baik dibandingkan umur yang tidak panjang. Yahudi selalu menginginkan hidup yang lama di dunia. Tapi mereka tidak mengikutinya dengan amal shalih. Yang mereka katakan adalah, "Sami'na wa asoyna.." kami dengar dan kami tidak tunduk.."

Sebagai seorang muslim hendaknya yang harus kita ucapkan adalah "Sami'na wa atho'na.." kami taat dan kami patuh.."

Jadi sekarang pointnya bukan panjang umur yaa.. Berdo'alah kepada Allah agar dikaruniakan umur yang berkah dan diringankan dari siksa.. meminta umur yang panjang itu diperbolehkan, asal diikuti dengan amal-amal yang shalih..

Nah.. sekali lagi pertanyaanku untuk dirimu dan diriku sendiri..


Jadi, siapkah kamu mati hari ini?


Alhamdulillaahi Rabbil 'aalamiin
Semoga bermanfaat untuk kita kawan.. ☺☺


(Faedah Ust.Rukani, semoga Allah memberikan umur yang berkah dan senantiasa diringankan dari siksa-Nya.. aamiin)











Kamis, 18 Oktober 2018

Shufiyyah; Hubb?


Bismillaahirrahmaanirrahiim..



Assalaamu'alaykum everyone..


Kali ini saya akan menulis tentang sebuah catatan, yang sebenarnya sangat ingin saya sampaikan kepada seseorang. Saya telah mengenalnya sejak masih SMA.. Karena ini sangat mengganjal, saya ingin paparkan dalam sebuah tulisan dibawah ini. 

Sebenarnya dia adalah orang baik. Hanya saja, sangat sulit.. sulit untuk membuka bahwa itu harus diluruskan, begitupula sebaliknya, ia selalu mencoba menjelaskan bahwa sebenarnya Shufi itu..

.
.
.
Baik
.
.
.

Saya memang belum sempat menyampaikan ini kepadanya, namun setidaknya tulisan ini akan memiliki manfaat untuk yang lainnya, insyaAllah..

Kutipan yang sering saya dengar dari Shufiyyah..


"Saya beribadah kepada Allah bukan karena menginginkan Surga tidak pula karena takut dengan Neraka." (Shufi)


Nah, saya ingin menyampaikan beberapa hal terkait Shufiyyah


Kata-kata shufiyyah diambil dari akar kata Yunani yaitu sophia artinya adalah hikmah. Ada pula yang mengatakan bahwa kata itu dinisbatkan kepada pakaian shuuf (wol) - dan inilah makna yang paling dekat dengan kebenaran (Al-haq) - dan pendapat inilah yang dianggap kuat oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, sebab beliau melihat langsung orang-orang shufi memakai pakaian dari shuuf (wol) dengan anggapan bahwa pakaian itu melambangkan kezuhudan.

Penamaan Tashawwuf dan Shufi tidak dikenal pada awal Islam. Penamaan ini terkenal (ada) setelah itu, atau masuk ke dalam Islam dari ajaran agama dan keyakinan selain Islam. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menyebutkan bahwa awal munculnya shufiyah adalah dari Bashrah di Irak. Di Basrah terjadi sikap berlebih-lebihan dalam kezuhudan dan ibadah yang tidak pernah terjadi di seluruh negeri.

Dr.Shabir Tha'imah memberi komentar dalam kitabnya, ash-Shuufiyyah Mu'taqadan wa Maslakan, "Jelas bahwa Tashawwuf dipengaruhi oleh kehidupan para pendeta Nasrani, mereka suka memakai pakaian dari bulu domba dan berdiam di biara-biara, dan ini banyak sekali. Islam memutuskan kebiasaan ini ketika ia membebaskan setiap negeri dengan tauhid. Islam memberikan pengaruh yang baik terhadap kehidupan dan memperbaiki tata cara ibadah yang salah dari orang-orang sebelum Islam."

Syaikh Dr.Ihsan Ilahi Zahir rahimahullah (wafat tahun 1407 hijriyyah) berkata di dalam bukunya at-Tashawwuf al-Mansya' wal Mashaadir, "Apabila kita memperhatikan dengan teliti tentang ajaran Shufi yang pertama dan terakhir (belakangan) serta pendapat-pendapat yang dinukil dan diakui oleh mereka di dalam kitab-kitab Shufi, baik yang lama maupun yang baru, maka kita akan melihat dengan jelas perbedaan yang jauh antara Shufi dengan ajaran Al-Qur'an dan As-Sunnah. Begitu juga kita tidak pernah melihat adanya bibit-bibit Shufi di dalam perjalanan hidup Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam dan para sahabat beliau, yang mereka adalah (sebaik-baik) pilihan Allah Ta'ala dari para hamba-Nya (setelah para nabi dan rasul). Sebaliknya kita bisa melihat bahwa ajaran Tashawwuf diambil dari para pendeta Kristen, Brahmana, Hindu, Yahudi, serta kezuhudan Budha, konsep Asy-Syu'ubi di Iran yang merupakan Majusi di periode awal kaum Shufi, Ghanusiyah, Yunani, dan pemikiran Neo-Platoisme, yang dilakukan oleh orang-orang Shufi belakangan."

Ajarannya dinamakan tashawwuf, sedang orang yang menganut dan memeluknya dinamakan Shufi. Thasawwuf dan pemeluknya termasuk ahlul bid'ah yang sesat dan menyesatkan. Tashawwuf dibina atas dasar kebodohan diatas kebodohan, sebab hakikat ajaran Tashawwuf adalah kebodohan. Imam Asy-Syafi'i rahimahullah berkata, "Kalau seorang belajar Tashawwuf di pagi hari maka pada waktu siang dia telah menjadi orang yang paling dungu."

Recommended book for you πŸ“šπŸ“š


Bid'ah dalam tashawwuf sangat banyak sekali, diantaranya :

1. Mereka membatasi serta membangun ibadah-ibadah mereka atas dasar rasa cinta saja dan tidak mempedulikan rasa takut dan harap, sebagaimana dikatakan oleh sebagian mereka, "Saya beribadah kepada Allah bukan karena menginginkan Surga tidak pula karena takut dengan Neraka."

2. Mereka menjadikan kubur-kubur wali, orang shalih atau yang lainnya sebagai tempat ibadah. Mereka mengajak manusia untuk menyembah kubur (walau dia sempat mengatakan tidak semua Shufi seperti ini, tapi banyak sekali keganjilan Shufi yang lainnya.. point 3..)

3. Secara umum, dalam beragama dan beribadah mereka tidak merujuk kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah serta tidak mencontoh Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam. Yang menjadi rujukan mereka adalah perasaan mereka, ajaran guru-guru mereka berupa tarekat-tarekat yang bid'ah, berbagai dzikir dan wirid yang bid'ah, bahkan mereka juga berdalil dengan cerita-cerita, mimpi-mimpi, dan hadits-hadits palsu untuk membenarkan ajarannya. Itu semua sebagai ganti dari berdalil dengan Al-Qur'an dan as-Sunnah.

4. Mereka melazimi (terus-menerus mengamalkan) dzikir dan wirid yang dibuat oleh guru mereka sehingga menjadi terikat dengannya, beribadah dengan membacanya, bahkan bisa jadi mereka lebih mengutamakan dzikir dan wirid itu daripada membaca Al-Qur'anul Kariim. Dan mereka menamakannya dengan "dzikir khusus."

Adapun dzikir yang berasal dari al-Qur'an dan As-Sunnah mereka namakan dengan "dzikir umum." Maka kalimat Laa ilaaha illallah menurut mereka adalah dzikir umum. Adapun dzikir khusus adalah bentuk kata tunggal, yaitu "Allah", sedang dzikir yang lebih khusus lagi (khashshatul khashshah) ialah kata "Huwa (Dia)."

5. Mereka berlebih-lebihan terhadap para wali dan guru-guru mereka. Ini bertentangan dengan akidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

Sebagian mereka mengatakan, "Maqam (kedudukan/derajat) kenabian di alam barzakh berada sedikit di atas Rasul dan berada di bawah wali."

6. Mereka bertaqarrub kepada Allah melalui nyanyian, tarian, memukul rebana, dan tepuk tangan. Mereka menganggap hal ini sebagai bentuk ibadah kepada Allah.

7. Membagi manusia menjadi empat tingkatan : syari'at, tarekat, hakikat, dan ma'rifat. Menurut mereka, apabila seseorang telah mencapau derajat ma'rifat maka orang itu bebas dari kewajiban syari'at dan tidak perlu lagi shalat, puasa, dan lainnya atau tidak perlu lagi menjauhi larangan seperti zina, minum khamr, dan lain-lain.

8. Membuat-buat dan menetapkan berbagai macam ibadah bid'ah seperti shalat, dzikir, dan lainnya yang tidak ada asal-usulnya dalam agama Islam.

9. Berdzikir jama'ah dengan suara keras dan dengan satu suara.

10. Berdzikir dengan lafadz "Allah, Allah, Allah..." atau "Huwa, Huwa, Huwa..." atau "Hu, Hu, Hu..."

11. Adanya ajaran bai'at.

12. Ghuluw kepada guru-guru mereka sampai mereka sujud dan menyembah guru-guru mereka yang telah mati.

13. Mereka mengatakan adanya ilmu batin dan ilmu lahir. Dan menurut mereka ilmu yang mereka dapatkan itu terkadang langsung dari Allah, terkadang melalui Malaikat, terkadang mengambil dari Nabi Khidzir, terkadang dari mimpi, bahkan terkadang mereka menyangka bahwa mereka mengambil ilmu dari Lauhul Mahfuudz.

14. Kalangan yang ekstrim dari mereka mengatakan bahwa Allah menitis ke makhluk-Nya, dan meyakini bahwa Allah adalah makhluk dan makhluk adalah Allah.

Ada beberapa tarekat Shufi yang terkenal, diantaranya: Rifa'iyyah, Syadziliyah, Qadiriyah, at-Tijaniyyah, dan lainnya..

May Allah bless us with Sunnah..

(Disadur dari buku Mulia dengan Manhaj Salaf oleh Ust.Yazid bin Qadir Jawas)






Jumat, 12 Oktober 2018

Ghaayatii

Fallahu asma ghaayatii
Allah tujuan tertinggiku


Bismillaahirrahmaanirrahiim..


Assalaamu'alaykum everyone.. Nah kali ini ayye akan sedikit bercerita tentaang takdir. Allah selalu menyelamatkan kita dari situasi yang tidak tepat. Selalu, dan selalu. Satu kata untuk-Nya. Syukron. Syukron ya Rabb. Terkadang kita belum bisa membaca apa mau Allah terhadap kita. Tapi kalo kita selalu ikutin maunya Allah, insyaAllah kita akan aman dan akan senantiasa nyaman hehe πŸ˜ƒ

Ya Allah cantik bangeet 😁


Sedikit bercerita, delapan bulan yang lalu, tepatnya bulan Pebruari 2018, saya menjalani ta'aruf dengan seorang pria dari Palu. Sekilas CV itu sangaaaaat cocok dengan saya. Saya begitu yakin bahwa dia adalah pangeran berkuda putih yang Allah takdirkan untuk saya hehe (hahaha alay memang, but it's me wkwk πŸ˜‚) yakin, begitu yakin! Mulai dari luar sampai dalam.. Nobody else except him! Sampai suatu ketikaa, ia menginginkan syarat bercadar. Ya..! Bercadar! Saya konsul pada babe dan enyak kala itu. Mereka setengah setuju.

Mereka berpikir anaknya akan dibawa ke Palu, dapat orang Sulawesi yang katanya keras (tapi ga semua kok nyaaak πŸ˜‚), belum lagi kalo mau nengok anaknya mesti naik pesawat, mabok udara, dan lain lain πŸ˜‚..

Sampai suatu ketika, saya mencoba menghubunginya kembali untuk mengiyakan syarat bercadar itu pada Juni 2018. Walau orang tua setengah hati (ini ni power of R.E.S.T.U), saya tetap maju dan Qadarullah, dia akan menjalani proses pernikahan pada 24 Juni 2018 di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Lebur? Ga tau deh hehe

Tak berselang lama, ada berita heboh tentang Palu. Ya, September 2018 kemarin, Tsunami menyerang Palu. Saya sempat mendapat info tentang Likuifaksi di Palu. Apakah itu Likuifaksi? Likuifaksi adalah berubahnya tanah seperti cair, sehingga menenggelamkan benda-benda yang ada di atasnya. Ancaman yang sulit diatasi istilahnya. Astaghfirullah ya Allah.. maafkan aku Allaahkuuu 😒😒

