Ia memilih stand didepan persis di pintu masuk mall, Ia kembali ke kampus untuk ujian.
Seketika handphone berdering ketika
ia tengah ujian. Kriiiiiiing, kriiiiiing, kriiiiing. Ia bingung, angkat, tidak,
angkat, tidak?? Dosen mengancam kalo Top angkat handphone maka ia di
diskualifikasi dari ujian. Daaaan Tooop memilih mengangkat handphonenya, yang ternyata pamannya mengabari kalo kacangnya laku
keraaas..
“Paman, mari kita buka cabang baru!” kata Top
“Ini baru pertama Top, jangan tergesa-gesa!” kata paman Top
sambil tertawa setengah geluuut hehe :P
“Paman, dagangan kita sudah laris, kita bisa dapatkan 4000
bath sehari, dalam sebulan pendapatan kita 120.000 bath, jika kita memiliki 10
cabang saja, pendapatan kita 1,2 juta bath sebulan. Itu cita-ciita saya, paman
setuju?”
“Kamu tidak lagi mabuk kan Top, kita baru saja memulai..”
Benar saja, Top membuka unit baru. Suatu ketika Top ketahuan
teman perempuannya berjualan kacang di mall..
temannya bersikukuh agar Top berkuliah dengan baik untuk masa depan mereka.
Masalah baru lagi, asap hasil penggorengan kacangnya
mengotori langit-langit mall. Ia dikomplain
managemen. Pelajaran penting, ketika mall
hendak tutup, ia ditegur oleh pihak keamanan. Hingga Top ingin menyuap petugas
itu agar ia menyelesaikan dulu pekerjaannya. Lalu petugas itu mengatakan pada
ibu Top yang setia menemani Top mengecat langit-langit mall pada malam hari.
“Tolong ajari dia
makna kejujuran dan tanggung jawab, segera keluar lewat pintu sana..!” kata
petugas mall (Jleeep bangeeet, dan Top pergi dalam keadaan marah.)
“Top, jangan marah
begitu..”
“Tidak bu.. saya hanya
kesal karena target pekerjaan tidak tercapai.”
“Sudahlah, ikutlah
kami membuat passport. Kita sudah sepakat ke China.”
Top marah karena ia tidak diajak berbicara oleh orang
tuanya. Mereka sepakat ke China untuk memulai hidup baru karena hutang mereka
di Thailand tidak dapat terbayar..”
“Kita pasti bisa Bu.. kita
hanya butuh waktu untuk bangkit, yakinlah bu, saya akan berusaha keras untuk
membantu. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan.” kata Top (trenyuuuuuh akuuuh)
Top tetap tinggal di Thailand, sementara orang tuanya pergi
ke China. Ditengah kegalauan hatinya, pihak managemen membatalkan kontrak. Ia
tidak bisa berjualan lagi di mall..
Rumah disita..— setengah buyaaaar!!
Top supeeeeeer galaaaaau, sampai menangis dipelukan temannya
(baca pacar;ssst aja pacaran yaa :D) dan terus meyakinkan untuk kembali kuliah,
untuk masa depan mereka. Akhirnya ia mau untuk kuliah kembali..
***
“Ini aku bawa cemilan
rumput laut dari Provinsi Rayong…”
Kreeeeeesss..
kreeeeesss.. enyaaak
“Memang disini tidak
ada yang jual ya, sampai sejauh itu membelinya?”
Toop juga ikut cicip
cicip kreeees kreees kreees. Dilihatnya lembaran rumput laut itu dengan
pandangan tajaaaam... enaaak..
Dan muncul lagi harapan bisnisnya!!!
Ia menemukan masalah lagi yaitu rumput laut olahannya cepat
basi dan hanya bertahan beberapa hari. Ia bingung harus menanyakan kepada siapa
untuk menyelesaikan masalahnya ini. Bukan Top namanya, kalo gampang menyerah,
ketemu solusinyaaa!!! Akhirnyaaaa.. ia pergi ke IPBnya ala Thailand, Kasetsart
University. Dok, dok, dok.. ia mengetuk pintu dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi
Pangan.
Ia tanya bagaimana caranya..
“Rumput lautmu mudah
basi jika dibiarkan terbuka. Kamu harus mengemasnya dengan baik. Kemudian
buatlah menjadi vacuum dengan mengeluarkan oksigennya dengan mesin. Sehingga
bakterinya akan mati, dan rumput lautmu akan awet.”
***
Selanjutnya, Top membeli rumput laut mentah untuk digoreng.
