Minggu, 21 Oktober 2018

Assalaamu'alaikum Iman ☺



"Aku mencintai kematian, sebagaimana engkau mencintai kehidupan.."

(Kutipan menarik kala Muslimin akan berperang,
sehingga membuat gentar musuh Islam..)

Hai, apa kabar iman?




Bimillaahirrahmaanirrahiim..


"Aku ingin seperti Ibrahim, yang mencintai Rabbnya dengan sempurna. Sangat sempurna ☺"


Alhamdulillaah.. hari ini Allah telah merubah mindset aku. Syukron ya Allah. Syukron. Semoga Engkau senantiasa menyukaiku, walau aku penuh dengan aib dan dosa. Aamiin ☺

Pertanyaan menarik yang kuharap selalu menggelayuti hidupku. "Besok Allah akan mencabut nyawamu Ika Devi Silviana binti Budi Prayitno.. siapkah kamu..?"

Dan harapanku adalah, aku bersukacita menyambutnya karena aku akan menemui Rabbku yang senantiasa menemaniku. "Selamat datang wahai kematian ☺" persis yang dikatakan oleh Bilal ibn Rabbah, sang mu'adzin Rasulullah yang dikabarkan sandal jepitnya telah mendahului ia di surga.. MasyaAllah wa Tabarakallah 😊

Aku tidak akan pernah bosan meminta agar Allah mengaruniakan aku Firdausnya. Derajat para nabi dan Rasul yang segala kenikmatan tertinggi ada padanya. Bukankah itu sunnah nabi yang diajarkan kepada kita hai kawan? ☺

Orang beriman akan senantiasa tenang hidupnya. Saat sakitpun tidak boleh berharap kematian, namun dianjurkan berdo'a pada Allah, "Hidupkan aku, jika hidup itu baik untukku. Dan matikan aku, jika mati baik untukku." Nice kan?

Berharap surga. Tapi apakah mungkin orang yang berharap surga tidak melewati proses kematian terlebih dahulu? Rasanya tidak mungkin..

Sebuah tes pada diri kita masing-masing, "Satu jam lagi, Allah akan memanggil anda.." ujar Izrail kepada kita, misalnya..

Jika kita beriman, dan amal kita baik, serta senantiasa menghindarkan diri dari maksiat, maka indikatornya kita akan merasa senang hati karena kematian sebentar lagi, yang berarti akan bertemu Allah sebentar lagi, iya kan? bersabarlah duhai hati.. hehe kehidupan kita insyaAllah bermanfaat dan insyaAllah diterima.. ya Allah masukkan aku ke dalam golongan ini.. aamiin.. 🌷🍁🌷

Begitupula sebaliknya, jika kita takut kematian, berarti kita merasa belum pantas bertemu dengan Allah. Apabila kita membenci kematian, maka kita berarti juga membenci bertemu dengan Allah. Jika kita membenci bertemu dengan Allah, Allahpun akan membenci bertemu dengan kita.. Semoga kita tidak berada di golongan ini.. aamiin

Hadits qudsi Allah berfirman..

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu, Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda:

"Allah Ta'ala berfiman : Aku sesuai dengan persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingatku. Jika ia mengingatku saat bersendirian, aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingatku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka aku mendatanginya dengan berjalan cepat." (H.R.Bukhori)


Kutipan favorit nih kawan
by Ibnul Qoyyim
murid Ibnu Taimiyyah 👍

Ingatlah, berdaganglah dengan Allah, kau tak akan merugi. Ia akan membalasmu ribuan kali bahkan jutaan kali lebih baik. Jangan pernah bosan berbuat baik. Karena kau tak pernah tahu amalan mana yang akan membawamu ke dalam surga-Nya..

Berusahalah menjadi Ibrahim yang lulus segala macam ujian Allah. Apapun itu! Derajat mulia tidak akan pernah mengkhianati amal shalih. Mereka seiring sejalan..

Satu hal yang menarik pikiranku hari ini. Ternyata umur panjang tidak lebih baik dibandingkan umur yang tidak panjang. Yahudi selalu menginginkan hidup yang lama di dunia. Tapi mereka tidak mengikutinya dengan amal shalih. Yang mereka katakan adalah, "Sami'na wa asoyna.." kami dengar dan kami tidak tunduk.."

Sebagai seorang muslim hendaknya yang harus kita ucapkan adalah "Sami'na wa atho'na.." kami taat dan kami patuh.."

Jadi sekarang pointnya bukan panjang umur yaa.. Berdo'alah kepada Allah agar dikaruniakan umur yang berkah dan diringankan dari siksa.. meminta umur yang panjang itu diperbolehkan, asal diikuti dengan amal-amal yang shalih..

Nah.. sekali lagi pertanyaanku untuk dirimu dan diriku sendiri..


Jadi, siapkah kamu mati hari ini?


Alhamdulillaahi Rabbil 'aalamiin
Semoga bermanfaat untuk kita kawan.. ☺☺


(Faedah Ust.Rukani, semoga Allah memberikan umur yang berkah dan senantiasa diringankan dari siksa-Nya.. aamiin)











Tidak ada komentar:

Posting Komentar