Jawaban itu baru ada sekarang. Sekarang kita fokus saja kepada hisab. Buat buku catatan amal kita bertinta emas. Jangan buat masalah dengan siapapun. Jika ujian terasa berat ingat Allah aja. Jika terbesit keinginan berbuat dosa, segera alihkan dengan yang lain. Contohnyaaaa seperti eeeemmm dengerin pengajiaaan, olahragaa, loncat-loncat, lari-lari, basket, makaan, atau nuliis kaya gini niiih. Tapi tulis yang baik-baik aja ya gaeeeess πŸ˜‚πŸ˜‚

Allah telah berulang kali menyelamatkan aku. Ya, berulang kali, sampai aku sendiri susah menghitungnya.. Allahku, sungguh aku sulit berkata-kata menerka segala rencana-Mu. Sekalipun aku sudaah sangaaat sangaaaat yakiiiin dengan itu. Alhamdulillah ala kulli haaliin, wa fii kulli haaliin wa ni'mah..

Fallahu asma ghaayati
So, Don't be afraid 🌷🍁

Ilalliqo'
Salam manis dariku
Devi 😊


Rabu, 26 September 2018

Al "Haq"



People think that I'm alone
But I feel close to [You]
They don't see that I can love
But I know [You] do
No one knows just how I feel..

only [You] see, through to 
My heart

[I & My Allah]

"Bukan ga normal karena susah kasih hati ke orang. Bisa, hanya saja butuh waktu."
-Aku-




To My Enyak n Babe Ayye

Be, aku bukanlah orang yang sempurna, tapi aku mencari yang bisa menyempurnakan aku. Dan akupun ingin menjadi penyempurna baginya.

Salaf ini bukan firqoh ya kawan, hanya metode (manhaj) pemahaman sesuai dengan manhaj sahabat. Nih, kenapa masih banyak terpecah belah banyak sekali aliran ini itu? Itu semua dikarenakan mereka memahami agama dengan pemahaman firqoh masing-masing.

Kasus aku hampir sama kaya catatan dibawah ini. Nyari yang sepemahaman itu sangat sulit. Giliran dah ada dia dah nikah. Giliran dah mulai-mulai sreg, ya gantian beda prinsip hehe πŸ˜ƒ tapi inilah tantangan. Seru dan harus ditaklukan πŸ˜‚ (kalo disuruh naklukin ular ya gueeh pasti lariiii, alias kabuuuur πŸ˜‚πŸ˜‚)

aku dan abang eaaak πŸ˜‚


Aku sebenernya pinginnya yang bisa sama-sama belajar. Mendukung dan menerima satu sama lain. Mendukung itu bukan berarti toleransi dalam segala hal yaa.. ya selama itu akidah, ya kita ambil yang benar (pakai manhaj yang bener).. kalo masalah lifestyle siiih yaaa... ehhhhm... sama ajaaaa ya kudu beneeΓ¨er kakakakaa (podo wae dong mbaaaakkk πŸ˜‚πŸ˜‚)

Oh ya ya.. manhaj itu ga seserem teroris kok bang, itu hanyalah bahasa arab yang artinya itu metode. Or methode, utawi "coro" (bacane yang pas yaa, takut beda tafsir πŸ˜‚, miskom buuk πŸ˜‚ btw aku ekspresif sekaleeeee πŸ˜‚πŸ˜ƒπŸ˜„πŸ˜…πŸ˜†πŸ˜‡)

Ayok belajar bareng. Itu kenapa aku sangat selektif sebenernya. Karena abang akan membawa aku beserta anak-anak kita yang lucu, shalih, shalihah, nan qurrota a'yuun aamiin.. (Rabbi habli minashshalihiin) πŸ˜‚πŸ˜‚

Nah itu kenapa kita harus seversi, sekepala, sevisi, setujuan, atau se se se apa yang artinya bersatu kayaaaa power rangeeeerss πŸ˜‚

Siapkah kamu anti mainstream, melebur, namun tetap berakhlak?

Niii kisaahnyaaa.. jreng jreng jreeeeeng πŸ˜‚πŸ˜‚




Source: Sunnah Diaries

DILEMA wanita bermanhaj salaf

Wanita yang bermanhaj salaf adalah wanita yang sudah mengerti cara beragama yang benar (hai suamiku kelak, sekarang aku masih terus berbenah).. mengerti makna dan berjalan di atas tauhid yang benar, menjauhi bid’ah, menjaga aurat dengan jilbab yang syar’i, berilmu dan yang terpenting mereka berpegang dan taat kepada alqur’an dan sunnah dengan pemahaman para sahabat Radhiallohu anhum.

Intinya wanita yang bermanhaj salaf di zaman ini bak mutiara di dasar lautan yang sukar sekali menemukannya, jika ada pun telah menjadi milik orang lain. (Dan aku masssihhh jauh dari kriteria ini, btw)

Lelaki yang bermanhaj salaf juga sama seperti wanita yang bermanhaj salaf, bahkan mayoritas mereka lebih berilmu dari pada wanitanya. Dan tentu mereka menginginkan mutiara mutiara itu untuk di jadikan pendamping hidup mereka, untuk menjadi madrasah bagi anak-anaknya, untuk tempat dia berbagi ilmu dan menggapai syurga Allah pada jalan yang benar.

Dan begitu juga wanita yang bermanhaj salaf, tentunya mendambakan lakai-laki yang seaqidah dengan mereka, yang mengerti kenapa mereka melakukan ini dan itu, yang mengajak mereka ke jalan yang lurus, yang membimbing mereka dengan ilmu dan yang terpenting adalah mengajak mereka bertauhid dengan benar dan menjauhi bid’ah.

Dan ini tidaklah salah, karena mereka paham betul dengan firman Allah:

Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi pelindung (penolong) bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasulnya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah ; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs. At Taubah (9) : 71).

Dan juga firman Allah yang lain:

Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan risqi yang melimpah (yaitu : Surga) (Qs. An Nuur (24) : 26).

Lalu kenapa ada dilema bagi wanita-wanita yang bertauhid ini?

Wanita-wanita di zaman Rasulullah dan para sahabat, apabila mereka menyukai lelaki yang sholih, maka mereka dengan mudah untuk mendapatkannya, karena orang tua mereka juga sholeh, paham atas agama ini. Bahkan orang tua mereka yang mencarikan mereka lelaki yang sholeh, tanpa melihat status, tanpa melihat materi, yang terpenting adalah ketaqwaan mereka, ilmu yang mereka miliki dan pengamalannya.

Namun di zaman ini, zaman yang penuh fitnah, zaman dimana orang jahil mayoritas dan orang yang berilmu menjadi minoritas, maka di sinilah letak dilemanya. Saat sang akhwat begitu mendambakan ikhwan yang bertauhid, bermanhaj yang haq, tapi mereka harus menahan keinginan- keinginan mereka itu karena terhalang oleh orang tua mereka yang jahil, orang tua mereka yang tidak lagi memandang ketaqwaan dan ilmu bagi anak-anaknya, tapi lebih condong kepada status social dan materi. Subhanalloh wa ni’mal wakil…

Ketika seorang akhwat di tanya : kenapa inginya menikah dengan lelaki yang bermanhaj salaf…?

Maka dia menjawab: ana ingin dia menjadi pembimbing dalam hidup ana nantinya, ana ingin berjalan pada manhaj yang sama, jika ana menikah dengan orang jahil, maka ana ingin ke taklim manhaj salaf, tapi dia ingin ke taklim yang penuh dengan gelak tawa, taklim yang ada musiknya. Jika ana katakan perayaan maulid nabi itu bid’ah, maka dia katakan itu sunnah, jika ana katakan isbal itu haram, dia katakan tidak apa-apa jika tidak sombong. Bagaimana rumah tangga bisa damai, jika selalu ada pertentangan di dalamnya.



Repost by Suti Inaima
Thank's so much mba :)


Jumat, 14 September 2018

17 Tahuuuuun πŸ˜†

Hai kawan..

September memang nano-nano
Banyak deadline menumpuk.. ingin serasa 17 tahun ajaaa hehe πŸ˜‚πŸ˜‚

Hari ini aku membuat kesepakatan dengan babe aku. Konsekuensinya kalo ini gagal aku akan menuruti sarannya. Ga masalah buatku melakukan apapun itu. Tapi tantangannya itu berat! Yaitu kalo aku ga berhasil aku harus ikutin maunya babee 😴😴 (bobok dulu mba biar ga pusing)..

Aku paling takut kalo adegan pilm om TOP yang pas dialog "Kalo ini gagal lagi, aku ga akan keras kepala lagi paman. Aku akan kuliah.." bener-bener terjadiii 😐😐 kok rasanya sereeeem.. 😲😲


Tapi selama ada Allah, tenang aja.. ini hari, hari Jum'at, tanggal 15 September 2018. 4-6 bulan kedepan kalo ini ga berhasil juga yaa ga tau.. nikaaah aja kali mbaa, ya emang target taun depan dah jadi bini orang πŸ˜‚πŸ˜‚ (jadi inget temenku kalo ga kelar-kelar skripsi malah pada minta dihalalin wkwk πŸ˜‚πŸ˜‚)..


Tapi pembuktian tepat sasar Maret 2019.. Mau ga mau terus majuuuu.. apapun yang terjadi pasti ada pembelajaran buat aku. Blog ini sekarang jadi tempat curcol yaaang nyuaaamaaannnn πŸ˜‚πŸ˜‚ isi kepala serasa kaya ambulance lengkap dengan uwiw uwiw.. alias bikin takuuut.. Ya aku kalo lagi naek motor trus dibelakang ada ambulance rasanya nano-nano takut, panik, tegang kwok kwok kwok kwok πŸ˜‚πŸ˜‚

Pendekar siaaaaappp!! 
Mungkin keseringan nonton TOP Secret jadi gini nih.. Tapi tenang aja be.. cintaku padamu tak akan pernah pudar ciaaaah πŸ˜‚πŸ˜‚

BTW makan dulu yaa.. ini mie bikinan babe ayee.. ya walaupun sering beda pendapat, tapi aku tetap mencintainya sepanjang hidupkuu πŸ˜‚πŸ˜‚





Rabu, 12 September 2018

Jannati

Bismillaahirrahmaanirrahiim


"Mewaqafkan diri untuk Allah adalah usaha tertinggi. Termasuk hati, cinta, dan segala apapun yang dimiliki.."



Buku ini adalah hadiah teman saya Ika Wijayanti ketika diawal saya berhijrah.. Jazakillah khair ya sayaaang 🍁🍁
Aku kangeeeen kamu 😒😒😒
BTW makasih pake bangeeet



Berikut ini adalah kiat membangun rumah di Surga
disadur dari buku karangan Ust.Syafiq Riza Basalamah

-Rumahku Masih Ngontrak-


Bunga-bunga di tamannya tidak pernah layu. Bentuknya tidak pernah membosankan. Bangunannya disusun dari batu bata emas dan perak. Bahan pelekatnya adalah minyak kesturi. Kerikilnya dari mutiara dan permata. Debunya adalah Za'faron (Komkoma). Kebunnya tidak pernah putus berbuah. Sungai-sungai mengalir di bawahnya. Kekal dan abadi tidak seperti rumah di dunia. Yang memasukinya tidak akan pernah tertimpa duka dan kesedihan..

Lewat coretan ini saya ingin menawarkan rumah, mirip dengan yang dimiliki Khadijah, hampir sama dengan yang dipinta oleh istri Fir'aun. Tidak pandang bulu dan tidak perlu berhutang.. Ada beberapa cara untuk mencicilnya, silakan dipilih yang manapun..

1. Shalat Sunnah 12 Rekaat dalam Sehari Semalam

Rasulullah bersabda:
"Tidaklah seorang muslim melaksanakan shalat sunnah untuk Allah pada setiap harinya sebanyak 12 rekaat selain shalat fardhunya, melainkan Allah akan membangunkan baginya rumah di surga."
(H.R.Muslim juz 1 hal.502)

**

2. Membangun Masjid

Rasulullah bersabda:
"Barangsiapa yang membangunkan bagi Allah sebuah masjid, niscaya Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga."
(H.R.Bukhari-Muslim)

**

3. Membaca Surat Al-Ikhlas 10 Kali

Rasulullah bersabda: 
"Barangsiapa yang membaca surat ( Qul Huwallahu Ahad) sebanyak 10 kali, niscaya Allah akan membangunkan untuknya rumah di surga."
(H.R.Ahmad)

**

4. Bersabar dan Memuji Allah Tatkala Mendapat Musibah Meninggalnya Buah Hati (Anak)

Rasulullah bersabda:

"Jika anak dari seorang hamba Allah meninggal dunia, Allah berfirman kepada para malaikat-Nya: 

 'Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?' 
Maka mereka berkata: 'Iya, benar.'

Kemudian Allah berkata: 'Kalian telah mengambil buah hatinya?'
Maka para malaikat berkata: 'Iya, benar.'

Allah bertanya lagi: 'Apa yang dikatakan hamba-Ku?'
'Dia memuji-Mu dan berkata "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raji'un" (Sesungguhnya kami ini milik Allah, dan sesungguhnya kepada-Nya kami akan kembali), jawab para malaikat.

Allah-pun berfirman: 'Dirikanlah sebuah rumah untuk hamba-Ku di surga, dan namakan rumah itu; "RUMAH PUJIAN."
(H.R.Tirmidzi, dihasankan Albani)

**

5. Membaca Do'a Tatkala Masuk Pasar

Rasulullah bersabda:

"Barangsiapa yang masuk ke pasar dan berkata:

Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku, wa lahul hamdu, yuhyi wa yumiitu, wa huwa hayyun laa yamuutu, biyadihil khair, wa huwa 'alaa kulli syaiin qodiir

Terjemah: 
Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan hanya Allah yang esa, yang tiada sekutu bagi-Nya, milik-Nya segala kerajaan, bagi-Nya segala pujian, Dia yang menghidupkan dan Dia yang mematikan, dan Dia Maha Hidup, tidak mati, di tangan-Nya segala kebaikan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Maka Allah akan menuliskan baginya seribu dikali seribu kebaikan, dihapudkan darinya seribu kali seribu dosa, dan diangkat untuknya seribu kali seribu derajat (yakni satu juta), dan Allah akan membangunkan baginya rumah di surga."
(H.R.Ahmad, Tirmidzi)

**

6. Tinggalkan Kebiasaan Berdusta, Walaupun Hanya Bergurau

Rasulullah bersabda:
"Aku menjamin sebuah rumah di tengah-tengah surga, bagi yang meninggalkan dusta, walaupun hanya bergurau."
(H.R.Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah)

**

7. Meninggalkan Perdebatan Walaupun Merasa Pendapatnya adalah Benar

Rasulullah bersabda:
"Aku menjaminkan sebuah rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan pertengkaran walaupun ia di pihak yang benar."
( H.R.Tirmidzi, Ibnu Majah)

**

8. Menutup Celah Diantara Shaf Shalat

Rasulullah bersabda:
"Barangsiapa yang menutup celah di shaf niscaya Allah akan mengangkat baginya satu derajat dan membangunkan untuknya rumah di surga."
(H.R.Thabrani, disahihkan Albani)

**

9. Berhijrah

Rasulullah bersabda:
"Aku menjaminkan sebuah rumah di bagian pinggiran surga, di tengah surga di yang tertinggi dari kamar-kamar surga bagi yang beriman kepadaku, dan masuk Islam serta berhijrah."
(H.R.Nasa'i)

Berhijrah artinya berpindah dari negeri kafir ke negeri Islam, dari tempat yang tidak bisa ditegakkan syiar-syiar Islam, dan hijrah adalah suatu kewajiban yang berlanjut sampai hari kiamat.

**

10. Berjihad Di Jalan Allah

Rasulullah bersabda:
"Aku menjaminkan bagi yang beriman kepadaku, aku menjaminkan bagi yang beriman kepadaku, dia memeluk Islam dan berjihad di jalan Allah, dengan sebuah rumah di pinggiran surga, satu rumah di tengah surga, dan satu buah rumah di surga tertinggi."
(H.R.Nasa'i)

**

11. Khusnul Khuluq

Rasulullah bersabda:
"Aku menjaminkan rumah di surga tertinggi bagi siapa yang akhlaknya baik."
(H.R.Tirmidzi, Ibnu Majah)

**

Itulah beberapa cara untuk memiliki rumah di surga, supaya kita tidak mengontrak terus. Kemudian kapan kita bisa menempati rumah ini?

InsyaAllah, tatkala kita melewati sirath di atas neraka Jahannam kita akan mendapati yang abadinya telah menanti kita. Aamiin 😊

Semoga bermanfaat 😊😊