Berpuluh-puluh kardus dibelinya. Digorengnya bersama pamannya. Upps tapi ada
masalah lagi!! Rumput lautnya selalu
pahit jika digoreng.. Sabar ya Mas Top L
Rumput lautnya mulai habis. Ia menjual semua hartanya
termasuk komputer-komputer gamenya untuk membeli lagi rumput laut mentah yang
baru. Tak ada lagi yang tersisa!
Pamannya menasehati untuk menyusul ibunya di China..
“Kamu jangan terlalu
keras kepala Top, susullah ibumu..”
“Tidak paman, ini
sudah menjadi pilihanku. Saya tidak mau berhenti, kita akan sukses. Jika kita
sudah memulai, kita tidak boleh menyerah.”
Malam-malam, hujan turun dengan derasnya. Ia membawa box
rumput laut untuk terus digoreng.. tapi yang terjadi adalah pamannya pingsan
bersimbah darah. Mungkin habis kepeleset trus kebentur, jadi berdarah-darah
gitu..
“Pamaaaaaan!!!” Top bergegas ke rumah sakit.
Keesokan harinya, Top menggoreng rumptlaut-rumputlaut itu.
Sampai habis, dan masih tetap pahiiit!!
Dan disini titik penyelesaiannya. Ia menemukan 1 sacheet
rumput laut terlepas dari teman-temannya yang sesama rumput laut hehe. Rumput
laut yang digoreng itu tidak pahiit lhooo… ternyata kareeeenaaaa kena embun
hujan semaleeemmm waaaahhhh :D :D
***
Top mencoba lagi membuka stand
di mall. Tapi dengan dagangan yang
berbeda, yaitu rumput laut. Lariiiisss!!
Tertulis dengan jelas targetnya di telapak tangannya! 1 juta
bath per tahuuun!!
Kriiiing.. kriiing.. ibu Top menelpon untuk menanyakan
kabarnya.. hingga berbicara juga kepada ayahnya. Ia terus memandangi telapak
tangannya yang tertulis 1 juta bath per tahun!!
“Yah, tolong ceritakan
sebenarnya, berapa total hutang ayah? Beritahu saja yah.. berapa?”
Terdiam sejenak.. tik tik tik..
“40 juta bath..”
Top oleng nih, sehebat-hebatnya pendekar, juga manusiawi
kalo oleng yaa..
Tambah oleng lagi, ketika ia membersihkan rumah, nemu puluhan
botol obat hypnotic milik ayahnya..
makin oleng nih Top.. aku merasa butiran debu dibanding masalahnya Top.. 😢
***
Top ke kampus mendengar perkuliahan. Tapi ga didalam kelas
yaa.. diluar pintunya, sambil meresapi ilmunya..
“Jika kamu berpikir
kaya, kamu akan kaya. Jika kamu berpikir akan sukses, kamu akan sukses. Cara
berpikir yang baik, akan memberikan kekuatan. Jadilah pribadi yang selalu
berpikir positif dan selalu optimis.”
Ia putar terus kaset-kaset perkuliahan yang selama ini ia
rekam di tape recorder.
“Jika kamu berpikir
kaya, kamu akan kaya. Jika kamu berpikir akan sukses, kamu akan sukses. Cara
berpikir yang baik, akan memberikan kekuatan. Jadilah pribadi yang selalu
berpikir positif dan selalu optimis.”
“Strategi hutan rimba adalah tentang bagaimana menciptakan hubungan
antara partner bisnis kita disetiap daerah. Banyak perusahaan yang telah
menerapkan strategi ini pada banyak produk. Dan terbukti berhasil dalam pemasaran
dan berpengaruh pada tercapainya target penjualan.”
Hrrrrrhhhrrrrggggghrrrrgggggg..
tanda baterai tape recorder habis. Ia
bergegas ke Sev*n El*ven.. kalo disini mungkin alf*m*rt kali yaaa.. bercanda
bercandaa :P
Hhhhhrrrrrrrgggggggghhhhhhggggg.. tanda perut ayyyeeem
laapaaar :D.. oh bukan hanya bercandaaaa.. baterai Top habis lagi.. balik lagi
ke Sev*n El*ven uhuuuuuy :D
“Strategi hutan rimba
adalah tentang bagaimana menciptakan hubungan antara partner bisnis kita
disetiap daerah. Banyak perusahaan yang telah menerapkan strategi ini pada
banyak produk. Dan terbukti berhasil dalam pemasaran dan berpengaruh pada
tercapainya target penjualan.”
“Aku sudah lama berpikir seperti itu, kenapa belum berhasil?”
Go to last part yaa.. Part 3 :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar