Senin, 13 Oktober 2014

GLOBALISASI VS PERKEMBANGAN BANGSA

  Oleh : Ika Devi Silviana   

        Indonesia saat ini telah terbuai dengan hingar bingar kehidupan globalisasi. Menurut Wikipedia, globalisasi sendiri memiliki makna  proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Secara tidak langsung saat ini tidak ada batas-batas yang memisahkan antara Indonesia dengan bangsa lain. Hal ini tentunya membawa dampak yang saling bertolak belakang, bisa berpengaruh positif atau bahkan negatif. Indonesia seharusnya bisa memilah dengan baik dampak globalisasi tersebut.
      Globalisasi menjadikan Indonesia mau tidak mau terjun kedalamnya. Tidak bisa dipungkiri Indonesia itu seperti manusia pada umumnya, yang juga membutukan bantuan dari negara lain. Namun apakah selamanya Indonesia akan bergantung kepada negara lain? Dari istilah globalisasi sendiri salah satunya terdapat makna proses pertukaran produk antar negara di dunia. Hal ini dimungkinkan terjadinya aliran ekspor dan impor didalamnya. Aktivitas ekspor dan impor tersebut secara otomatis menyeret Indonesia ke dalam kancah perdagangan internasional.
      Hubungan Indonesia dengan negara lain kini menjadi lebih erat. Bisa bermakna positif yaitu berupa peningkatan teknologi karena mengadopsi atau menciptakan sendiri teknologi yang mutakhir tersebut, atau bahkan pahitnya malah menjadikan semacam simbiosis yang menyebabkan Indonesia tergantung pada teknologi negara lain. Dititik inilah kita tendensikan pengamatan kita kepada globalisasi untuk Indonesia. Sekuat apakah Indonesia apabila dilepaskan dari belenggu ketergantungan kepada pihak asing. Globalisasi ibarat lem yang membuat Indonesia tergantung akan harumnya dan akan selalu tertarik kuat.
     Menjadi bangsa yang cerdas itu penting. Sekarang Indonesia tengah dijajah oleh bangsa lain, namun pribadi-pribadinya belum tersadarkan akan hal itu. Indonesia sibuk membuka diri untuk bangsa lain, namun ia lupa dengan potensi yang dimilikinya itu sebenarnya lebih besar. Rasa tidak mau dikuasai dan dijajah oleh bangsa lain (tidak dengan kekerasan, namun dengan eksploitasi sumber daya alam negeri) merupakan wujud dari kepedulian terhadap bangsa. Salah satu solusi untuk mengimbangi kerasnya globalisasi adalah dengan pendidikan. Dengan demikian bangsa Indonesia akan maju dari segala segi.
       Indonesia seperti penari. Jika ia sudah tidak menarik lagi, apakah yang akan dilakukannya? tentunya ia akan membuka tirai penutupnya agar terlihat semakin menarik, padahal sebenarnya untuk menjadi penari yang menarik ia bisa menciptakan gerakan-gerakan yang lebih kreatif, inovatif, sehingga terkesan tidak monoton. Sama halnya dengan perekonomian di Indonesia. Indonesia sibuk membuka diri untuk investor asing, padahal sebenarnya ia bisa mengembangkan sumber daya yang ada di negeri yang subur itu, kemudian terciptalah suatu produk yang kreatif dan inovatif yang bisa memenuhi kebutuhannya di dalam negeri itu tanpa harus mengeluarkan kocek yang berlebih untuk membeli barang (impor) dari negara yang sebenarnya lebih kaya daripada kita. Namun disinilah permasalahan yang Indonesia tengah alami.
     Indonesia adalah negara berkembang, ia masih membutuhkan bantuan dari pihak asing. Indonesia belum mandiri dari segi kapital (modal) dan kualitas sumber daya manusianya. Dapat kita lihat contohnya, Indonesia memiliki industri tekstil. Untuk mencapai keefisienan industri tekstil tersebut lebih baik Indonesia mengimpor mesin dari luar negeri seperti negara Amerika atau Korea. Mesin yang mereka ciptakan tersebut adalah mesin yang digunakan untuk mengolah kapas berserat panjang, karena di negara-negara tersebut memiliki iklim sub tropis dimana kapas berserat pendek tidak dapat hidup disana. Indonesia adalah negara tropis, sehingga jenis kapas yang dapat hidup adalah kapas berserat pendek. Dengan demikian mau tidak mau Indonesia harus mengimpor kapas berserat panjang dari negara lain. Indonesia memiliki ketergantungan yang sangat tinggi kepada negara lain.
     Globalisasi bukan berarti momok yang sangat menyeramkan. Kita dapat mengatasinya dengan meningkatkan kualitas pendidikan di negara kita. Dari contoh mesin dan kapas diatas dapat kita berikan solusinya. Disinilah peran pemerintah bersama anak bangsa yaitu dengan melakukan kemajuan teknologi dalam bidang pertanian, misalnya dengan rekayasa genetika dengan menciptakan bibit kapas yang berserat panjang namun dapat hidup di iklim tropis seperti Indonesia, atau dengan menciptakan teknologi terbaru berupa mesin pengolah benang untuk kapas berserat pendek yang tumbuh di Indonesia. Dengan demikian pengaruh ketergantungan kita kepada negara lain sedikit demi sedikit mulai berkurang.








Jumat, 10 Oktober 2014

60 Sahabat di Sekeliling Rasulullah Sallallahu'alaihi Wasallaam

Terasa begitu nikmat bertemu dengan wajah Rasul yang lembut, teduh, dan menenteramkan. Alangkah beruntungnya mereka yang ada disekililing Rasulullah. Akhlaqul Karimah senantiasa mewarnai hari-hari mereka, ingin rasanya berada dalam lingkaran orang-orang sholih ini..

1.  Musha'ab Bin Umar, duta Islam yang pertama.
2.  Salman Al-Farisyi, sang pencari kebenaran.
3.  Abu Dzar Al-Ghifari, tokoh gerakan hidup sederhana.
4.  Bilal Bin Rabah, muadzin Rasulullah serta lambang persamaan derajat.
5.  Abdullah bin Umar, tekun beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah.
6.  Sa'ad Bin Abi Waqqas, singa yang menyembunyikan kukunya.
7.  Shuhaib Bin Sinan, Abu Yahya yang selalu mendapat laba.
8.  Mu'adz Bin Jabal, cendekiawan muslim yang paling tahu halal haram.
9.  Miqdad Bin 'Amr, pelopor barisan berkuda dan ahli filsafat.
10.Said Bin Amir, pemilik kebesaran dibalik kesederhanaan.
11.Hamzah Bin Abdul Muthalib, singa Allah dan panglima syuhada.
12.Abdullah Bin Mas'ud, yang pertama kali mengumandangkan Al-Qur'an dengan merdu.
13.Hudzaifah Ibnul Yaman, seteru kemunafikan, kawan keterbukaan.
14.Ammar Bin Yasir, tokoh penghuni surga.
15.Ubaidah Bin Shamit, tokoh yang gigih menentang penyelewengan.
16.Kabbabb Bin Arats, guru besar dalam berkurban.
17.Abu 'Ubaidah Ibnul Jarrah, orang kepercayaan umat.
18.Utsman Bin Mazh'un, yang pernah mengabaikan kesenangan duniawi.
19.Zaid bin Haritsah, tidak ada orang yang dicintainya daripada Rasulullah.
20.Ja'far Bin Abu Thalib, jasmani dan perangainya menyerupai Rasulullah.
21.Abdullah Ibnu Rawahah, "Wahai diri jika kau tidak gugur di medan juang, kau akan tetap mati walau diatas ranjang."
22.Khalid Ibnul Walid, selalu waspada dan tidak membirkan orang lengah dan alfa.
23.Qeis Bin Sa'ad Bin 'Ubadah, kalau tidak karena Islam, ia lah ahli tipu muslihat Arab yang paling lihai.
24.Umeir Bin Wahab, jagoan Quraisy yang berbalik membela Islam dengan gigih.
25.Abu Darda', seorang budiman dan ahli hikmat yang luar biasa.
26.Zaid Ibnul Khaththab, rajawali Pertempuran Yamamah.
27.Thalhah Bin Ubaidillah, pahlawan Perang Uhud.
28.Zubeir Bin Awwam, sang pembela Rasulullah.
29.Khubaib Bin 'Adi, pahlawan yang syahid di kayu salib.
30.Umeir Bin Sa'ad, tokoh yang tiada duanya.
31.Zaid Bin Tsabit, penghimpun kitab suci Al-Qur'an.
32.Khalid Bin Sa'id Bin 'Ash, anggota pasukan berani mati angkatan pertama.
33.Abu Aiyub Al-Anshori, pejung diwaktu senang maupun susah.
34.Abbas Bin Abdul Muthalib, pengurus air minum untuk kota suci Mekkah dan Madinah.
35.Abu Hurairah, otaknya menjadi gudang perbendaharaan dimasa wahyu.
36.Al Barra' Bin Malik, Allah dan surga.
37.Utbah Bin Ghazwan, "Esok hari akan kalian lihat pejabat pemerintahan yang lain daripadaku."
38.Tsabit Bin Qeis, juru bicara Rasulullah.
39.Usaid Bin Hudlair, pahlawan Hari Saqifah.
40.Abdurrahman Bin 'Auf, "Apa sebabnya anda menangis, Hai Abu Muhammad?"
41.Abu Jabir Abdullah Bin 'Amr Bin Haram, seorang yang dinaungi malaikat.
42.Amr Ibnul Jamuh, "Dengan cacat pincangku ini, aku bertekad merebut surga."
43.Habib Bin Zaid, lambang kecintaan dan pengorbanan.
44.Ubai Bin Ka'ab, "Selamat bagimu, Hai Abu Munzir atas ilmu yang engkau capai."
45.Sa'adz Bin Mu'adz, "Kebahagiaan bagimu, Wahai Abu Amr."
46.Sa'ad Bin Ubadah, pembawa bendera Anshar.
47.Usamah Bin Zaid, The Beloved Son of The Beloved.
48.Abdurrahman Bin Abi Bakar, pahlawan sampai saat terakhir.
49.Abdullah Bin 'Amr Bin 'Ash, tekun beribadah dan bertaubat.
50.Abu Sufyan Bin Harits, habis gelap terbitlah terang.
51.Imran Bin Hushain, menyerupai malaikat.
52.Salamah Bin Al-Akwa, pahlawan pasukan jalan kaki.
53.Abdullah Bin Zubeir, seorang yang syahid luar biasa.
54.Abdullah Bin Abbas, kyai umat ini.
55.Abbad Bin Bisyir, selalu disertai cahaya Allah.
56.Suheil Bin 'Amr, dari golongan orang yang dibebaskan, masuk ke golongan pahlawan.
57.Abu Musa Al-Asy'ari, "Yang penting keikhlasan, kemudian terjadilah apa yang akan terjadi."
58.Thufeil Bin 'Amr Ad-Dausi, "Suatu fitrah yang cerdas."
59.Amr Bin 'Ash, pembebas Mesir dari cengkeraman Romawi.
60.Salim Maula Abu Hudzaifah, sebaik-baik pemikul Al-Qur'an.

 Wallahu'a'lam..

Rabu, 26 Maret 2014

EKONOMI SYARIAH, SOLUSI BIJAK DARI ALLAH

EKONOMI SYARIAH, SOLUSI BIJAK DARI ALLAH
oleh : Ika Devi Silviana
 
 
Bismillaahirrahmaanirrahiim…
“Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada posisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya).”
(QS.Ar-Ruum:39)
      Sistem ekonomi liberal kapitalis saat ini tengah merajai dunia. Namun  disayangkan sistem ini belum dapat mengentaskan permasalahan umat manusia. Dapat kita ingat permasalahan perekonomian Indonesia pada krisis moneter 1998 silam. Terjadinya inflasi besar-besaran, kenaikan harga-harga barang, penutupan bank-bank yang perlahan tapi pasti membunuh kehidupan bangsa. Saat itu mulai terjadi kenaikan mata uang dollar karena terjadinya permainan dollar oleh seorang hartawan George Soros. Ia membeli dollar besar-besaran, sehingga persediaan dollar mulai menipis. Dollar manjadi langka dan rupiah semakin melemah. Bank terpaksa menaikkan tingkat suku bunga bank untuk mengimbangi inflasi yang terjadi supaya mereka yang memiliki dana di bank tidak pergi dan kemudian menempatkan dana mereka pada investasi dollar. Saat itu terjadi keadaan yang sangat ekstrim, yang kaya semakin kaya, dan yang miskin semakin miskin. Bagi mereka yang memiliki dana di bank, tentunya mereka seperti di atas angin, karena tingkat suku bunga bank yang tinggi. Dampaknya terjadi pada para pengusaha yang mengambil kredit kepada bank. Bank juga memberikan suku bunga pinjaman yang amat tinggi untuk membayarkan bunga simpanan pada penabung. Akhirnya pengusaha gulung tikar, PHK besar-besaran, kemiskinan, kejahatan pun terjadi. Betapa dahsyatnya dampak sistem perekonomian liberal.
      Disisi lain terdapat kekuatan kecil ditengah badai krisis moneter yang melanda Indonesia 1998 silam. Sebuah bank syariah cetusan Majelis Ulama Indonesia yang berdiri sekitar tahun 1992 tetap kokoh dalam menjalankan kegiatan usahanya yaitu Bank Muamalat. Bank ini adalah bank syariah yang pertama hadir di Indonesia, murni menegakkan syariat Islam. Setelah keberadaan Bank Muamalat yang lolos dari terpaan badai krisis moneter 1998, maka mulai bermunculan bank-bank syariah seperti Bank Syariah Mandiri, BNI Syariah, BRI Syariah, BTN Syariah. Bank syariah merupakan cikal bakal ekonomi syariah di Indonesia
      Ekonomi Islam (syariah) menurut Muhammad Abdul Mannan adalah ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai Islam. Sedangkan ekonomi konvensional seperti yang terjadi pada ekonomi liberal akan cenderung memisahkan ilmu dan nilai yang akan mengantarkan  manusia kedalam kehancuran.
      Sudarsono (2002) juga mengungkapkan bahwa masyarakat lebih mengenal konsep dan praktek ekonomi konvensional. Hal tersebut dikarenakan ekonomi konvensional lebih dahulu diterapkan. Dapat kita lihat bank-bank konvensional yang berada disetiap kecamatan, dan bahkan desa. Keberadaannya seperti jamur dimusim hujan. Mereka ikut melebur didalam kehidupan masyarakat, membantu aktivitas perekonomian rakyat. Namun disisi lain terdapat ekonomi syariah yang mempunyai keunggulan dan ketangguhan yang lebih baik dibandingkan dengan ekonomi konvensional.
      Ekonomi syariah adalah ekonomi yang tangguh dengan mengenal prinsip-prinsip universal. Pertama, prinsip keadilan yakni memberikan porsi pendapatan sesuai dengan usaha yang dilakukannya. Prinsip kebersamaan yang menekankan kepada kerja sama, semangat kemitraan, tidak ada kata “boss” dan “bawahan”, semua memiliki kedududakan yang sama dalam bersyirkah (kerja sama). Prinsip saling ridha (‘an taradin) yang menimbulkan keikhlasan yang hakiki dari dalam hati, tidak ada kedzaliman. Prinsip tolong menolong (ta’awun) yang membantu saudara kita keluar dari situasi sulit perekonomian, sehingga ia dapat mandiri untuk melanjutkan kehidupannya. Serta yang terakhir, bebas dari unsur MAGRIB. MAGRIB merupakan Maysir, Gharar, dan Riba. Maysir yaitu judi/spekulasi, Gharar yaitu mengandung unsur-unsur ketidakjelasan dari mana asalnya, apakah dzatnya halal ataukah haram, dan bagaimana akad yang dilakukannya, apakah telah memenuhi syarat dan rukunnya. Terakhir riba yaitu adanya tambahan dari pokok, besarnya telah disepakati diawal perjanjian. MAGRIB inilah yang menyebabkan hilangnya keberkahan dari Allah, mencekik kehidupan rakyat, dan cenderung merugikan salah satu pihak (hilangnya prinsip keridhaan).
      Dalam rangka pembangunan ekonomi umat, ekonomi syariah tidak lepas dari peran zakat. Zakat adalah menyerahkan sejumlah harta tertentu yang diwajibkan Allah kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Supadie (2013) menandaskan, zakat dapat menimbulkan multiplier effects bagi perekonomian Indonesia. Apabila seluruh penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam sadar untuk menunaikan zakat, betapa mandirinya negeri ini. Selain itu didukung para pengelola zakat yang handal dalam manajemen, memiliki sifat-sifat nabi shidiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), serta fatanah (cerdas). Perputaran harta akan lebih dinamis, dana tidak hanya berkutat di tangan mereka yang berkuasa saja, namun zakat juga akan menyelesaikan permasalahan sosial seperti pendidikan, kesehatan, pencurian, kelaparan dll. Setelah perekonomian mereka mandiri, mereka akan mampu menunaikan zakat dan akan membantu saudaranya yang masih membutuhkan.
      Hendaknya zakat disalurkan kepada orang-orang yang tepat seperti yang tertuang didalam QS.At-Taubah(9):60) :
Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
      Keunggulan ekonomi syariah memang tidak perlu diragukan. Ia memiliki peran dalam mengentaskan masalah kemiskinan. Ekonomi syariah yang dekat dengan rakyat salah satunya adalah BMT. BMT merupakan lembaga keuangan seperti bank, namun BMT bukan bank. Disinilah yang membedakan BMT dengan lembaga keuangan lainnya, BMT mengandung pengertian Baitul Maal (rumah zakat) dan Baitul Tamwil (rumah usaha). Baitul Maal merupakan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah, kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan produksi (modal usaha). Sedangkan Baitul Tamwil berarti BMT menjalankan kegiatan usaha pembiayaan konsumsi, investasi, dan modal kerja. Dari kegiatan pembiayaan tersebut akan dihasilkan pendapatan, kemudian pendapatan akan dibagi hasil sesuai nisbah (porsi) yang telah disepakati. Peran BMT menjadi strategis dengan berkecimpung di usaha sektor mikro, karena tidak semua masyarakat kecil mampu mengakses bank yang skala pembiayaannya sudah makro (besar) dan memiliki ketentuan dan syarat yang rumit.
      BMT memiliki beberapa produk pembiayaan. Untuk langkah penyelamatan ekonomi umat dapat melalui pembiayaan Qardhul Hasan. Qardhul Hasan merupakan pinjaman kebajikan yang diambil dari pengumpulan zakat, infak, maupun sedekah. Pinjaman ini sesuai untuk disalurkan kepada masyarakat kurang mampu yang ingin memulai usaha untuk meningkatkan taraf hidupnya.  Peminjam tidak harus memberikan bagi hasil, namun ia bertanggung jawab mengembalikan pokok pinjamannya kepada pihak lembaga keuangan syariah. Lembaga keuangan syariah khususnya BMT juga melakukan pengawasan dan pembinaan agar usaha yang dijalankan tetap berjalan.
      Allah telah memberikan solusi perekonomian yang bijak, yaitu ekonomi syariah. Namun sampai saat ini permasalahan perekonomian Indonesia tidak kunjung berakhir dikarenakan terjebak dalam naungan politik ribawi yang menghancurkan. Indonesia masih mengandalkan pinjaman dari World Bank, dimana ia memberikan suku bunga pinjaman yang tinggi, Hutang negara dari tahun ke tahun semakin membengkak, kemiskinan tidak kunjung terselesaikan, dan kejahatan masih saja merajalela. Alasan pemerintah mempertahankan ini dikarenakan kepentingan politik. World bank memiliki negara-negara anggota yang memiliki posisi strategis untuk menjalin atau memutuskan hubungan kerjasama disegala bidang, baik ekonomi, politik, sosial, budaya, dll. Diperlukan langkah perubahan untuk hal ini. Memang tidak secepat membalikkan telapak tangan, namun kita hendaknya ikut meluruskan sistem perekonomian yang saat ini masih jauh dari kebenaran.
      Untuk mewujudkan ekonomi syariah yang tangguh diperlukan beberapa langkah. Langkah awal kita memulai dengan menggalakkan gerakan berzakat, aktif mensosialisasikan ekonomi syariah yang dapat merangkul diseluruh lapisan masyarakat. Memperbanyak dan meningkatkan kualitas instansi-instansi pendidikan yang lebih fokus pada perekonomian syariah itu sendiri. Dengan demikian terciptalah sumber daya manusia yang  mengerti apakah hakikat ekonomi syariah itu, sehingga mereka dapat memperbaiki dan bahkan memberikan solusi bagi permasalahan perekonomian syariah di Indonesia. Selain itu, lembaga keuangan syariah juga harus aktif dalam kegiatan sosialisasi, sehingga masyarakat akan tahu tentang kegiatan lembaga keuangan syariah itu. Masih banyak orang beranggapan ekonomi syariah dengan ekonomi konvensional adalah sama, padahal hakikatnya berbeda. Kita perlu memperbaiki sistem yang ada dalam lembaga keuangan syariah, karena dikhawatirkan lembaga keuangan berlabel syariah, namun dalam sistem operasionalnya tidak jauh berbeda dengan apa yang ada di dalam lembaga keuangan konvensional. Hal tersebut akan memperburuk citra perekonomian Islam. Terakhir, dibutuhkan dukungan kuat dari pemerintah. Beberapa tahun silam telah diluncurkan GRES (Gerakan Ekonomi Syariah) oleh presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono. Peran serta pemerintah sangat penting, karena hal ini memberikan perkembangan positif terhadap ekonomi syariah di Indonesia melalui peraturan-peraturan yang dikeluarkannya.

Gambar : Hubungan Islam dalam perekonomian negara
Referensi Bacaan :
Sholahuddin, M, 2007. Asas-Asas Ekonomi Islam, Jakarta : Rajawali Pers
Sudarsono, Heri, 2002. Konsep Ekonomi Islam :Suatu Pengantar, Yogyakarta : Ekonisia
Supadie, Didiek Ahmad, 2013. Ekonomi Syariah Dalam Pemberdayaan Ekonomi Rakyat, Semarang : Pustaka Rizki Putra
Suwiknyo, Dwi, 2010. Ayat-Ayat Ekonomi Islam, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Selasa, 25 Februari 2014

AZ-ZILZAL

Yogyakarta, 26 Februari 2014, 04:32 WIB
oleh Ika Devi Silviana

Bismillaahirrahmaanirrahiim..
AZ-ZILZAL
Surat dalam Al-Qur'an ini adalah peringatan untuk manusia karena saat hari berbangkit manusia akan melihat balasan perbuatannya biarpun hanya sebesar biji zarrah. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatannya (QS.Az-Zilzal:6). Manusia seharusnya memanfaatkan segala kesempatan yang telah diberikan Tuhannya dengan sebaik-baiknya. Semuanya akan dimintai pertanggung jawaban termasuk hal yang paling kecil sekalipun. Setiap tarikan nafas, setiap laju detik yang berlalu. Jangan buat diri kita menyesal, penuh rasa cemas menunggu detik detik perhitungan amal perbuatan. Apakah lewat tangan kanan? atau bahkan tangan kiri kita disaat pemberian catatan amal perbuatan kita? Malaikat akan memberikan kesaksian juga atas amal yang kita perbuat. Hanya saja kesalahan manusia yang fatal adalah ia tak pernah merasa ia diawasi oleh malaikat di sisi kanan kirinya, yang akan membela atau bahkan menuntutnya. Manusia akan sadar setelah malaikat pencabut nyawa menghadangnya. Ah aku belum siap, aku belum beramal shaleh, aku ingin hidup lagi untuk beribadah, aku takut neraka!!! 
Siapkan hari perhitungan amalmu dari sekarang, maut tidak menunggu tua dan tidak menunggu kita  kaya. Ia akan datang sewaktu-waktu...


picture:www.google.com

1. Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan yang dahsyat,
2. dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya,
3. dan manusia bertanya, "Apa yang terjadi pada bumi ini?"
4. Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya,
5. karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang demikian itu) padanya.
6. Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok, untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatannya.
7. Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya ia akan melihat (balasan) nya.
8. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan sebesar zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.